post

Al-Petuah bin Disa’in

Mukadimah

Sudah lebih dari dua tahun lamanya ternyata saya mengambil kuliah lagi, tepatnya mengambil kuliah jurusan Magister Desain di Institut Teknologi Bandung sejak 2015 Masehi waktu yang silam. Tak terasa para teman seperjuangan ternyata sudah ada yang diwisuda pada hari jum’at lalu, persisnya pada tanggal 20 oktober tahun 2017 kemarin. Mulai saat ini, tampaknya satu – persatu mahasiswa lainnya pun perlahan akan segera menyusul menanggalkan gelar ke Maha-annya dan dikembalikan lagi ke masyarakat.

Selama kurang lebih 2 tahun ini, beragam ilmu dan teori terutama dalam bidang desain masuk dan tertransfer kedalam kepala para mahasiswanya melalui para dosennya yang berperan layaknya sang penyampai ilmu. Sadar atau tanpa sadar selain ilmu dan teori yang disampaikan, disaat yang bersamaan pula beragam petuah dan ucapan pemikiran para pengajar seringkali terlontar, dan bertebaran di sela – sela proses transfer ilmu.

Selain mencatat beragam teori yang disampaikan , entah kenapa awalnya saya juga seringkali tak sengaja mencatatkan berbagai pernyataan diluar teori yang juga dilontarkan oleh para dosen. Sayang seribu sayang rasanya , akhirnya sebelum akhirnya menguap dan musnah saya pun memutuskan untuk mencoba mencatatkannya juga kedalam buku catatan saya yang tulisan aslinya seperti resep dokter. Tulisan tangan saya memang jelek, penggambarannya adalah persis seperti tulisan resep dokter, sudah resep dokter, resepnya dari dokter Thailand. Begitulah gambaran jikalau engkau ingin mengetahui seberapa tak indahnya tulisan tangan saya.

Gambar 1. salah satu contoh dari tulisan tangan pada catatan saya.

Seperti yang telah saya sampaikan tadi, saya pun sering mencatat berbagai pernyataan ataupun petuah yang dilontarkan oleh para dosen, laksana seorang pencatat Hadist yang melaksanakan tugasnya. Boleh engkau tahu, pada umumnya sebagian besar petuah yang saya catat ini sebenarnya letaknya tersebar dan tidak menentu diantara catatan teori lainnya. Namun dengan dituliskannya tulisan ini, berarti saya telah sebisa mungkin berusaha mengumpulkan dan menyadur segala petuah yang bisa saya temukan didalam buku catatan saya dan memindahkannya kedalam bentuk digital seperti ini.

Gambar 2. bentuk asli  dari catatan saya dan disanalah bertebaran petuah yang harus diidentifikasi terlebih dahulu

Dalam pencatatan saya selalu berusaha sebisa mungkin menuliskannya tanpa adanya penambahan dan pengurangan kalimat bila hal itu tidak terlalu diperlukan untuk memperjelas maksud dari petuah, hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian ucapan atau ke-shahihan petuahnya. Sebisa mungkin pula saya akan melihat kembali dan mencantumkan tanggal perkara petuah tersebut disampaikan. Hampir sebagian besar catatan saya tercantum jelas tanggal kejadian perkara, namun beberapa mungkin ada yang luput dan menjadi kabur namun masih bisa diperkirakan. Beberapa kesalahan dalam sejumlah minor ini murni oleh sebab kekhilafan saya sebagai insan manusia yang tak luput dari kesilapan sewaktu mencatat tanggal perkara.

Gambar 3. 4 buah buku catatan saya yang dijadikan referensi

Untuk menghemat waktu membaca, marilah langsung saja kiranya saya persembahkan catatan petuah saya yang berasal dari 4 buah buku catatan saya sebagai sumbernya dan dicatatkan dengan proses selama dalam kurun waktu dua tahun antara tahun 2015 hingga 2017 Masehi. Kumpuan petuah inipun saya sebut dengan nama “Al-Petuah Bin Disa’in”. Bagi mereka yang merasa ini bermanfaat, semoga menjadi amal berkah bagi saya dan dapat dipergunakan sebaik- baiknya, karena amalkanlah walaupun satu petuah. Bagi yang merasa kurang bermanfaat, marilah kita ingat kembali bahwa sesunggahnya ini adalah sekedar hiburan dan bila engkau terhibur maka akan menjadi manfaat juga pada akhirnya.

Continue reading