post

Karena SMA, Persahabatan itu Ada (Part 1)

  • Bale Koped

Gambar 1. kiri-kanan : Fina, Aulia, Saya, Hanny, haris, Rifqi dan Dewi

Mari kita coba ingat…

semua ini berawal dari masa SMA, jika waktu itu kalian pernah merasa malas untuk berangkat, atau bahkan sampai terbersit di pikiran kalian untuk pura – pura sakit agar hari itu kalian tidak berangkat, entah kenapa saat itu saya tidak. Meski saya rajanya telat, saya selalu tidak sabar untuk berada ditempat itu, sebuah tempat yang begitu memberikan saya rasa nyaman dan bahagia, dan tempat itu bernama.. sekolah. Kebetulan sekolah saya di SMA Negeri 2, Medan, saya angkatan tahun 2007 – 2009 kalau tidak salah. Dari rumah saya ke sekolah, tidak terlalu jauh mungkin sekitar 2 jam dari rumah, itu sudah sama waktu minum. Kok jauh amat.… ya itu kalau ditempuh berjalan kaki, nah kebetulan saya selalu naik motor, palingan juga 15-20 menit. Terimakasih penemu sepeda motor, bapak Alexander Graham Motor bukan? hehehe.

Jadwal pulang sekolah adalah siang hari, tapi sepertinya selama tiga tahun mungkin terhitung jari berapa kali saya pulang siang, selebihnya saya hampir selalu pulang maghrib. Yah namanya juga tempat nyaman dan masa paling indah, seolah ada saja kegiatan yang mau dilakukan sepulang sekolah. Sungguh membuat hati terasa sayang, kalau saya terlalu cepat pulang.

Suasana kelas

Gambar 2. suasana kelas saya dulu waktu kelas XI IPA 8 sedang berganti baju olahraga 

Tapi boleh kalian tahu, rasa semangat saya ke sekolah itu sayangnya bukan karena ingin belajar, tapi lebih kepada keinginan saya yang ingin segera bertemu teman-teman disana. Yah itulah saya. Tujuan saya ke sekolah adalah bersenang-senang, berkumpul dengan teman sembari menuntut ilmu untuk mengisi waktu luang. Hehe

“Tujuan berangkat ke sekolah adalah bersenang-senang, berkumpul dengan teman sembari menuntut ilmu untuk mengisi waktu luang”  -Sayah sendiri

Teman… ya ada beraneka ragam dengan segala bentuk rupa teman yang ada disana. Namun teman yang saya akan ceritakan kali ini, adalah beberapa teman yang membuatku ingin segera bertemu mereka setiap hari disekolah. Mereka inilah yang mungkin menjadi salah satu sebab kenapa saya selalu bersemangat untuk ke sekolah. Dan ini adalah kisah tentang 6 sahabat saya Rifqi, Hanny, Fina, Haris, Aulia dan Dewi.

  1. Rifqi Fadli Hasibuan (Ripki/Rifoi)

Rifqi ini teman sebangku saya, dari kelas 1 SMA, tanggal lahirnya, 7 Juni 1991, rumahnya masih di planet bumi yang sama, dengan kota yang sama tepatnya Medan, di daerah Denai. Dia punya sepupu kembar yang cantik, dan kebetulan satu angkatan. Label nama dan kelas dibaju sekolahnya selama tiga tahun tidak pernah dijait, karena dia adalah manusia double-tape. Sepanjang pengalaman saya dia adalah teman berdebat paling menyenangkan. Awalnya saya kira dia anaknya pendiam, taunya sebaliknya.. dia amat banyak cakap, tapi kalau agak pemalu dan melankolis mungkin itu benar.

Saya sering cerita dengannya, cerita apa saja, tanpa ada penyaringan atau pemilihan topik. Seolah memang ada saja hal yang mau diceritakan setiap harinya. Saking terlalu sering mengeluarkan suara ribut di kelas, membuat kami mesti di pisah duduknya dikelas 2 SMA, saya pun mesti duduk dengan si Raja dibangku paling belakang kelas kami. Sayang sekali, padahal saya sangat suka menjadikan dia lawan sparring, sparring bacot. kenapa, karena biasanya komentar dari dia, selalu berhasil memancing saya membuat saya untuk berkomentar lebih lanjut. Sehari ketemu dengannya tapi tidak berdebat, rasanya kok ada yang kurang. hehe

Pernah suatu kali ada tugas sekolah yang memakai koran bekas entah tugas apa, maaf bila saya lupa. Pokoknya ada banyak sisa koran. Lalu Rifqi menggunting koran dari sebuah halaman rubrik entertainment. Waktu itu kebetulan ada yang membahas tentang artis cewek, artisnya kesukaan dia, Asmirandah. Iyah yang itu, Asmirandah yang dulu sinetronnya pasti partnerannya sama Dude Herlino si idola ibuk-ibuk komplek. Nah dia guntinglah itu gambar Asmirandahnya, lalu dia tempel itu gambar ke dia punya meja. songaj hal itu itu cukup memancing perhatian dan jadi bahan lucu-lucuan di kelas.

Pepatah itu benar ternyata, pepatah bahwa “kadang laki-laki akan berbuat hal diluar dugaan untuk wanitanya”. dan apakah ini adalah salah satu contoh nyatanya. Silakan kalian yang menyimpulkan.

Disebabkqn keesokan harinya saya dapati Rifqi jauh lebih niat lagi. Kali ini bukan hanya dari guntingan koran, gambar Asmirandah dia cari dari mbah google kemudian dia print. Dia juga mengumpulkan foto cewek lainnya dri koran dan hasil print dia, dan kemudian menempelnya di bingkai yang tadinya bingkai milik foto pahlawan yang ada dikelas. Jadilah sebuah pajangan estetis paling keren di sekolah ini.

Syahdan pajangan itu jadi pembicaraan guru, dan pembicaraan itu sampai juga terdengar ke wali kelas kami waktu itu, ibu Lin. Word of Mouth bahasa kerennya sekarang mah. Alhasil seperti yang diduga kami pun sukses di tegur bu Lin.

“Bukannya foto pahlawan yang dipajang malah gambar cewek”, begitu kira kira kata bu lin kepada kami semua satu kelas dengan muka tegas, yang kuyakin dalam hatinya ia juga ingin ikut tertawa. Lalu kami yang sebenarnya ikut terlibat, serempak menyalahkan Rifqi atas semua perbuatan tersebut. padahal sebenernya kami pun mendukung ulahnya dan seharusnya ikut bertanggung jawab. Kamu jangan kecewa Rifqi, namanya juga anak SMA, taunya hanya bahagia.

IMG_0103

Gambar 3. Saya dan Rifqi sedang di endorse produk masker di Kawah Putih 

Si Rifqi ini juga sewaktu SMA suka menceramahi kami anak-anak kelas lainnya, gayanya serasa ustad tapi dapet nilai 69 di pelajaran agama, dan jadi bahan tertawaan dikelas karena yang lain rata-rata bagus semua. Bu Lin wali kelas kami sampai ikutan heran, lalu nilai dirinya pun mulai dibeberkan didepan kelas. Dengan berbagai penjelasan dari bu Lin, anehnya bukannya malah menaikkan martabat Rifqi. Penjelasan itu malah cm membuat kami semakin tertawa. Ah maafkanlah kami semua saat itu, kami hanya tertawa karena lucu, dan bukan ingin menghinamu, meskipun itu pastinya include didalamnya. Tenang kita semua tahu kok kemampuan sesorang memang tidak bisa dinilai dari sebuah angka, dan tentunya semua itu hanya bercanda agar hidup lebih dinamis, agar ada kisah yang bisa dikenang dihari mendatang, seperti saat ini. hehe.

  1. Hanny Soraya (Hanny/Hanoy/Gendut)

Hanny lahir 4 April 1991, saya yakin seyakin yakinnya orang yakin, kalau kamu sekali kenal dengannya dan suatu hari kamu ketemu lagi dijalan kamu pasti akan ingat dirinya. Bukan karena dia cukup besar, saya ga tidak berkata demikian loh, tapi bisa saya bilang dia itu… cukup ikonik hehe.

Hanny ini temen dari semenjak les waktu SMP di lembaga bimbel (Bimbingan Belajar) yang ada iklannya di TV dulu dengan Rano Karno sebagai bintangnya. kamu yang hidup di era sqya pasti taulah apa bimbelnya.

Setelah lulus SMP, tau-taunya kami malah sekelas saat SMA, seorganisasi pula, sepermainan pula. Hanny anak semata wayang di keluarganya, dia orang baik dan sekaligus terlebay di masanya. Bagian terakhir ntah kenapa saya begitu yakin.

Dia lebay mungkin pengaruh film drama yang ditontonnya, apalagi dramanya drama korea, saya takut dia memimpikan hidup seperti itu. Padahal hidup nyata mah jauh lebih dinamis daripada itu. hidup nyata juga memang tidak sempurna. dan ketidaksempurnaan adalah bagian keindahan hidup.

Saya ingat dulu sekali, pertama kali ke rumahnya kami pernah main billiard dan bulutangkis saat masih ada lapangan dirumahnya. Saya juga ingat. kemana-mana kalau yang biar pergi barengan, ya naik mobil Hanny. Maklum jaman sekolah saya dulu, yang bawa mobil kesekolah itu masih sedikit, tidak seperti jaman sekarang yang kalau saya sedang kebetulan lewat jalan polonia dan melewati bekas sekolah saya dulu itu, tampaklah parkiran mobil sampai ga muat lagi di bekas sekolahan saya dulu dan sampe parkir ke jalan-jalan.

Nah harus diakui Hanny adalah salah satu sahabat saya yang paling baik ke saya. Saya suka ngejekin dia, tapi bukan hanya saya saja sih, yang lain juga kok. Saya pernah ngejekin dia truk gandeng lah kalau pas dibelakangnya kebetulan ada taufik yang duduk juga, ikan pauslah, sungguh perbuatan saya itu sangat jahat.

Tapi sebenernya untuk orang yang baik ke saya, dan tetep saya ejek, itu berarti saya anggap dia sahabat, dan tentu semua itu hanya bercanda jangan dimasukan kedalam hati apalagi saya juga tahu Hanny orang kuat, hehe. Kan terlalu sayang aja bila hati kita di isi untuk saling membenci, toh jangan-jangan benar, kalau dunia ini diciptakan oleh Tuhan yang sedang bercanda. Saya harap dia bisa memaafkan semua candaan saya.

saya disuapin

Gambar 4. Saya waktu mau dimakan Hanny, eh disuapin oleh Hanny.

Sama hanny juga kami ikut kemping PMR kemana-mana bareng, sama Hanny dan lainnya kami sering pergi berenang, si Hanny memang jago renang. sama Hanny juga kami seengaknya kadang jadi MC (Master of Ceremony) bergaji dua puluh ribu sehari di acara sekolah hahaha.

Dan saya juga pasti mengingatya, waktu saya mau kebandung buat kuliah dulu juga, dia kasih saya action figure luffy dan sanji yang masih ada sampe sekarang, saya simpan kok.  Menurut saya sendiri, saya adalah orang yg menghargai pemberian org lain.

  1. Fina Fadilla Mayasari (Fina/Pina/Pintoy)

Fina lahir tanggal 8 Januari 1991, Hari pertama masuk, kesan terhadap dirinya agak sedikit garang , dia duduk disebelah Hanny dari dulu, suaranya cukup garang, dia memperkenalkan dirinya. itulah kesan pertama saya, angker. Tapi ternyata setelah kenal orangnya baik, bahkan waktu saya ulang tahun meski baru kenal dia kasih saya dompet planet ocean warna hitam, itu saya pakai terus sampai hilang kalau ga salah, yah untuk itu maafkan saya.
Fina yang kami kenal dulu memang cukup baik, bayangkan saja sepanjang kelas 2 sampe kelas 3 entah berapa kali kami sudah bermain kerumahnya untuk main bulutangkis dilapangan rumahnya, dari lapangannya masih alakadarnya, lalu direnovasi sampai ada tulisan S.B.C ditengahnya seperti lapangan standar. Kuat kami duga kepanjangan S.B.C adalah Sulistyawan Badminton Club, ya kami menduga karena nama Bapaknya kalo gak salah ya Sulistyawan itu. Hehe.

Lapangan badminton SBC

gambar 4. Lapangan badminton legendaris di rumah fina, SBC. 

Sehabis main bulutangkis tak jarang kami menumpang makan, dan menumpang minum, tapi tidak menumpang mandi, menumpang pipis dan buang setoran sih sudah pasti kalau sudah tidak kuasa menahannya.

Fina anak semata wayang juga kalo gak salah dikeluarganya, ia juga dulu mau-maunya mentraktir anak SMA laki-laki kere bermodal bacot dan tawa seperti kami. Oh Fina, dulu kamu begitu baik dan kami para rombongan lelaki ini begitu kejam.
Kisah yang paling saya ingat oleh kami sampai hari ini tentu saja kisah fina yang melibatkan si Taufiq Hidayat, nama sebenarnya, dan kebetulan bukan pemain bulu tangkis, tapi ia adalah teman sekelas kami.

Taufik atau lebih sering di panggil Twopig oleh saya dan lainnya, kami panggil begitu, karena panggilan itulah yang berhasil membuat dia marah.

Kami memang sering pergi jalan bareng-bareng, dan biasanya si Twopig ini tidak pernah mau ikut kami. Entah kenapa si Twopig ini mendadak belakangan suka ikut kami pergi, ke Pantai Cermin Theme Park dia ikut, kami pergi nonton dia ikut, pergi jalan-jalan dia ikut, kalau kami ke rumah masing-masing barulah dia tidak ikut. Saya sih awalnya berpikir dia mau ikut karena mau bareng kami. Saya berpikir Twopig berubah, tapi terlalu mencurigakan karena dia tetaplah seorang Twopig. Dan kami cukup tau bagaimana Twopig sebelumnya. Usut punya usut dan selidik punya selidik kami mendapati kenyataannya yang mencengangkan.

Fina sudah cerita ke kami kalau sepertinya dirimu suka sama dirinya. kami bertiga Saya, Rifqi dan Hares sama sekali tidak percaya. Fina pun mempersilahkan dan mendukung kami untuk mencari tahu kebenaran tersebut dan membuktikannya sendiri.

Dikelas dan rumah Haris kami merencanakan rencana ini. Disepakati pula kami akan menggali informasi dari Twopig sendiri melalui chat Fesbuk, karena kami tau, seorang Twopig pasti online fesbuk sehabis pulang sekolah. kami pelajari itu dari kebiasaanmu dan kami tahu karena kami sering berkunjung ke warnet milikmu.

Tibalah saatnya melancarkan aksi. Boleh kalian tahu lagi, kalau sebenernya saya malas pakai akun saya, tapi mereka semua berhasil memaksa dan meyakinkan saya bahwa hanya akun sayalah satu – satunya yang mempunyai nilai tukar yang nantinya akan memuluskan langkah Twopig agar bercerita dan akan segera mengakuinya secara jujur.

Melalui akun fesbuk milik saya, yang dibajak mereka, kami pun beraksi, kami melancarkan aksi kami di kantor keluarga Haris karena disana ada koneksi internet. Letak kantornya persis disebelah rumah Haris, dan kami masuk lewat pintu samping. kami benar-benar berasa bagaikan sheelock holmes dan seseorang yang berprofesi sebagai detektif tulen yang mencoba menyelesaikan sebuah kasus. Saya kasih bocoran sedikit, kalau Rifqi adalah orang paling bersemangat.

Saya sudah pasti lupa detil chatnya saya bukan gajah, dan setahu saya gajah juga tidak ngechat. Tapi saya masih ingat garis besarnya. Intinya kami mulai dengan chat dengan Twopig secara sewajarnya, tanya soal game atau apalah saya benar-benar lupa, blablabla dan casciscus dan segudang basa basi busuk terjadi. Soal itu, saya yakin kami cukup ahli.

Sampai akhirnya tibalah waktunya, kami minta Twopig untuk curhat, kami kenal benar Twopig, yang namanya Twopig tidak akan memberikan sesuatu tanpa ada sebuah pertukaran yang membuatnya merasa impas. Maka disinilah akun saya mulai menjalankan fungsinya kebetulan saya memang punya rahasia soal kisah pribadi saya.

Mulailah mereka mengarang soal kisah saya, blablabla wehwehweh, dia percaya, tertawa, dan mencoba menyemangati saya karena tentu saja pikirnya yang ngechat dengan dia itu saya, merasa menang dia. Tak tau apa dia, kalau dia sedang dikibulin lelaki-lelaki haus kebenaran.

Selanjutnya setelah dia merasa mendapatkan sebuah kemenangan kini tiba saatnya untuk gantian bertanya tentang dirinya. Perlahan tapi pasti, kami mulai mengarah ke arah yang kami mau. Jika dilihat di chat akun saya waktu itu, pastilah chat saya terlihat kalem dan bercerita santai, tapi ketahuilah susasana yang ada diruang kami melancarkan aksi, jauh dari kata santai, suasana kami sungguh riuh, penuh tawa dan ramai untuk setiap kata yang kami pilih. bersorak sorai dan saling pukul terjadi.

Kini tiba saat Twopig mengakuinya, Twopig bilang dia memang lagi suka sama seseorang. “Bingo, that’s a clue!”, galigaligali dan terus galigaligali, dia mengaku orangnya sekelas dengan kita pula, clue berikutnya. Terus dia bilang wanita tersebut berinisial ‘P’, sudah pasti cluenya komplit, dan jawabannya adalah ‘pina’, tapi sungguh kami terkejut bukan kepalang kalau benar apa yang diduga oleh Fina.

Kami melanjutkan kepura-pura tidak tauan kamu, kami coba tebak lagi kami bilang tidak ada nama cewe dikelas yang pake nama “P”, dengan bercanda kami jawab saja jawab saja “Pikri?” , “Bukan, masa cowo!” begitu katanya. “Pitri?” , kebetulan memang ada yang bernama Fitri dikelas kami, “bukan” jawabnya lagi. dia ketawa .. pikirnya saya bodoh, Dia tak tau aja siapa saat ini yang menertawakan siapa.

Cape, akhirnya kami jawab “Pina”, awalnya gak mau ngaku dia, tapi lama kelamaan mengaku juga dia. Ternyata benar Twopig suka sama Fina tentu kami tertawa, tapi kami ketawa bukan karena kami menertawakan rasa cintamu fik, saya yakin kami tertawa daat itu karena lebih kepada kami memang sama sekali tidak menyangka.

Biar berjalan normal, kami lanjutkan basa-basi dan penasaran untuk tanya kenapa dia bisa suka sama Fina teman kami, dan dia menjawab “namanya juga cinta, kaupun aneh”. dan kata itu kemudian yang dijadikan quote oleh Haris, untuk keesokan harinya dipakai sebagai lawakannya ketika ada kesempatan.

Padahal apa yang diungkapkan Twopig saat itu memang benar. Jatuh cinta memang terkadang tidak perlu alasan. Mencintai bukan sebab Karena. Itulah cinta menurut Twopig. Twopig secara tidak langsung mengajarkan apa itu arti cinta dan sayangnya kami waktu itu belum sadar. hehe

Sebagai sebuah pencapaian dan bukti otentik hasil kerja sebgai detektif hari itu, percakapan kami antara akun fesbuk saya dan akun fesbuk Twopig g dengan niat kami screenshot dan di print. Setelah di print keesokannya kami serahkan sama Fina karena dia yang minta, sungguh kejam.

Ingat Fiq, sekali lagi aku sampaikan kami tertawa bukan karena menertawakan rasa cintamu, percayalah dalam hati, saya sangat mendukungmu untuk maju kawan, tidak ada yang salah dari lelaki yang berjuang. Hanya saja sangat disayangkan memang Fina belum mau waktu itu. Dan tidak ada rasa cinta yang dapat dipaksa.

Oh Taufiq maafkan saya bila ternyata kamu malah membaca tulisan ini, sungguh sebelumnya saya tidak ada niatan membohongimu. Ketahuilah saya pun hanya dipaksa oleh yang lainnya, dan yang lainnya pun mungkin hanya dipaksa juga oleh keadaan. hehe

Entah kenapa saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menceritakannya kembali, saya memutuskan menceritakannya karena mengingat ini adalah peristiwa yang sudah cukup lama, saya rasa kamu bahkan sudah melupakannya. Siapa tahu dengan kisah ini kita semua bisa bersama mengenang kisah bahagia SMA kita dan bisa berbagi kebahagian untuk orang lain yang membacanya.

Kenapa jadi cerita tentang kamu ya Fiq,   padal saya ini kan lagi cerita tentang Fina. dasar Twopig.

Itu dululah ceritanya, cerita SMA memang ga ada habisnya dan sayanya cape juga nulisnya rupanya. setengah bagian lagi akan saya ceritakan di bagian selanjutnya.

kontes SMA

Gambar 5. kontes ketampanan di kelas saya.

Untuk saat ini silakan kemana mana, karena saya memutuskan lebih baik
bersambung ke Part 2.

Part 2 klik disini.

post

Selamat Hari Raya Idul Fitri

hari ini adalah hari raya..
Hari raya adalah hari dimana tak seorang pun yang boleh bersedih, semua orang tampak merasakan kegembiraan..

inilah hari dimana seluruh alam semesta turut bersuka cita, harus dirasakan oleh setiap orang baik yang sedang terkena musibah ataupun mendapatkan nikmat yang tak terduga..

katanya juga inilah hari yang dipenuhi kebaikan, kebesaran hati, dan penuh kemenangan..

oleh sebab hari raya,
maka saya bikin video ini, agar kalian jadi buka yutub dan menghabiskan kuota.

tapi bukan sebab hari raya,
sayapun jadi minta maaf, itu semata karena sayanya sadar pasti pernah bikin salah sama kalian semua, dan meminta maaf tentu boleh kapan saja.

dan inilah video yang saya buat untuk menyambut hari ini..

sebuah video berisi permohonan maaf dari saya bila ia diputar … dan sila menyaksikan!

https://www.youtube.com/watch?v=wrOWCAJoo5I&list=PLSWnxGmGhDNlP1fGLk6arl_WYu4DaRg62&index=5

Selamat Datang Makhluk Terpilih!

Adakah sebelumnya kalian akan menyangka?

Bahwa diantara banyaknya alamat situs di internet yang bertebaran dan besarnya kesempatan kalian untuk memilih situs mana saja yang bisa dkunjungi saat ini, tapi kalian malah ada disini dan mampir berkunjung ke laman website saya. Pernah? Tentu saja, tidak.

Tapi itu sih berbeda dengan saya yang sudah menyangka sebelumnya, Saya sudah menyangka bahwa saya pun ternyata  sama. Saya memang sama tidak menyangkanya kalau yang bakal berkunjung itu bakalan kamulah orangnya. Tapi kamu boleh tenang, sebab ada satu yang bisa saya pastikan, saya berani pastikan kalau semua ini bukanlah suatu kebetulan, dan bisa jadi  menandakan bahwa kalian adalah makhluk yang terpilih. Terpilih secara kebetulan, untuk mengklik halaman website ini.

Baca pernyataan tadi, memang bisa bikin pusing. Saya pun harusnya demikian, tapi sayangnya kali ini sayanya sih tidak, karena sebelum nulis ini, saya memang sudah pusing duluan.

Daripada kita mulai saling memusingkan satu sama lain, perbolehkanlah saya menyampaikan ucapan selamat terlebih dahulu.

Selamat datang di sini, di tertawaria.com 

Website ini, banyaknya berisikan tentang segala hal yang akan dibahas dari perspektif saya. Kenapa seolah-olah laman ini isinya bakal melulu tentang saya yah, … yah namanya juga website saya.

Jadi layaknya kiamat yang memberikan peringatan sebelumnya, setidaknya saya pun sudah memberi peringatan terlebih dahulu, sehingga nanti kalian tak perlu kecewa.

Kalau diingat-ingat, sudah lama sekali rasanya saya ingin memiliki sebuah tempat untuk berbagi dan mendengarkan suara hati saya, secara khusus dalam sebuah website personal yang berisikan berbagai tulisan dari saya, seperti ini. Saya amat sadar, untuk orang yang hidup segenerasi saya, boleh jadi ini sudah sedikit terlambat. Untungnya kalau terlambat dalam kasus ini, saya tidak perlu berbaris dan menyerahkan kuku saya untuk dipukul dengan penggaris rotan, seperti jaman SD yang bahagia dulu.

Tak ada maksud lain dalam membuat website ini, selain menjadikannya sebagai salah satu bukti keberadaan saya. Disini  secara bebas saya bisa menyampaikan  pesan, bahwa inilah saya. Saya disini adalah  salah satu sample dari spesies manusia yang pernah tinggal di dunia. Saya juga ingin bilang dengan lantang bahwasanya “saya” adalah “saya”,  dan “saya yang adalah saya” ini tentu ingin dibedakan sebagai sebuah individu yang berbeda diantara sekitar 7 miliar manusia.

Diantara banyaknya jumlah manusia itu, tanpa karya, akan sulit memang untuk membuat kita tidak hilang begitu saja dan dilupakan didunia, Padahal setidaknya saya ingin cucu saya mengetahui kakeknya orang yang seperti apa.  Saya pun  terusik dengan berbagai pernyataan yang serupa dari Pramoedya Ananta Toer berikut ini,  dan saya pun mantap  memutuskan untuk mulai menulis.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”
Pramoedya Ananta Toer

Lantas kenapa tertawaria? tertawaria dipilih sebagai nama laman website saya, karena  harapannya adalah bisa membuat anda (sukur-sukur) bisa tertawa.  Makanya nama laman ini diawali dengan kata tertawa, lalu kebetulan nama asli pemberian orang tua saya sendiri adalah aria. yaudah aja kalau digabung jadinya kan tertawaria. Bagus kan? …

Saya ngerasanya sih bagus yah, tapi itu memang baru saya sendiri sih yang bilang hehehe, toh kalau kamu boleh tau masing-masing orang itu memang benar, setidaknya menurut mereka sendiri.

Pokoknya bagus sajalah yah, lagian kalau ditinjau dari segi filosofis bukankah saat kita mulai tertawa karena hal yang sama, berarti saat itu jugalah sudah bisa dipastikan bahwa ada kesamaan di antara kita.hehehe.

Begitulah hidup menurut saya, tak perlu melulu kita harus mempersoalkan perbedaan, meskipun secara individu pastinya kita ingin dibedakan, namun secara spesies dan makhluk sosial kita itu sama, sama-sama manusia. Oleh karenanya daripada kita bertikai karena berbeda, bukankah lebih lebih baik kita hidup damai dengan mencari kesamaan. Dan demikianlah penutupnya yang mungkin ga nyambung,  akhir kata..

Selamat berkunjung, wahai kalian makhluk terpilih!