Pada Sebuah Tempat..

image

Kenangan…

Benar adanya, kalau kenangan mungkin bisa didapat dari mana saja, bahkan dari sebuah tempat kecil sederhana.

ya, ditempat kecil itulah kamu yang masih muda ini pernah mencari nafkah dan mencoba mengumpulkan pengalaman. Disanalah kamu tengah berada bersama yang lainnya yang mungkin bernasib hampir sama.

Tempat yang kamu maksud itu tak lain adalah tempat yang dulunya hanyalah salah satu lantai paling atas di sebuah ruko (rumah toko) yang berada di tengah kota Bandung.

image

Waktu itu kamu masih mengakui dirimu sebagai seorang desainer grafis karena kamu baru lulus dari jurusan dekave.

Disana mungkin kamu pernah memiliki momen bahagia dan punya kenangan indah, tapi disana jugalah kamu sesungguhnya pernah menyaksikan dan merasakan saat temanmu pernah bersitegang dengan yang lainnya, saat temanmu pernah menitikkan air matanya di depanmu, saat temanmu pernah bersikap begitu bawel setiap harinya terhadapmu di tempat itu, saat temanmu pernah kecewa dengan makanan disitu, saat temanmu pernah kepanasan karena AC yang mati di tempat itu, saat kamu dan temanmu terpaksa datang dihari sabtu, saat kamu dipaksa lembur meski tak ingin, saat kamu dan temanmu terjebak sampai malam dan tidak bisa pulang, dan yang pasti intinya adalah ada saat dimana kamu dan temanmu setidaknya pasti pernah punya kekesalan dengan tempat itu.

tapi itu masa lalu..
hari ini kamu sudah tidak lagi di tempat itu, begitupun dengan temanmu yang lainnya, mereka juga sudah tidak berada di tempat itu.

Tapi anehnya malam ini kamu bersama teman lainnya malah tengah berkumpul di tempat yang berbeda dalam satu meja.

Dengan membawa segala ingatan yang masih membekas, hari ini kamu dan lainnya berkumpul kembali.

Bila ada orang yang bilang kebahagiaan didapat dari kenangan yang indah di masa lalu, malam ini pasti kamu akan berkata tidak setuju.

Oleh sebab malam ini kamulah yang merasakannya sendiri.

Pada meja itu ternyata apa yang kamu dan lainnya ceritakan bukanlah kumpulan kisah indah di masa lalu.

Kamulah itu orangnya yang berkumpul malam ini, kamu dan juga teman lainnya itu adalah sekumpulan orang yang mungkin bisa berkumpul dan bersatu karena adanya rasa kekesalan yang hampir serupa.

Kisah penderitaan, kisah kemarahan, kesedihan, kemirisan, kejengkelan, kecurangan, keterlambatan dan kemalasan dan hal-hal semacam itulah yang tadi kamu sebutkan itulah ternyata yang malah kamu ceritakan di meja itu.

Namun malam ini terlihat amat berbeda..
Kamu sama sekali tidak kesal,
Pada meja itu kamu dan mereka semua malah terlihat sedang tertawa bahagia..
Siapa bisa sangka, yang dulunya mungkin adalah luapan kemarahan serta kepulan kekesalan, ternyata malam ini malah berbalik menjadi kumpulan tawa kebahagiaan, yang indah bila ia dikenang dan diceritakan di waktu sekarang.

Hidup memang selalu berputar.
Kiranya hal tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi kamu dan juga kalian bahwa sebenarnya rasa kesal itu sifatnya sementara. ūüôā

image

 

20 oktober 2016

Menerawang Masa Mendatang

image

Terjebak aku di rumah makan padang.
Saat aku sedang makan siang.
Memesan nasi berlauk rendang.
Oleh sebab hujan yang mendadak menerjang.

Terang pun tampaknya tak akan lekas datang.
Membuat pikiranku mulai menerawang.
Tentang segala kemungkinan yang mengawang.
Dari mulai jaman perang.
Hingga masa sekarang.

Kebanyakan orang besar mampu memandang masa mendatang.

Ke arah ujung tangan kumulai memandang.
Kemudian aku jadi tahu pasti apa yang akan kulakukan di masa mendatang.
Ya.. sudah kuputuskan langkahku dengan hati lantang.
Aku harus memotong kukuku yang sudah panjang.

02 Oktober 2016
aria

Trekking Sabtu Pagi

Bandung, itu nama tempat ini.

24 september 2016 itu tanggal hari ini.

pagi-pagi aku bangun pagi.
sudah lama aku tidak mendaki.
tapi waktu sepertinya menghalangi.
untuk sekedar mengobati keinginan diri.
aku putuskan saja untuk lari pagi.

koreksi, karena lebih tepatnya jalan kaki.
aku inginnya sih ada sedikit nuansa alami.
makanya trekking jadi pilihan di hati.
tempatnya ke tahura bukan karena mesti.
lebih karena kosanku saat ini dekat ke lokasi.

udah aja aku berangkat sendiri.
ke sananya naik pespaku sendiri.
bayar tiketnya juga uang sendiri.
dan kalau parkirnya sih bayar lagi.
dasar tak mau rugi.

setelah masuk pintu gerbang akupun akhirnya memulai.
jalan kaki sembari memakai topi.
membawa satu botol air murni.
sepanjang jalan banyak ojek menawariku silih berganti.
kutolak satu persatu dan hanya senyuman yang bisa kuberi.

goa belanda sudah kulewati.
aku jalan terus sampai kandang rusa yang berkawat besi.

s__25649174 s__25649173

jalan lagi .. lagi dan lagi..
kamu tau jalanan disana amat sepi.
sampai aku tiba melihat air terjun yang cukup tinggi.

image

di curug itu aku berhenti.
perjalanan sudah harus aku sudahi.
berhenti sejenak kemudian jalan pulang kembali.

dijalan pulang aku beli kopi dan beli pocari.
dari si ibu yang menawarkan jualannya sendiri.
aku minumnya sendiri soalnya ibunya kan ga minta bagi.
lalu beli jagung bakar yang rasanya tidak asing lagi.
dari si bapak yang tersenyum kepadaku sampai kelihatan gigi.
aku makan sembari buka kaos kaki untuk sekedar mengistirahatkan kaki.
bapaknya bilang terima kasih karena uang kembaliannya jg kuberi.

s__25649172

tak terasa total sepuluh kilo kalo dihitung pulang-pergi.
aku ingat aku start sekitar jam tuju pagi.
jam setengah sebelas baru sampai ke titik kembali.

aku pikir bakalan copot kaki.
soalnya aku belum minum tongli.
kan katanya biar strong seperti bruce li.
ternyata tanpa tongli.
aku masih bisa melakukan ini.

image

apa yang kudapat hari ini.
selain lelah hayati.
tak ada, selain hidup yang masih harus disyukuri.
serta tulisan untuk kisah ini.
yang jadinya bisa kubagi.
ūüôā

Surat Terbuka Untuk Herdita

Mungkin tulisan kali ini akan lebih tepat jikalau saya menyebutnya sebuah surat. Sebuah surat terbuka, yang saya tulis untuk seseorang dari spesies manusia, berjenis wanita, bernama Herdita.

Dear Didit,

Saya menggunakan kalimat ‚Äúdear‚ÄĚ pada awalan tentu tak ada maksud lain selain agar tampak seperti menulis surat betulan, kemudian saya juga panggil kamu ‚ÄúDidit‚ÄĚ, karena begitulah yang saya dengar dari orang-orang kebanyakan yang mencoba memanggil namamu. Karena kita sebelumnya pernah berkenalan, Secara teori dan praktik, tentu itu menjadikan kamu jadi sudah kenal saya setidaknya mengetahui wajah masing-masingnya. Tapi yang saya maksud kenal disini, mungkin lebih dari itu, mungkin kamu lebih banyak mengenali diri saya, hanya dengan mendengar sedikit cerita, atau selintingn gosip tentang diri saya (semoga).Mengenai siapa saya dimatamu mungkin bukanlah hal penting. Kamu juga tidak perlu mesti tahu, dan masalah ini, tak perlulah kita perpanjang. Karena ini bukan sebuah STNK, yang wajib diperpanjang.

Meski kamu tak perlu tau tentang saya, mengenai yang satu ini, kamu jadi mesti tahu, karena tiba-tiba akan menjadi penting bagi kamu. Timbul pertanyaan, kenapa bisa berubah demikian, hal ini tak lain, ketika apa yang saya sampaikan ini, menyangkut mantan kekasihmu.

Tuh benar kan, jadi penting.

Melalui surat ini saya akan akan mulai menceritakan siapa mantan kekasihmu yang berengsek itu, dari mata saya…

Hey.., dengan kalimat pengantar tersebut tidakkah surat ini jadi terlihat seperti surat yang akan membuka aib seseorang? oh, sungguh disayangkan, karena tampaknya sih bukan.

Hey.., dengan kalimat pengantar tersebut, karena kebetulan saya seorang manusia dari jenis laki-laki dan tiba-tiba menulis surat kepada seorang wanita yang isinya ingin menceritakan tentang mantan kekasih wanita tersebut, tidakkah surat ini jadi tampak dikirim oleh seorang penyuka sesama jenis yang habis dikecewakan? sungguh disayangkan sekali lagi, karena ternyata lagi-lagi bukan.

Kebetulan saya masih suka manusia berjenis wanita, apalagi mereka yang cantik-cantik.

Yah .. sayang sekali yah, jadi kurang sensasional konspiratif . Mau gimana lagi.. karena surat ini tak lebih hanyalah sebuah surat yang ditulis oleh seorang…. apa yah yang enak untuk menyebutnya.. ah..mantan sahabat kekasihmu.

Entahlah apa dia juga menganggap saya sebagai sahabatnya atau bukan, biar itu menjadi urusannya. Menjadi urusan saya karena saya pernah menganggapnya demikian. hehehe

Saya akan menceritakan tentang berbagai hal tentang mantan kekasihmu. Ya mantan kekasihmu yang mana lagi coba, dia tak lain adalah si brengsek Agung Nugroho. Ups.. saya harap kamu jangan marah dulu, saya panggil dia begitu ¬†karena dia memang… ¬†brengsek. hehehe. Kalau dulu sih saya panggil dia dengan nama panggilan Aming, karena dia ingin dipanggil begitu dan orang-orang lainnya pun memanggilnya dengan sebutan itu.

Ini adalah sebuah cerita, tentang dimana ada hari-hari saya bersamanya saat kau tidak bersama mantan kekasihmu itu. Saya telah menghabiskan waktu setidaknya selama 4 tahun kuliah. Tinggal di kosan yang sama selama 3 tahun dan tinggal di rumah kontrakan yang sama selama satu tahun di kota yang sayangnya tak terlalu dingin lagi, bernama Bandung.

Saya merasa harus menceritakannya dari awal, kenapa mesti dari awal, agar memiliki akhir.

Bagaimana awal mula kami bisa berteman? Asal kamu tahu ya dit, mantan kekasihmu inilah yang awalnya dulu pingin banget temenan sama saya, bukan saya. Untuk hal ini entah kenapa saya begitu yakin.

Awalnya memang saya undang dia main ke kosan bersama teman-teman lainnya, kosan saya dulu semacam basecamp bagi anak kelas DKV A angkatan 2009. Kosannya itu di gegerkalong hilir lalu belok ke dalam sebuah gang bernama picung. kalo kamu mau tau tentang yang punya kosan, namanya ibu dedeh,  bukan mama dedeh. Dia tidak tinggal dikosan itu, yang tinggal di kosan itu anak si ibu kos dan juga seorang asisten rumah tangga yang sunda pisan, seperti asisten rumah tangga lainnya dia rajin bersih-bersih kosan setiap hari, tanpa mengeluh, mungkin karena menemukan passionnya, dan .. karena dibayar.

Boleh kamu tahu, dulu si Aming itu anaknya sombong, entah sombong karena badannya besar, sombong karena dia manusia, sombong karena alisnya tebal, gatau pokoknya harus sombong. Diawal kuliah dia maunya gabung dan berteman dengan orang yang telah dikenal sebelumnya, yaitu ‘geng bogor’ lainnya. Adalah si Sasa, Tami, Bolu dan Donny. Tapi hari itu lain, hari itu tumben dia ikut kami, segerombolan anak yang berjalan kaki beramai-ramai karena hendak menuju kosan saya.

Karena dia ikut, jadi aja dia tahu kosan saya dimana, dia juga jadi tahu saya suka komik One Piece, komik nomer satu di galaksi Bima Sakti karena di kosan saya banyak terdapat poster dan komik tersebut, kebetulan dia suka juga. Selain tau kesukaan saya, dia juga jadi tau kamar mandi kosan saya, karena sebelumnya dia menumpang pipis di toilet kosan saya.

Dulu dikosan saya suka menerima tamu anak DKV A, namanya mahasiswa perantau semua, seolah menemukan teman senasib dan seperjuangan, dan masing-masing juga mencari teman, kami sangat senang bila berkumpul bersama. Tak jarang malah kami menginap beramai-ramai sembari mengerjakan tugas bersama atau sekedar bacot dan berdebat tentang teori konspirasi. Atau yang terjadi bisa jadi karena bacot di kosan saya, akhirnya berdebat kemudian terjadilah konspirasi.

Besok-besoknya, selain teman-teman yang lain, rajin dia datang ke kosan saya di gegerkalong. Tak jarang dia menginap. Bahkan bila tak ada anak-anak lainnya yang menginap di tempat saya, dia masih sering menginap di tempat saya. Sepertinya dia kesepian, karena kekasihnya yaitu kamunya adanya di Bogor, bukan malah di Bandung. Makanya dia cari kawan, yaitu saya. Untunglah saya mau temenan juga sama dia, untung juga kami masih sama-sama laki-laki normal, jadinya kamu tak perlu cemburu.

Sabtu minggu dia kayaknya memang kebanyakan dihabiskan di Bogor, untuk menemuimu katanya, dua minggu sekali atau sebulan sekali. tapi selebihnya … dia bahkan amat sangat terlalu sering bersama saya.¬†Dari mulai tugas rupa dasar yang dikerjakan bersama hingga larut malam bahkan sampai pagi, membuat robot bersama si Ardi anak sukabumi di tugas konstruksi ¬†3D dari CD bekas, yang sama sekali gagal dan cacat karena tidak ada proses pengulangannya, kata dosen kami pak Alvanov . Untunglah di masa bergadang demi tugas, ada nasi goreng ghaib yang tetap menemani kami sehingga kami tak perlu kuatir ketika lapar.Nasi goreng ghaib karena jualannya jam 12 malam, jualan dan datang masuk ke kosan saya tanpa tau jadwal tetapnya dan seolah tau jadwal lapar kami. Pokonya hampir¬†tiap saat selama di bandung makan bareng ya sama dia, dari mulai sarapan, makan siang, makan malam, sampe sarapan lagi.

Tak lebih dari setahun masa-masa kami di gegerkalong ,  tahun-tahun berikutnya kampus kami harus pindah ke Texasnya kota Bandung, Dayeuh Kolot. Disana arealnya sangat panas beriklim gurun pasir bahkan tak jarang ada angin puting beliung yang seperti tornado. Bila kamu rasa cerita ini berlebihan , saya rasa kamu bisa membuktikannya. Bila saya ternyata tidak mampu membuktikan, itu mungkin cuma karena perbedaan cara pandang. Kamu memandang dayeuh kolot, saya memandang layar melihat film Mad Max.

Pindah ke lingkungan baru mengharuskan kami untuk pindah mencari hunian baru, mungkin hunian itu bukanlah apartemen yang dijual feni rose. Melainkan kami memutuskan mencari kosan yang sama beramai – ramai bersama kawan lainnya. Meski kosan yang sama, kami sepakat tetap ingin memiliki kamar masing-masing, demi privasi katanya, yg nyatanya pada prakteknya sih sama saja meskipun kami punya kamar masing-masing hal tersebut tidak terjadi karena aktifitas berkumpul disatu kamar beramai-ramai selalu terjadi. soksokan siah.

Dikala banyak mahasiswa yang ngekost di sukabirus dan sukapura yang merupakan nama jalan di sekitar kampus Telkom, kami memilih kostan dekat Batununggal yang sebenarnya merupakan nama sebuah komplek perumahan di Bandung Selatan. Disana ibu kosannya namanya bu Fanny rambutnya pirang, seorang perokok, dengan suaminya yang kalem dan pendiam, tampak bersahaja, yah kita tak tahu masa lalu mereka. Sekitar tiga tahun kami dikosan itu, saya rasa sudah cukup menggambarkan bagaimana hubungan pertemanan kami, pasti banyak cerita yang telah dihasilkan. Apalagi dikosan yang berjumlah kamar 20 an itu, 65 persen penghuni kosan itu adalah teman sekelas kami. Sehingga cukup bisa dibayangkan dan tak perlu lagi lah dijelaskan satu persatu kejadian yang ada di kostan itu bisa-bisa malah jadi sebuah novel bukan surat.

Dia teman sarapan saya, tapi  karena dia juga, waktu sarapan saya selalu terlambat karena tak jarang dia sedang sibuk menelepon. tak jarang saya menunggunya selesai meneleponmu. perut lapar tapi tetap aku saya tunggu dia, landasannya setia kawan, padahal mah .. iya. wek.

427142_2342041370359_510992748_nGambar 1. menyapit kepiting sebelum kepitingnya nyapit duluan, di pantai Batu Nunggul.

Hampir setiap tugas kelompok juga, pasti saya sama dia, yang kelompok wayanglah, yang kaos bolak balik alias laklik lah,  banyaklah. Olahraga juga sama, yang renang lah, yang main badmintonlah, yang main futsal lah, atau yang main futsal pake aturan badminton di kolam renang. Gitu aja terus sampe firaun memutuskan tattoan pake tato kontemporer biar ilang seminggu dan ga dimarahin maknya karena disangka berani ngelawan tuhan sebelum dia akhirnya mengaku sebagai tuhan beneran.

Saya akui dia memang pernah sahabat yang baik bagi saya, karena dibalik saya menemani hari-harinya saat tidak bersamamu.. tentu saja sebaliknya, dia pun demikian.

Dalam sebuah pertemanan, berantem adalah hal yang pastinya biasa terjadi, dan saya harus akui saya pernah berantem dengan dia. Ketika pertikaian terjadi karena perbedaan persoalannya tentu saja hanya satu pertanyaannya, yaitu bagaimanakah kelanjutan hubungan pertemanan kami setelahnya, apakah kami akan bersahabat kembali atau tidak. Hanya dua itu toh jawabannya.

Saya lupa saya pernah bertikai dengan dia karena apa, yah tak pentinglah, mendingan melupakan hal buruk dan mengingat kebaikannya saja, bukan.  Tapi saya akui, diantara kami aksi saling diam dan tak bertegur sapa sempat terjadi, memang hal itu tak berlangsung lama seingat saya. Kebetulan pada jaman dulu dia sih lebih berhati besar daripada saya,  terkutuklah saya, bila sudah seperti itu saya malah masih berkeras kepala. Tanpa banyak penjelasan, kami pun bersahabat kembali hehehe

Seperti yang saya bilang, rutinitas selain kuliah di Bandung, ya dia sering balik ke Bogor. Untuk menemuimu katanya, tak jarang dia berangkat dari Bandungnya hari jum’at , kadang saya antar dia ke terminal Leuwi Panjang. Dia pergi tentu saya otomatis seolah tidak punya teman di saat weekend. Untunglah saya waktu itu ikut organisasi penempuh rimba (semacam pencinta alam) namanya PERIMATRIK¬†, untuk hal yang satu itu saya tentu kan cerita di lain kesempatan. Intinya saya jadi menyalurkan hobi saya, saya jadi sering pergi naik gunung, gunung beneran bukan gunung kiasan. Pokoknya saya jadi¬†punya kesibukan lainnya hampir tiap bulan saya naik gunung dan malah keterusan, dan kebetulan saya cukup aktif di organisasi itu, sehingga ada dan tidaknya dia dikala weekend, hampir tidak berpengaruh.

Saya juga akui, ada era dimana saya agak mulai jarang bareng sama dia, maksudnya bukan jarang ketemu, ketemu mah masih setiap hari, toh satu kosan, miara kucing bernama gregory juga bareng, bahkan aming  memang seolah penitipan hewan disaat penghuni kosan lainnya ingin bepergian cukup lama. Jadi jarang disini bukan ke tidak bertemu tapi lebih ke sudah tidak makan pagi sampe malem bareng setiap hari. Ngerti kan, kalau ga sih gapapa, ga harus kan. Penyebabnya ialah, oleh sebab saat itu saya memutuskan untuk mulai pacaran.

yah kamu harus maklumlah namanya diawal pacaran, dunia seolah milik berdua. Untungnya dia teman yang baik Hmm lagian sebelum saya mulai pacaran, saya juga tanya pendapat dia kok. Kalau ada masalah yang cukup serius, saya juga masih cerita ke dia kok, karena dia saya anggap orang yang cukup paham sisi temperamen saya dan saya rasa juga saya adalah salah satu orang yang sangat mengenal boroknya dia. hahaha

IMG_0461

Gambar 2. Bukan band, tapi sebuah kelompok tukang dagang kaos

Ohh sungguh salah satu masa-masa paling indah,¬†banyak sekali cerita perjuangan semasa kuliah. Enak yah.. sampe kami semua harus segera tamat kuliah, kebetulan saya dan teman-teman akan tamat kuliah duluan. waktu itu dia membantu juga salah seorang yang ikut serta membantu saya dalam mennyelesaikan tugas akhir, sampai sidang akhir saya… tentu itu salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya.

Dia bisa agak lama tamat kuliah mah karena bermasalah saat magang kalo ga salah. Dia pertama kali magang itu di Bandung di perusahaan animasi, sementara saya sempat magang di jakarta di sebuah perusahaan penerbitan. Magang saya juga sebenarnya hampir senasib sih, tapi masih ketolong dengan berbagai pengecualian ini itu, sehingga saya bisa mengambil mata kuliah Tugas Akhir. Sementara dia, harus mengulang mata kuliah magang untuk yang kedua kalinya. Sungguh disayangkan, aku yakin dia cukup terpukul saat itu, sudah lama tidak kulihat dia tidak merokok. Waktu berlalu, magangnya yang kedua pun telah tiba. Ia magang di sebuah perusahaan yang biasa mengurus boardgame di Bandung, Tapi disatu sisi tanpa disangka magangnya yang kedua itu malah amat sangat membantu tugas akhirnya, seolah itu memang jalannya, yah kita memang benar-benar tidak tahu rahasia Tuhan. hidup Magang, hidup Tuhan.~

Saya wisuda di bulan akhir tahun 2013 bulan oktober, untungnya dia hadir di wisuda saya. Setelah saya wisuda, ada masa transisi bagi kami, bahkan kami sempat memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah di daerah cigadung selama setahun, tepatnya di jalan antropologi no.6 , itu tempatnya kamu lurus saja dari jalan Tubagus Ismail sampai ketemu ampera yang ada alfamartnya, kamu belok kiri mentok terus masuk ke perumahan dosen unpad, disitu kamu ambil kiri ada mesjid belok kanan, itu dia rumah kontrakan kami yang cukup besar di kota Bandung karena berkamar sebanyak 7 buah dan kamu sudah pernah kesana, satu kali kan.

Bulan Mei tahun 2014, itu adalah beberapa hari dimana saat ini malah dia yang akan wisuda, saya masih ingat sehari sebelum dia wisuda saya mengirim pesan ke dirimu agar kamu ikut menghadiri acara wisudanya. Seperti yang telah terjadi waktu itu kamu mau, hari itu kamu saya jemput untuk menginap di kontrakan kami, tentu aming tidak tau karena dia sedang di hotel bersama kedua orangtuanya. Sebuah kejutan kecil dari diri saya yang harapannya sih menjadi surprised bagi dirinya. Saya rasa meski saya sudah sejak lama mendengar tentangmu, dari aming sendiri tapi itu adalah pertama kalinya kita secara resmi bertemu, benar bukan.

Setelah dia wisuda saya cukup tidak menyangka, bahwa  ternyata itu adalah hari-hari terakhir juga saya bisa sering melihat mantan kekasihmu itu. oke munafik kalau saya bilang saya tidak menyangka, secara gambaran ke depan saya sudah tau kalau suatu hari kami akan berpisah dan punya jalan masing-masing, tapi  yang saya mungkin tidak menyangka bahwa perpisahan berlangsung seperti ini,  perubahan ini berlangsung dengan cara yang terlalu mendadak menurut saya. saya akui saya tidak cukup siap, tanya saja kekasih saya yang ada saat dia pindahan waktu itu.

Dia tidak genap menjadi penghuni kontrakan selama setahun, tak berapa lama dia wisuda dia memang sempat kembali ke Bandung. Menjadi penghuni kontrakan lagi sebentar, tapi tak lama karena dia  kembali ke Bogor, dan semenjak dia diterima di perusahaan  toko online berlogo burung tapi mirip tas belanja,  dia menetap di jakarta. sisanya kamarnya dibiarkan kosong dan dipakai oleh dani. Saya bahkan hampir tidak pernah bertemu lagi dengannya..

Kontrakan hampir habis, hari itu dia kembali ke Bandung. ke kontrakan kami, saya pikir di hari itu akan panjang, tapi ternyata dia datang hanya untuk pergi membawa barang-barang nya dan hilang bersama membawa grey, seekor kucing kontrakan yang besar dan berwarna abu-abu. Sebelum pergi sempat juga dia berjanji untuk datang menemui saya dibandung, tapi ternyata itu hanyalah janji .. yang tak tau apakah akan ditepati,

Hari-hari berakhirnya kosan semakin dekat satu persatu hilang dari rumah kontrakan itu. saya pindah dari kontrakan paling akhir, saya pindah ke kosan di jalan terusan cigadung, yang saya huni sampai saat ini. kamu tahu beberapa bulan diawal itu adalah momen yang berat dalam kehidupan saya. Saya terlalu terbiasa dengan suara hiruk-pikuk kosan ataupun kontrakan, benar -benar ¬†tidak terbiasa dengan kesendirian…

Sudah lebih dari satu tahun saya ngekos di daerah tubagus ismail, seperti kacang yang lupa pada kulitnya karena kacang masuk ke dalam mulut untuk dimakan dan menjadi kotoran sementara kulitnya tidak di makan karena harus masuk ke tempat sampah. Seperti itulah, analogi kami berpisah. Tak perlu ada backsound “Its been a long time, without you my friends…” yang dinyanyikan oleh Wiz Kalifa. Tak perlu pula juga diikuti oleh gambar dua mobil yang dikendarain Vin Diesel dan mendiang Paul Walker yg berpisah jalan di serial Fast and Furious.

Setelah kami berpisah dan aku pindah ke kosan itu tapi tak sekalipun dia menampakkan batang hidungnya yang besar itu. Janji untuk mampir ke kosan saya untuk mengambil karya boardgame Tugas akhirnya pun tak jua tertepati, karena hingga hari ini boardgame miliknya masih ada di laci lemariku, bukannya apa apa, tapi menuh-menuhin saja.

Berkali-kali juga saya mau bertemu dengannya di jakarta tapi tak pernah terjadi, Hanya satu kali saya berjumpa di jakarta, mungkin acara buka puasa bareng, saya bahkan sampai lupa. Hari-hari berikut saya jalani, tidak lagi sama seperti dulu, kadang dulu terasa menyenangkan, ahhh¬†tidak sesempurna itu juga sih pastinya. Intinya semua berlangsung sangat cepat tanpa terasa ¬†saya bahkan telah berhenti bekerja dan tengah mengambil kuliah lagi. Sekali lagi kita bertemu di Bogor saat acara si Bolu, saya bertemu denganmu dan dirinya sehari penuh, dan kemudian hari-hari terus berlanjut lagi…. lagi… tanpa ada¬†kisah tentang kami yang berarti lagi….

.

.

.

Sampai muncullah sebuah berita …..

berita yang jauh-jauh mengharuskan untuk mengantarkan saya menemui dirinya.

Hari itu saya melihat sahabat saya yang berengsek itu tengah duduk di hadapan saya, kulihat disampingnya telah duduk pula dirimu menemaninya. Ada banyak senyum yang terpancar dari raut wajah kalian oleh sebab rona kebahagiaan

agung nugroho dan herdita

Gambar 3. ada penampakan dua hantu sunsilk di pojok kanan 

Dengan ucapan sebuah ucapan yang sakral yang mencatut nama Tuhan. Hari itu.. seorang  mantan sahabat saya ini pun resmi menjadi mantan keasihmu sekaligus naik pangkat karena telah menjadi seorang suamimu.

yah itulah  hari dimana pada hari itu kalian resmi melangsungkan pernikahan.

Melalui surat ini yang sebenarnya ingin saya sampaikan adalah bahwa melihat orang yang  dulu saya juga amat  mengenal tingkahnya, lalu kemudian seolah meninggalkan saya.. hari itu saya ikut berbahagia.

Tak lama, bersama teman-teman lainnya, saya menghampiri kalian di pelaminan.

Seolah ingin melepas segala kerinduan yang telah tercipta di kehidupan sebelumnya, Seolah ingin mengulang masa lalu yang saya tahu itu  tak mungkin terulang kembali. Sebenarnya ada banyak  yang hal yang ingin dikatakan, namun hari itu hanya sebuah ucapan salam dan selamat yang bisa saya berikan padamu, saya berikan salam saya padamu terlebih dahulu karena saya malas menyalami si berengsek itu. Tapi tenang saya doakan juga kalian berdua selalu bahagia.

Selamat menempuh babak kehidupan yang baru, untuk kalian semoga kalian dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan. Sungguh saya pun dalam hati sebenernya sedikit melankolis saat menyaksikannya, Sembari mengenakan baju kemeja batik abu-abu yang saya jahit dari bahan yang kalian berikan, dipadukan dengan celana bahan hitam dan sepatu kulit, hari itu saya ikut gembira menyaksikan hari bahagia bagi dirimu dan dirinya akhirnya dipersatukan atas nama Tuhan…

kawinan

Gambar 4. ikh fotonya goyang 

Setelah menyalami kalian saya mengambil makanan yang ada di pesta untuk kemudian saya makan, berhubung saya sangat lapar. Tak ada alasan lain untuk itu.

Mungkin inilah yang saya maksud diawal tadi, akhir dari surat ini maksudnya. hehe,

dan memang saya tidak tahu kapan saya¬†bisa bertemu lagi,…

Mengulangnya adalah suatu kemustahilan, sementara yang saat ini bisa saya lakukan adalah hanya dengan mencoba mensyukuri hal yang indah, yang pernah saya rasakan bersama, bukankah  fungsi dan tujuan melakukan kegembiraan di masa lalu adalah agar bisa dikenang di masa sekarang, seperti saat ini.

demikian kiranya Surat terbuka dari orang yang pernah menjadi sahabat suamimu dulu..

Saya akan tutup dengan sebuah salam, agar tulisan ini kembali seperti sebuah surat. Semoga bahagia hingga anak cucu dan maut memisahkah.¬†Saya juga tidak akan mengatakan selamat tinggal yang berarti itu perpisahan,…
sampai jumpa.

Bandung 7 Agustus 2016*

Aria

 

momenn*Tadinya surat ini memang ingin saya posting sehari setelah hari pernikahan kalian, tapi apa boleh buat waktu jualah yang belum tepat dan menjadi kambing hitam. dan tak terasa surat ini terus perlahan-lahan saya tulis terus edit terus menerus sehingga tanpa sadar malah menjadikannya sebuah surat yang sangat-sangat panjang. ūüėõ

post

Karena SMA, Persahabatan Itu Ada (Part 2)

bale hitam putih

gambar 1. (kiri-kanan) : aulia, fina, haris, hani, dewi, saya, dan rifqi

Mari kita langsung mulai saja part 2 nya. Bila kalian punya keinginan membaca part 1 nya lagi boleh silakan klik disini.

Setelah saya menceritakan tiga makhluk sebelumnya, kini tiba saatnya saya berbagi kisah tentang tiga mahkluk berikutnya agar saya tak perlu dicap tidak adil, oleh mereka yang ingin menyebut saya begitu dan tentu saja oleh yang belum kebagian.

4. Haris Abadyah (Haris/Keling)
Haris Abadsyah bukan Haris satu Abad seperti kata Bu Lin, wali kelas kami. Lahir tanggal 30 oktober 1991, kukira ia lahir saat langit sedang gelap gulita, karena warna kulitnya berwarna gelap dan eksotis. Meskipun begitu untunglah hatinya amat terang benderang cerah berbinae, semoga saja begitu hehe.

Keling adalah nama lain dari Haris, sebagaimana ia sering dipanggil kalau kami sedang kesal. Keling pindah ke kelas kami di kelas 2 SMA XI IPA 8 asalnya dari kelas X-10. tidak seperti para pesulap, sebenernya kami sudah pernah kenal sebelumnya. Oleh sebab saya se-organisasi dengan dia. So.. He is the funniest guy, dia adalah manusia penguasa seni melipat tubuh, bareng dia saya main bola ujan ujanan disekolah, bareng dia saya main game Gunbound di X-EZ busuk net di warnet punya Twopig, bareng dia kami main futsal di STM, dan untuk bareng yang satu ini adalah bareng yang cukup saya ingat karena bareng dia, saya pernah merasa senasib hanya karena sebuah lagu kebangsaan negeri kita.

haris dan saya

Gambar 2. itu saya yang digendong sikeling sebelum saya dimangsa bocah berbaju pramuka

Saya cuma masih tidak habis pikir, karena pikir tidak mungkin habis. Permasalaahan kali ini adalah bagaimana mungkin lagu kebangsaan negeri kita, malah mendatangkan malapetaka bagi saya dan Keling. Singkat cerita kebetulan kami baru selesai upacara, kami kembali ke kelas kami duduk sejajar di bagian belakang kelas yang memiliki kaca yang bolong. Oleh sebab masih terpengaruh suasana upacara, kami yang baru masuk kelas dan duduk di bangku belakang masih bercanda-canda, ntah siapa yang memulai saya sudah lupa, yang jelas antara saya, Keling atau Azri mulai mencoba mengejek dan menirukan gerakan seorang dirigen upacara tadi pagi sambil menggerakan kedua tangan dan menirukan gayanya lalu bilang 1..2..3 kemudian saya dan keling pun menyanyikan lagu indonesia raya. Sebenarnya saya barulah menyanyi bagian awalnya saja, cuma kebetulan kecepatan suara saya yang sampai ke telinga si Bu guru lebih lebih cepat dibanding biasanya. Terdengarlah itu suara kami ke telinganya.

Belum lagi kami sampai pada bagian akhir lagu yang menyatakan bahwa negeri ini, adalah negeri yang merdeka, tiba-tiba sudah terdengar saja suara berikut.

“Haris, Aria kedepan!”, JEGER… sontak kami terkejut, tampaknya kebetulan sosok tersebut hapal nama kami, dan begitulah suara yang terdengar, yang ternyata berasal dari sosok si Bu guru yang duduk didepan.

Celaka tiga belas bagi saya dan Keling, kami pun mencoba saling mengelak sejenak, saling tunjuk-tunjukan dan yang berujung kemudian pasrah. Mau tidak mau disitulah kami,ke depan kelas menemui si Bu guru. Kami masih berusaha menolak dan berkelit, dan hasilnya… disanalah kami ¬†disuruh berdiri dengan satu kaki di depan kelas disamping meja guru disebelah papan tulis. Bukan berarti sebagai manusia kami adalah makhluk yg tak bisa berdiri menggunakan dua kaki, saya yakin si Bu guru pun sudah mengerti akan hal itu. Tapi apa boleh buat, itulah hukuman yang kami peroleh sepanjang pelajaran biologi sampai pelajaran usai.

Ah percayalah Bu guru kalau cuma hukuman seperti itu yang bisa ibu berikan kepada kami, itu pasti terlalu ringan buat kami dan menurut aaya itu amat kekanak – kanakan, meskipun apa yang saya lakukan bersama dengan si Keling sebelumnya merupakan hal yang kekanak-kanakan pula.

Saya rasa bukan hukuman itu yang membuat kami sadar, dengan hukuman semacam itu yang didapat mungkin hanya rasa kesal. Hal yang membuat kami sadar malah ucapan ibu itu setelahnya. Entahlah dengan si Keling, tapi jujur, saya sempat sejenak tertegun. “Kalian ini kalo upacara, disuruh nyanyi tidak nyanyi, sekarang lagi pelajaran ga ada yang nyuruh kalian malah nyanyi, apalagi kalian inikan kebetulan anak BKM, seharusnya jadi contoh dikelas”, ucapan itu sungguh jauh menusuk kalbu dibandingkan acara Mama Dedeh bersama Abdel ¬†di pagi hari, percaya deh. Perkara organisasi BKM malu atau tidak, kurasa organisasi itu malah harus bangga pernah menghasilkan kader yang membuat organisasi itu jauh lebih hidup. Yang pasti, ucapan itu membuatku malu sebentar, dan sampai sekarang buktinya masih saya ingat untuk kemudian terkadang lupa dan melakukan tindakan lainnya bersama si Keling ini.

Saya juga banyak kenangan bersama – si Keling yang dulunya botak, seperti seorang Dalsim dari serial mortal kombat ini, termasuk disaat anak-anak lainnya yang seusia kami ramai-ramai mendirikan komunitas di sekolah, baik komunitas motor, komunitas kelas, komunitas yang penting komunitas lah, tapi kami berdua memutuskan menjadi berbeda, kami malah bikin Partai. Partai Gerandra namanya.

Sekilas Gerandra (Intermezzo) 

Terinfluence oleh iklan partai yang terkenal dengan slogan Macan Asia berlambang kepala garudanya milik Prabowo, yang saat itu sangat tren karena diputar secara terus menerus sebagai sarana cuci otak. Saya pun akhirnya memutuskan mendirikan Partai Gerandra. Gerandra merupakan akronim dari kata Gerakan Smandu Raya, partai ini murni saya dirikan dengan serius atas dasar keisengan semata. Partai ini juga telah diakui, setidaknya oleh kami sendiri.

Saya mencalonkan diri sebagai ketuanya dan Keling .. tentu saja saya rekrut sebagai wakilnya. Visi dan misinya jelas, agar seluruh rakyat Sekolah SMAN 2 bisa bahagia dan bebas menikmati masa SMA nya di sekolah ini dengan cara mereka masing-masing, bagi siswa yang kebahagiannya adalah cabut sekolah untuk kekantin kami mengupayakan agar bisa tetap demikian dan semoga mereka tidak tertangkap guru, bagi yang kebahagian SMAnya adalah untuk pacaran kami mempersilahkan agar silahkan berpacaran asal jangan menimbulkan cemburu, bagi siswa yang suka mengerjakan PR disekolah agar tetap pula bisa demikian dan semoga tetap tidak ketauan. Dan kebahagian masing-masing lainnya yang tentu saja berbeda. Siapa yang tahu orang bisa bahagia karena apa, bukankah begitu bukan.

 

Kalian bisa bayangkan, mungkin inilah partai ideal, dan hanya partai kamilah yang tampaknya mampu menampung segala aspirasi, menjamin kebebasan dan keinginan masyarakatnya. Ini foto saya dan haris diedit dengan sederhana waktu itu masih adobe photoshop 7.0.

laris

Gambar 3. Gerandra, adalah partai yang saya dirikan bersama Haris.

Sesuai tujuan tampaknya partai kami ini berhasil menjalankan fungsinya, atau jangan-jangan tanpa adanya partai inipun, tampaknya masyarakat smandu raya, juga tetap bisa demikian. hehe

Jika bicara secara organisasi resmi disekolah, si Keling ini termasuk pejabat, dia berhasil menjabat sebagai anggota MPK (Majelis Perwakilan Kelas, semacam lembaga MPR di negara ini. dan saya sendiri di OSIS terpilih sebagai Ketua ROHIS.

Boleh kalian tepuk tangan sekarang, asal kalian tidak malu bila ada teman yang kebetulan disamping kalian dan melihatnya. Hal ini perlu dan menurut saya juga tidak berlebihan. Soalnya bayangkan, diantara 12 kelas seangkatan, masing-masing kelas terdiri dari 30 orang dengan jumlah murid 70 % nya muslim, dan diantara itu tentu banyak orang yang jauh lebih alim dari saya, tapi ajaibnya malah saya yang terpilih sebagai ketuanya, kesannya SMA Negeri 2 Medan saat itu benar-benar kekurangan orang alim. ckckc Hidup ROHIS.

Namun itu sekaligus membuktikan, bahwa pergerakan mesin partai kami ini berhasil, dan meski tidak ada orang lain yang mengetahuinya kami setidaknya berhasil menciptakan sebuah tindakan konspirasional. Hehehe.

5. Aulia Rahman (Aulia)
“Aulia” begitu nama depannya dan begitu pula ia biasa dipanggil. Atau cukup panggil “Aul” , begitu kalo kalian males berpanjang lebar untuk sekedar memanggil dan menyebutkan nama depannya. Atau cukup dengan mengeluarkan suara “Ol” yang merujuk kata “Aul” bila kau benar-benar seorang pemalas tulen yang terlalu malas untuk menyebutkan namanya, dan itu yang sering saya lakukan.

1916235_1242161449294_4103370_n

Gambar 4. Aulia sedang menyamar menjadi anak SMA dan berpura-pura sibuk memegang hape.

Tapi karena ini bersifat tulisan, bukan bersifat baik dan penyabar serta penuh kasih sayang, jadi saya tidak akan menyebutkannya dengan nama “Ol”, hal ini sungguh saya lakukan agar kalian mudah mengerti, karena kebetulan saya mau menjadi orang yang perhatian kali ini. Jadi Aulia ini lahir tanggal 27 oktober 1991, anak ke-3 dari 4 bersaudara yang semuanya laki-laki. Rumahnya juga masih diplanet bumi, di sebuah jalan yang bernama Lukah, didaerah Amplas, di sebuah kota di Indonesia yang bernama Medan.

Menurut hemat saya, kasus dia bisa berteman dengan saya cukup aneh, karena selama 3 tahun di SMA, dia sebenernya tidak pernah satu kelas dengan saya. Aulia adalah anak Kelasa IPA-3, bisa gabung dengan kami awalnya karena dia temennya si Haris.

Kebetulan kami akrab karena main game bareng, kayaknya. Bareng dia juga dulu kami sering main futsal, kami ajak dia tentunya untuk menambah anggota yang ikut patungan, akhirnya keterusan, main badminton bareng, pergi nonton bareng kita dan lain-lain, kebetulan dia selalu bersedia kalau diajak ikut, sampai ketika ada acara jalan-jalan kelas kami. Kebetulan kelas IPA-8 yang notabene adalah kelas saya, bukan kelas si Aulia mengadakan kegiatan jalan-jalan bareng sehabis UAS.Dan dia, si aulia inilah yang  juga ikut acara kelas kami.

Begitulah Aulia, mungkin dia adalah pengkhianat bagi kelasnya, seperti kata yang terdengar dari beberapa orang di kelasnya yang diucapkan sambil tertawa, tentu kita semua berharap semoga saja ucapan itu masih bermaksud sebatas candaan. hehe. Intinya mungkin Aulia adalah seorang pengkhianat tapi dia adalah sahabat yang baik bagi saya dan sahabat yang baik bagi kami. hehehe.

Kebetulan juga ternyata dia tertarik dengan salah satu teman cewe di kelas kami, yaitu si Dewi. Kisah dia dan Dewi mungkin lebih baik saya bahas di part Dewi saja. Kalo disini juga, takutnya nanti jadi panjang tulisannya, kalo panjang ceritanya takutnya kalian jadi males bacanya, kalo males baca takutnya nanti kalian jadi gatau ceritanya, kalo kalian gatau ceritanya ya buat apa saya cerita ke kalian, tau gitu daripada saya cerita ke kalian mending saya tulis kayak gini. Kalo udah saya tulis tapi kalian ga mau baca juga. Ya jadi bukan salah saya lagi kan, salahkan saja macet di simpang johor, karena memang dia selalu bisa disalahkan atas semuakesalahan dan keterlambatan.. yaudah ya.. ya gitu.. yakan. Saya harap sampai bagian ini kita bisa saling setuju.

Kisah yang paling saya ingat dengan Aulia yang paling membekas dalam ingatan tentu saja kisah aksi saling diam antara saya dan Aulia. Saya pernah berantem sama dia, saya saling tidak ngomong sama dia dalam waktu cukup lama, saya lupa berapa lama pastinya tapi sebulan sih kayaknya ada.

Mungkin saya dulu orangnya entah kenapa gitu sih, kalo ga suka sama orang, daripada saling pukul dan baku hantam, saya lebih pilih ngediemin. Mungkin sayanya dulu terlalu keras kepala dan terlalu kukuh terhadap sikap yang saya ambil. Mungkin karena saya belum cukup dewasa dalam mengontrol amarah. Mungkin karena saya dulu masih anak SMA, yang emosinya meledak-ledak, atau mungkin memang si Aulialah yang dulu memang ngeselin, sehingga emang pantesnya didiemin.

Walaupun terlalu banyak kata “mungkin” yang bisa digunakan, dan mungkin saja jawaban paling tepat adalah kemungkinan yang terakhir, tetap saja saya sekarang harus akui ke kalian kalau perilaku saya dulu itu tidak baik. Saya dulu lupa pesan nabi bahwa memutus silaturahmi itu tidak boleh, apalagi sampe lebih 3 hari. Tuhan tidak suka, dan tentu saya juga tidak suka bila Tuhan jadi tidak suka dengan saya. yee Hidup tuhan!

Anehnya meski kami berdua pernah melakukan aksi saling diam, entah kenapa kami selalu terjebak disituasi yang mengharuskan kami tetap saling bertemu dan tetap main bareng malah. Hahaha entah karena memang masing-masing tidak punya kunpulan teman lainnya, atau memang masing-masing kami sebenernya tahu bahwa kami sebenernya ditakdirkan untuk berteman bukan bermusuhan. Lagi-lagi entahlah saya a lagi males cari tau, kalian saja yang cari tau kalau kalian mau, yang jelas suasana saat itu sungguh aneh bagi saya.

Meski saya sedang punya masalah dengan si Aulia saat itu, tapi saya tidak menghasut teman untuk ikut memusuhinya. Dari dulu sih saya gitu, urusan pribadi ya urusan pribadi tak perlulah mengajak orang lain untuk ikut membenci. Makanya teman-teman lainnya memperlakukan kami dengan sama, kalau misal satunya (aulia atau saya) diajak ya pastinya satunya lagi ya ikut juga.

Karena situasi itu, kadang Teman-teman lain mungkin merasa kalo kita tidak sedang bermasalah dan tidak kekurangan, masing-masing pun tidak memihak sehingga kegiatan main bareng seolah tidak terganggu, maka situasi aneh itu cukup dibiarkan dalam waktu yang cukup lama. hehehe.

Salah satu contoh nyata yang cukup akward adalah ketika main game bola yaitu PES (Pro Evolution Soccer) di Komputer ataupun di PlayStation rame-rame. Biasalah , seperti anak-anak generasi saya dulu kami sering mengadakan kompetisi head to head kecil Рkecilan.

Untuk menjadi juara dalam kompetisi PES tersebut, seperti biasanya masing-masing harus saling mengalahkan untuk maju ke babak berikutnya, lalu disitulah akan selalu kejadian peristiwa seperti ini.

JENG.. JENG.. JENG..

DRUM..DRUMM.. TAK..

bunyi gemuruh di hati saya yang laksana pemain kosidah,

Adalah sudah tiba posisi dimana antara aku dan aulia yang mengharuskan tim sepak bola kami harus saling berhadapan satu sama lain.

Saya berusaha sok cool dan mengambil stik PS..

setelahnya  Aulia ternyata  tak mau kalah, ambil stik juga dia.

Kemudian kami memilih tim favorit masing-masing, tim saya apa ya paling kalo ga Liverpool ya BArcelona, lalu kami mengatur strategi sampe kickoff semua dilakukan tanpa ada pembicaraan dan suara yang keluar dari mulut kami. Kawan-kawan yang lain tentu saja sudah mulai tertawa kecil-kecilan.

KICKOFF pun dimulai! wasit dalam komputer sudah membunyikan peluitnya..

saya memilih diam.

pertandingan pun dimulai..

Saya memilih diam.

Hening.. hening dan hening… begitulah permainan kami, padahal bila berhadapan dengan orang lain saya ributnya bukan main dari mulai kata ejekan, kata kasar, nyanyian ketika gol, ekspresi terkejut ketika membentur tiang, wasit yang ga adil padahal dia komputer. Ya pokoknya semua yang biasanya saya lakukan sangat ekspresif kini bertolak belakang menjadi diam dan bersahaja, sementara yang lain terus menggoda dan mengejek kami. Begitu sampe permainan berakhir dan bila berakhir saya merasa lega. Itulah gambaran yang terjadi saat itu, dan itu adalah hal konyol bila saya mengingat perbuatan kami waktu itu.

Demikian juga saat main badminton, karena kami seringnya main ganda, saya biasanya tidak mau berpasangan dengan aulia, tapi kami tentu harus saling berhadapan dan gitulah, tidak jauh berbeda situasinya dengan saat main game bola. Malah menurut saya, saat main badminton ekspresi kesal masing-masing mungkin tersampaikan, jadinya malah sering tercipta permainan apik. Hahaha.

Tsubasa Ozora butuh Hyuga sebagai lawan, dan Taufik Hidayat butuh Lin Dan sebgai saingannya. Begitulah mungkin penjelasan dan cocokologi yang bisa masuk akal bila menghubungkan antara saya dan aulia waktu itu.

Kalian tentu sudah bisa membayangkan betapa anehnya situasi perang dingin saat itu. Hubungan yang cukup aneh memang. Tapi itu dulu. Semenjak saya berdamai dengannya karena kami pun sama-sama menyerah dan saling bersalaman minta maaf satu sama lain, hubungan pertemanan antara saya dan Aulia malah menjadi sangat Рsangat baik, hingga seolah rtidak pernah ada kejadian ini. Malah kalau ditanya jaman sekarang sudah terbukti dia selalu ada buat saya. Hidup perdamaian. Hidup Aulia. Hidup Saya. Hidup Amerika. Hidup Nigeria. Hidup Maladewa. Hidup Semuanya.

6. Dewi Agustina
Dewi Agustina Napitupulu begitu nama yang tertera dalam buku absen di sekolah, nama yang sama yang juga tertera pula dalam buku sakral lainnya yaitu buku uang kas kelas.

Dewi ini lahir 19 Agustus 1990, Dewi ini memang sekelas kami, tapi bisa jadi sering main bareng¬†sih saya jujur saja. Karena dulunya boleh kalian tau, dia adalah pacarnya Aulia saat SMA. “Kiww.. Kiw.. Cie..” begitulah suara burung dari jenis yang belum diketahui pasti. Hmm tapi itu dulu ya .. kalau sekarang, Oke deh saya tulis mantan berarti.

Dewi ini rumahnya di dekat Stadion Teladan, di Kota Medan. Entah teladan bagi siapa itu stadion, tapi yang paling mungkin adalah teladan bagi kota Medan. Stadion Teladan itu stadion yang cukup tua dan bersejarah bagi kota ini. Pernah menjadi stadion kebanggan dan menjadi salah satu yang terhebat dijamannya saat dulu dia baru dibangun, namun kini sudah tidak bisa lagi, sudah saatnya kota ini harusnya membangun yang baru agar punya stadion kebanggaan yang lainnya tanpa melupakan Stadion ini juga. Ya rumah pokoknya rumah si Dewi ini dekat dengan stadion ini, dari stadion ini kamu terus saja ambil jalan pelajar terus sampai simpang melewati banyak orang jual durian, lalu berbelok pada gang sehat yang ada gerejanya. itulah rumah si Dewi bila kamu ingin tahu. kalau kamu inginnya tempe, itu sih paket komplit.

Dewi ini kebetulan punya mata dua, telinga dua dan satu buah hidung tapi punya duadua lubang di hidungnya. Sama seperti kebanyakan anak SMA lainnya. Yang membedakan dengan anak SMA lainnya itu ialah, Dewi ini disekolah adalah anak paskibra. Paskibra itu Pasukan Pengibar Bendera yang selalu latihan lari di lapangan basket sekolah meski hujan badai dan panas terik matahari. Begitu isi lagu yang sering dia nyanyikan kalau dia sedang latihan rutin bersama teman-teman paskibranya yang selalu siap menyapa dengan senyuman ramah indomareet bila ada seniornya yang lewat.

Oke karena ini part nya Dewi, seperti janji saya di part Aulia, saya akan menceritakan tentang awal kisah cinta mereka di SMA.

Kisah kasih mereka di sekolah mungkin tidaklah sampai malu pada semut merah yang berbaris di dinding dan menatap curiga. Karena bila ada semut yang menatap curiga, kalau ada semut seperti itu di dunia nyata sih saya rasa hal itu cukup menyeramkan.

jadi begini ceritanya. Bismillah… semoga nggak banyak salah, kalau masih banyak salah yasudah saya mohon saya dimaafkan, tapi setidaknya untung saya sudah bismillah hehe.

Ujug-ujug ternyata Aulia dan Dewi sering berkomunikasi sebelumnya via handphone. Ujug-ujug juga ternyata kita berhasil tahu kalau Aulia ada punya rasa sama Dewi. Ujug-ujug mereka belum jadian dan entah kenapa sebagai teman yang mengetahuinya kami ingin bikin mereka jadian.

Layaknya anak SMA lainnya yang hobi menceng-cengin orang, ya menceng-cengin orang bisa dimasukan kategori hobilohdi CV/Riwayat hidup kamu saat kamu ingin melamar kerja. Saya peringatkan, bisa itu bukan berarti baik ya. Saya gatau layak atau tidak, tapi yang saya mau cerita bahwa kini tibalah hari sakral itu. Hari itu adalah hari dimana kami telah membuat rencana sepulang sekolah.

Hari itu seusai kami pulang sekolah, kami sudah merencanakan pergi makan siang bareng. Kami bawa mereka makan ke warung makan Lubuk Arai, bila kalian ingin tau tempat ini dulunya terletak di sebelah kiri Waroeng Steak yang ada di Jl Dr. Mansyur bila kau datang dan bergerak dari arah pintu I USU. Jualannya menu utamanya ikan bakar kalau ga salah. Sekarang itu tempat kenangan, sepertinya sudah tutup

Kami pun pergi hari itu, di Lubuk Arai kami tak mampu berbuat banyak karena keduanya memilih bungkam dan kami seolah menyerah karena hari sudah petang. Kami pergi dan pulang naik mobil Hani, duduk didepan Hani dan Fina. Duduk di belakang saya, Haris dan Rifqi, Rela saya duduk sempit-sempitan, karena tentu saja seperti yang kalian bisa duga, bangku tengah sudah kami siapkan untuk kedua calon mempelai. Dewi dan Aulia.

Didalam mobil saat  perjalanan pulang kami pun belum menyerah, kami pun masih berusaha menceng-cengin Aulia dan Dewi sampai kami tertawa puas, hari yang cukup membahagiakan terutama bagi saya, Haris dan Rifqi yang tak berhenti tertawa dan mengejek mereka berdua. Namun tentu hari yang buruk bagi Dewi dan Aulia yang melihat tingkah kekanak-kanakan kami. Masa bodolah yang penting kami saat itu gembira dan bisa bahagia.Terimakasih mobil Hani, terimakasih hari ini hahaha

Kami bernyanyi dan bermain di mobil sambil sedikit-sedikit tetap mengkaitkan dengan Dewi dan Aulia. Terutama si Keling dampai entah gimana ketika kami bermain lagu sepotong roti isinya mentega, si Haris keling merubah lagunya. ini saya kasih tau dulu lirik aslinya :

“sepotong roti, isinya mentega.Belanda sudah mati, ditembak Amerika. dst”

Lagu yang seharusnya begitu, kini sudah diaransemen kembali oleh keling menjadi…

“sepotong roti, isinya mentega. Belanda sudah mati, ditembak .. eh rusak kasetnya .. tembak ..tembak tembak.. tembak tembak tembak ” (terus begitu dan semakin dipercepat temponya malah)

Hari itu Dewi dan Aulia benar-benar tidak bisa berkutik, mati kutu dia, kuyakin dalam hati mereka sudah berteriak cepatlah berakhir, namun Aulia juga memilih tidak segera menyatakan perasaannya pada Dewi di depan kami.. sampai semuanya mesti pulang ke rumah masing-masing. Eh tau-taunya sepulang kejadian itu tak berapa lama mereka katanya resmi jadian. Sial, saya dikelabui ternyata.

Begitulah cerita tentang bagaimana kami bisa punya satu pasangan di grup ini, dan sayangnya kisah pasangan ini mungkin tak berlangsung lama. Sampai suatu kejadian yang memaksa mereka harus putus. Dan itu mah beda lagi ceritanya, saya rasatanya mereka saja soalnya itubukan urusan saya lagi hehe.

Tapi harus diakui mereka hebat, karena setelah mereka putus mereka tidak perlu saling musuhan dan saling membenci, malah mereka jadi bisa berteman dengan baik. Setelah itu, Dewi juga malah lebih bisa diterima sebagai bagian dari kami. Setelah lulus SMA dan kuliah di pulau Jawa saya pun jdi masih sering main bareng sama Dewi, ke Jogja kita bareng, ke Wonosobo, ke Bandung , ke Pangandaran, Ke kamar mandi tentu tidak, ya gitulah intinya. Dia mungkin paling akhir bergabung dengan kami, tapi Dewi tetep salah satu bagian dari kami itu rasanya sudah berlangsung bahkan sampai hari ini. So sweet hehe

IMG_9721

Gambar 5. Candi borobudur yang lagi mau foto bareng saya dan dewi

Entah bagaimana dulu grup kami tersebut akhirnya punya nama, namanya BALE (Bagay Lebay). Bagay itu Banyak Gaya, Lebay itu Berlebihan. Yaitulah bila ada diantara kalian yang mau tahu arti bahasa jaman dulu.

Nama Grup ini dideklarasikan secara resmi oleh kami tepatnya di Mall Grand Palladium yang terletak didepan lapangan benteng, di Medan.

Bale Koped

Gambar 6. Foto resmi setelah grup Bale terbentuk di parkiran palladium foto diambil oleh Hanny secara bergantian

Nama BALE itu pun bahkan kadang-kadang masih diikuti oleh embel embel KOPED kalo sedang kesal dibelakangnya. Sehingga menjadi BALE KOPED Family. Untuk kepanjangan KOPED aku rasa tak elok bila harus kusebutkan kepada kalian disini, dan tak perlu dibahas lebuh lanjut karena itu terkadang bersifat sementara. hehe. Itulah kisah tentang mereka berenam kalau termasuk saya menjadi bertujuh. Persis kayak dongeng berjudul Tujuh ekor Babi tanpa serigala.

Indah ya … saya rasa kalian juga punya masa SMA yang indah yang boleh saja kalian bagikan pada saya, dan tak terasa sungguh tak terasa, rasanya baru kemaren rasanya kita semua masih menggunakan seragam putih abu-abu. Ingin rasanya mengulang setiap kisah seru saat SMA, sampai tak terasa ternyata saat ini sudah sepuluh tahun berlalu sejak pertemuan kami yang dimulai sejak SMA itu. Fina dan Hanny sebentar lagi akan menjadi Dokter yang kita tau progressnya memang panjang dan banyak tahapan tidak seperti Tahapan BCA, Rifqi sudah lulus dari menempuh ilmu Teknik Mesin dan sudah bekerja bahkan sebentar lagi katanaya ada kabar baik dari dia, demikian juga Aulia yang telah lulus dari Teknik Sipil dan mulai bekerja di Medan ,lalu Haris yang juga sudah tamat dari Arsitek dan harus tinggal di Bintaro dan juga Dewi yang setelah lulus dari Akuntansi sempat kembali ke medan tampaknya sekarang akan merantau kembali dan bekerja di Jakarta . Saya sendiri, masih berada di jalur yang panjang, karena masih berkutat di Bandung melanjutkan kuliah saya lagi demi menyandang gelar seorang Magister Desain.

IMG_9088

Gambar 7. foto diambil di sebuah salon yang lagi tutup agar tidak disuruh nyalon oleh yang punya salon

Tentu semuanya sudah punya kesibukan masing-masing, tentu semuanya juga sudah ada yang berubah, dan tentu agak tidak menyangka juga kalau ternyata persahabatan kami ini bisa awet selama ini, dan mungkin akan tetap berusaha kami pelihara sepanjang hidup kami. Untuk saat ini setidaknya selama sepuluh tahun dimanapun kami berada, bila bisa bertemu kami pasti mengusahakan bisa selalu bertemu. Itu sudah terbukti, sampai saat ini tapi entahlah bagaimana kalau diantara kami nanti sudah pada punya anak .. semoga sih kami akan bisa tetap bersama hingga punya anak cucu. Aamiin.

Seperti sebuah nama pasar swalayan di Medan, kami pun akan Maju Bersama….Hidup Sujuya , Hidup Haipermat ,Hidup Kerfur dan hidup Sun Swalayan.

sampai kita berbagi lagi.

(tamat dulu).