post

Al-Petuah bin Disa’in

Mukadimah

Sudah lebih dari dua tahun lamanya ternyata saya mengambil kuliah lagi, tepatnya mengambil kuliah jurusan Magister Desain di Institut Teknologi Bandung sejak 2015 Masehi waktu yang silam. Tak terasa para teman seperjuangan ternyata sudah ada yang diwisuda pada hari jum’at lalu, persisnya pada tanggal 20 oktober tahun 2017 kemarin. Mulai saat ini, tampaknya satu – persatu mahasiswa lainnya pun perlahan akan segera menyusul menanggalkan gelar ke Maha-annya dan dikembalikan lagi ke masyarakat.

Selama kurang lebih 2 tahun ini, beragam ilmu dan teori terutama dalam bidang desain masuk dan tertransfer kedalam kepala para mahasiswanya melalui para dosennya yang berperan layaknya sang penyampai ilmu. Sadar atau tanpa sadar selain ilmu dan teori yang disampaikan, disaat yang bersamaan pula beragam petuah dan ucapan pemikiran para pengajar seringkali terlontar, dan bertebaran di sela – sela proses transfer ilmu.

Selain mencatat beragam teori yang disampaikan , entah kenapa awalnya saya juga seringkali tak sengaja mencatatkan berbagai pernyataan diluar teori yang juga dilontarkan oleh para dosen. Sayang seribu sayang rasanya , akhirnya sebelum akhirnya menguap dan musnah saya pun memutuskan untuk mencoba mencatatkannya juga kedalam buku catatan saya yang tulisan aslinya seperti resep dokter. Tulisan tangan saya memang jelek, penggambarannya adalah persis seperti tulisan resep dokter, sudah resep dokter, resepnya dari dokter Thailand. Begitulah gambaran jikalau engkau ingin mengetahui seberapa tak indahnya tulisan tangan saya.

Gambar 1. salah satu contoh dari tulisan tangan pada catatan saya.

Seperti yang telah saya sampaikan tadi, saya pun sering mencatat berbagai pernyataan ataupun petuah yang dilontarkan oleh para dosen, laksana seorang pencatat Hadist yang melaksanakan tugasnya. Boleh engkau tahu, pada umumnya sebagian besar petuah yang saya catat ini sebenarnya letaknya tersebar dan tidak menentu diantara catatan teori lainnya. Namun dengan dituliskannya tulisan ini, berarti saya telah sebisa mungkin berusaha mengumpulkan dan menyadur segala petuah yang bisa saya temukan didalam buku catatan saya dan memindahkannya kedalam bentuk digital seperti ini.

Gambar 2. bentuk asli  dari catatan saya dan disanalah bertebaran petuah yang harus diidentifikasi terlebih dahulu

Dalam pencatatan saya selalu berusaha sebisa mungkin menuliskannya tanpa adanya penambahan dan pengurangan kalimat bila hal itu tidak terlalu diperlukan untuk memperjelas maksud dari petuah, hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian ucapan atau ke-shahihan petuahnya. Sebisa mungkin pula saya akan melihat kembali dan mencantumkan tanggal perkara petuah tersebut disampaikan. Hampir sebagian besar catatan saya tercantum jelas tanggal kejadian perkara, namun beberapa mungkin ada yang luput dan menjadi kabur namun masih bisa diperkirakan. Beberapa kesalahan dalam sejumlah minor ini murni oleh sebab kekhilafan saya sebagai insan manusia yang tak luput dari kesilapan sewaktu mencatat tanggal perkara.

Gambar 3. 4 buah buku catatan saya yang dijadikan referensi

Untuk menghemat waktu membaca, marilah langsung saja kiranya saya persembahkan catatan petuah saya yang berasal dari 4 buah buku catatan saya sebagai sumbernya dan dicatatkan dengan proses selama dalam kurun waktu dua tahun antara tahun 2015 hingga 2017 Masehi. Kumpuan petuah inipun saya sebut dengan nama “Al-Petuah Bin Disa’in”. Bagi mereka yang merasa ini bermanfaat, semoga menjadi amal berkah bagi saya dan dapat dipergunakan sebaik- baiknya, karena amalkanlah walaupun satu petuah. Bagi yang merasa kurang bermanfaat, marilah kita ingat kembali bahwa sesunggahnya ini adalah sekedar hiburan dan bila engkau terhibur maka akan menjadi manfaat juga pada akhirnya.

Al-Petuah bin Disa’in binti Semester Awal

“Kebudayaan adalah pencapaian tertinggi dari pemikiran manusia”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Desbud, 24 Agustus 2015)

“Desain masuk akal, Seni tidak harus masuk akal”
(Dr. Achmad Syarief, MSD. alias Kim Jongil sundevil dalam MIP, 24 Agustus 2015)

“Budaya Barat yang mengglobal bukanlah propaganda, tapi fakta sejarah”
(Prof. Widagdo alias The Walruss dalam SSD, 26 Agustus 2015)

“Mall adalah tempat yang seolah – olah, membentuk karakteristik yang mengambang”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Desmed, 9 September 2015)

“Buruh yang paling tersiksa adalah karyawan Mall”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Desmed, 9 September 2015)

“Manusia itu hakikatnya bermain”
(Dr. Intan Rizky Mutiaz M.Ds. alias Dewa Ngeles dalam Teokom 6 Oktober 2015)

“Islam menggantikan pakaian Hindu”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Desmed, 28 Oktober 2015)

“Semua pendapat benar, paling tidak bagi yang menyatakannya”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Desbud, 2 November 2015)

“Kalau tidak ada, ya tidak ada”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Desmed, 2 November 2015)

“Cari semangat yang ada pada zamannya, karena desain adalah produk budaya yang merepresentasikan suatu zaman”
(Prof. Widagdo,Dipl.Inn.Arch. alias The Walruss dalam SSD, 4 November 2015)

“Desain adalah suatu representasi suatu zaman, tugas desainer adalah merepresentasikannya”
(Prof. Widagdo,Dipl.Inn.Arch. alias The Walruss dalam SSD, 4 November 2015)

“Semua itu ada dasar – dasarnya, yang ada itu tidak ada, yang tidak ada itu menjadi”
(Prof. Widagdo,Dipl.Inn.Arch. alias The Walruss dalam SSD, 4 November 2015)

“Sistem komunis hancur dari dalam karena ia menganut sistem yang tidak manusiawi, ambruk dan rubuh sendiri”
(Prof. Widagdo,Dipl.Inn.Arch. alias The Walruss dalam SSD, 4 November 2015)

“yang membedakan orang gila dan seniman adalah karyanya”
(Harifa Ali Albar Siregar S.Sos.,M.Ds, Pai anak gondrong dalam Desbud, 10 November 2015)

“one man, one vote adalah sistem yang dikembangkan oleh Amerika”
(Prof. Widagdo,Dipl.Inn.Arch. alias The Walruss dalam SSD, 11 November 2015)

“Amerika jualan ayam sampai sini, demikian juga burger”
(Prof. Widagdo,Dipl.Inn.Arch. alias The Walruss dalam SSD, 11 November 2015)

“Teknologi itu meninabobokan kita”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Desmed, 11 November 2015)

“Anak sekarang hebat, karena bisa multitasking”
(Dr. Imam Santosa M.Sn. alias bapaknya bang tito dalam Teodes, 18 November 2015)

“Keindahan itu nisbi, dimana keindahan, keindahan itu ada dihati”
(Dr. Imam Santosa alias bapaknya bang tito dalam Teodes, 18 November 2015)

“Modern itu adalah sebuah puncak”
(Dr. Imam Santosa M.Sn. alias bapaknya bang tito dalam Teodes, 18 November 2015)

“Modernisme itu tidak mudah menerjemahkannya, dia membuat hakikat”
(Dr. Imam Santosa M.Sn. alias bapaknya bang tito dalam Teodes, 18 November 2015)

“Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri”
(Dr. Imam Santosa M.Sn. alias bapaknya bang tito dalam Teodes, 18 November 2015)

“Jangan bicara bagus, bicara manfaat”
(Dr. Imam Santosa M.Sn. alias bapaknya bang tito dalam SSD, 2 Desember 2015)

Al-Petuah bin Disa’in binti Semester Pertengahan

“Hari ini kita diminta untuk menjadi seorang spesialis yang juga seorang generalis”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep stroberi dalam Isu Kontemporer, 20 Januari 2015)

“Nonton film jelek yuk”
(Dr. Intan Rizky Mutiaz M.Ds. alias Dewa Ngeles dalam Destink, 20 Januari 2016)

“Kalau mengkritik, jangan mengkritik penuisnya tapi kritiklah tulisannya”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Isu Kontemporer, 27 Januari 2016)

“Sudah tau jelek, diriset juga”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep Stroberi dalam Isu Kontemporer, 27 Januari 2016)

“Dunia idealis hanya ada di kampus”
(Dr. Prabu Wardono M.Dsg. alias prabu so what dalam Psikologi Desain, 27 Januari 2016)

“Ada inovasi palsu ada Inovasi beneran”
(Dr. Dudy Wiyancoko alias Dudy keluar negeri dalam Teori Desain, 2 februari 2016)

“Manusia itu sombong, tapi tangannya terbatas maka ia menciptakan tool untuk memperpanjang tangannya”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 5 februari 2016)

“Desain harus sengaja”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 5 februari 2016)

“Kalau bisa balik ke masa lalu, maka ilmu arkeologi tidak perlu ada”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 5 februari 2016)

“yang membuat dirinya manusia pertama kali ialah berjalan tegak”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 5 februari 2016)

“Perasaan itu evolusi”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 5 februari 2016)

“Perubahan terjadi karena lingkungannya berubah”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM,10 februari 2016)

“Tubuh manusia itu unik, batas tubuh manusia sangat tidak terduga”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 10 februari 2016)

“Desain pun berevolusi”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 10 februari 2016)

“Lingkungan penuh misteri dan masalah, tugas kita untuk menemukannya dan menjadikannya inspirasi”
(Dr. Prabu Wardono M.Dsg. alias prabu so what dalam Psikologi Desain, 10 februari 2016)

“Faktanya Amerika sampai sekarang belum bersedia menandatangani bahwa negerinya penghasil polutan terbesar”
(Dr. Dwinita Larasati, MA. alias Tita BCCF dalam suistainable design, 16 februari 2016)

“Imajinasi adalah kemampuan awal manusia untuk berkreasi”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM,17 februari 2016)

“Everybody has experience and perceive his/her judgement”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 17 februari 2016)

“Otak manusia cenderung mensederhanakan dibanding memikirkan suatu yang kompleks”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola 17 februari 2016)

“Kalau mau mendesain yang bagus harus banyak melihat desain yang bagus”
(Dr. Prabu Wardono M.Dsg. alias prabu so what dalam Psikologi Desain, 17 februari 2016)

“Bila semua sepadan, tidak ada yang diingat”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 24 februari 2016)

“Imajinasi bisa menciptakan imajinasi”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 24 februari 2016)

“Ketergantungan yang membuat kita merasa comfort”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 24 februari 2016)

“Tarzan tidak makan ayam karena ayam teman tarzan”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM,24 februari 2016)

“Proses dari nyata ke virtual menghasilkan distorsi”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 24 februari 2016)

“Radikal itu adalah orang yang mengakar”
(Prof. Yasraf A. Pilliang alias Abu Yasraf mbulet dalam semiotika, 29 februari 2016)

“Orang pintar suka terlihat bodoh, orang bodoh suka terlihat sok pintar”
(Dr. Intan Rizky Mutiaz M.Ds. alias Dewa Ngeles dalam Destink, 1 Maret 2016)

“Manusia modern sudah jarang berpikir”
(Harifa Ali Albar Siregar S.Sos.,M.Ds, alias Pai anak gondrong dalam Isu Kontemporer, 2 Maret 2016)

“Desain dapat masuk ke ranah spiritual:
(Harifa Ali Albar Siregar S.Sos.,M.Ds, alias Pai anak gondrong dalam Isu Kontemporer, 2 Maret 2016)

“Kebanyakan manusia modern saat ini menjadi zombie”
(Harifa Ali Albar Siregar S.Sos.,M.Ds, alias Pai anak gondrong dalam Isu Kontemporer, 2 Maret 2016)

“Kita memiliki sifat kebinatangan, itu normal”
(Harifa Ali Albar Siregar S.Sos.,M.Ds, alias Pai anak gondrong dalam Isu Kontemporer, 2 Maret 2016)

“Design might be abduction”
(Prof. Takaaki Bando alias Teman luar negeri dudy dala teori desain, 8 Maret 2016)

“Sebab simetri adalah kesan keangkuhan”
(Dr. Dudy Wiyancoko alas Dudi pergi keluar negeri, 8 Maret 2016)

“Fungsi brand ialah membuat konsumen tidak merasa asing”
(Dr. Achmad Syarief, MSD. alias Kim Jongil sundevil dalam MPD, 15 Maret 2016)

“Pasar Suka mengkondisikan kita menjadi tidak kreatif”
(Dr. Dudy Wiyancoko alas Dudi pergi keluar negeri, 15 Maret 2016)

“Manusia tidak pernah bosan, karena manusia menciptakan hal yang baru”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 16 Maret 2016)

“Populasi menciptakan eksistensi”
(Dr. Andar Bagus Pranowo alias Andar pemain biola dalam DFM, 16 Maret 2016)

“Lebih menarik merencanakan weekend dibanding kuliah”
(Prabu Wardono alias prabu anti mecin dalam Psikologi Desain, 16 Maret 2016)

“Jika orang dihadapkan pada kebanyakan yang jelek maka yang biasa akan terlihat luar biasa”
(Prabu Wardono alias prabu anti mecin dalam Psikologi Desain, 16 Maret 2016)

“Ada faktor yang membuat seseorang bersifat adaptif”
(Prabu Wardono alias prabu anti mecin dalam Psikologi Desain, 16 Maret 2016)

“Does not start with the answer but about asking the right question”
(Dr. Intan Rizky Mutiaz M.Ds. alias Dewa Ngeles dalam Destink, 1 Maret 2016)

“Design thinking bukan permasalahan ego desainer”
(Tita Larasati alias tita bccf dalam destink, 1 Maret 2016)

“Makna bisa melebihi values yang sesungguhnya”
(Dr. Achmad Syarief, MSD. alias Kim Jongil sundevil dalam MPD, 5 April 2016)

“Media/wacana membuat kita tidak menjadi diri kita lagi”
(Prof. Yasraf A. Pilliang alias Abu Yasraf Mbulet dalam semiotika, 2 April 2016)

“Kita bukan lagi makhluk individu tapi sudah menjadi dividual”
(Prof. Yasraf A. Pilliang alias Abu Yasraf mbulet dalam semiotika, 2 April 2016)

“Budayawan adalah orang yang definisinya tidak jelas”
(Prof. Yasraf A. Pilliang alias Abu Yasraf mbulet dalam semiotika, 2 April 2016)

“Cita – citaku adalah menjadi seorang budayawan”
-Saya sendiri setelah mendengar definisi budayawan dari abu yasraf

“Posmodern selalu tidak punya solusi, posmo menarik karena membuka pikiran”
(Harifa Ali Albar Siregar S.Sos.,M.Ds, alias Pai anak gondrong dalam Isu Kontemporer, 5 april 2016)

“Penyesalan selalu dating terlambat, kalau diawal itu pendaftaran”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 5 april 2016)

“Kegagalan yang menyebabkan musibah manusia itu sendiri”
(Dr. Andar Bagus Sriwarno, M.Sn. alias Andar pemain biola dalam DFM, 5 april 2016)

“Matinya pengarang adalah matinya imajinasi”
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum. alias Acep stroberi dalam Isu Kontemporer, 2016)

“Pada ilmu kreatif, kegagalan itu belum tentu, hanya tidak diterima di jamannya
(Dr. Acep Iwan Saidi S.S.,M.Hum.alias Acep stroberi dalam Isu Kontemporer, 2016)

Al-Petuah bin Disa’in binti Semester Akhir

“Dalam aspek filsafat estetika seni, desain belum dianggap memberikan alternatif pemikiran tentang keindahan yang bermakna”
(Dr. Irfansyah alias pak baju putih coklat 1 Agustus 2016)

“Kerennya dalam desain selalu mencari penyelesaian yang berbeda”
(Dr. Irfansyah alias pak baju putih coklat 1 Agustus 2016)

“Ibu – ibu kalau ga ngobrol, stress”
(Togar Simatupang alias bapak yang masuk sekali dalam Bisdes, 26 Agustus 2016)

“Sesuatu yang kuno kalau mau tetap dihidupkan harus dikawinkan dengan modernitas”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 29 Agustus 2016)

“Kalau bersifat tetap dan sama itu konservasi”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 29 Agustus 2016)

“Pada dasarnya kita tidak bisa memproteksi hal yang lebih baik”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 29 Agustus 2016)

“Teori – teori pancasila di Finland sana sudah diterapkan”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 29 Agustus 2016)

“Orang yang menyederhanakan adalah orang yang mempersulit”
(Dr. Imam Santosa M.Sn. alias bapaknya bang tito dalam Pendes, 31 Agustus 2016)

“Tidak ada produk yang tidak bisa dijual di dunia, tinggal mencari pasarnya”
(Bapak dari MBA dalam Manpro, 5 September 2016)

“Kita punya segala macem, tapi ga expert”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 5 September 2016)

“Penipu paling ulung adalah desainer”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 13 September 2016)

“Siapapun kamu adalah omong kosong berdasarkan ratio”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 13September 2016)

“yang tidak eror, adalah kerjaannya mesin”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 13 September 2016)

“Jangan pernah tahan emosi kamu”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 13 September 2016)

“Berhala modern adalah desain”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 13 September 2016)

“Adalah kebohongan besar, bila manusia mengambil keputusan menggunakan ratio, manusia menggunakan emosi”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 20 September 2016)

“Rasa lebih kuat daripada ratio”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 20 September 2016)

“Ratio diambil hanya saat terjepit, biasanya”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 20 September 2016)

“Tuhan tidak ada bila tidak ada manusia”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 20 September 2016)

“Konsep aman adalah milik mesin”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 20 September 2016)

“Orang – orang desain hanya membungkus kulit (cover/penampilan)”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 20 September 2016)

“Masyarakat yang kokoh adalah masyarakat yang heterogen”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 20 September 2016)

“Rebranding tidak mesti memodernisasi”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 28 September 2016)

“Dulunya adalah budaya sungai, sekarang budaya jalan raya”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 3 Oktober 2016)

“Selalu ada yang mendekonstruksikan kemapanan”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 11 Oktober 2016)

“Saya membela hak saya, tapi saya yang dimarahi”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 17 Oktober 2016)

“Pejalan kaki bagi orang Indonesia adalah kasta paling rendah”
(Dr.Adhi Nugraha,M.A. alias Adi finland dalam Revitalisasi Tradisi, 17 Oktober 2016)

“Happyness index dimulai dari bahagia”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 25 Oktober 2016)

“Tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada kepentingan yang adabdi”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 1 November 2016)

“Kita ada dikelas ini, adalah penderitaan untuk mendapatkan reward”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 1 November 2016)

“Bohong kalau manusia itu multitasking”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 1 November2016)

“We are driven by emotion”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 8 November 2016)

“Penyelesaian masalah dengan desain”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, 8 November 2016)

“Hal yang paling mengerikan bagi orang modern adalah kecemasan”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, November 2016)

“yang membuat kita takut, adalah ketidaktahuan”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, November 2016)

“Tanpa disadari sesuatu yang dibikin orang memasukkan gesture budayanya”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, November 2016)

“Anak jaman sekarang kurang kemampuan tactical”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, November 2016)

“Innovation can be made easier and cheaper”
(Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. alias Dr. Martens (docmarc) dalam Ergonomi, November 2016)

PENUTUP

Demikianlah Al-Petuah bin Disa’in yang dapat saya catat dan sampaikan. Terpujilah engkau para pemberi petuah yang sebagian besar merupakan para ahli dalam bidang desain di seluruh Nusantara dan mancanegara, sesungguhnya adanya penamaan “alias” dalam tulisan berikut yang mengikuti nama asli adalah bagian dari hiburan dan julukan dari para mahasiswa belaka, tanpa adanya maksud mencederai kesucian nama besar sesungguhnya para pemberi petuah.

Tertanda Periwayat Petuah

Aria Ar Razi S.Ds, c* M.Ds.

 

Glosarium :
*calon
Bisdes : Bisnis Desain
Desbud : Desain dan Kebudayaan
Desmed : Desain dan Media
Destink : Desain Thinking
Isu Kontemporer : Isu Kontemporer dalam Desain
DFM : Desain dan Faktor Manusia
Revit : Revitalisasi Desain Tradisi
SSD : Sejarah Sosial Desain
Teokom : Teori Komunikasi

gambar bonus. sebagian mahasiswa by willy mahabi 

post

Kenalin “BOSEH”, Bike Sharing Baru Kota Bandung!

“Bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle
I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride it where I like”

Kali ini sebuah penggalan lirik lagu dari grup band legendaris yaitu Queen yang didalamnya terdapat lirik tentang sepeda rasanya akan cocok menjadi pengantar tulisan saya berikut ini.

Bicara tentang sepeda, Siapa yang tak kenal sepeda. Dari rakyat jelata, walikota, sampai Presiden pun konon gemar naik sepeda. Bahkan tak ketinggalan presiden kita yang sekarang yaitu Bapak Ir. Joko Widodo atau yang kerap disapa Pakde Jokowi kerap kali membagikan sepeda kepada siapa saja warganya dalam  berbagai kesempatan kunjungan kenegaraannya saat menyapa rakyatnya diberbagai pelosok negeri ini.

  

Gambar 1. Presiden Soekarno, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Presiden Jokowi Sedang bersepeda dengan gaya pencitraannya masing-masing.

Sepeda sendiri bisa dikatakan sebagai alat transportasi yang unik dan spesial. Terserah mau zaman secanggih apapun saat ini atau bahkan nanti kedepannya, tetap saja secara fakta sejak pertama kali ditemukan oleh von Drais pada abad ke 18 dan terus mengalami perkembangan, sepeda tetap merupakan kendaraan yang tak lekang dimakan jaman dan masih terus digunakan sampai saat ini.

Boleh jadi hingga saat inipun, sepeda tetap saja merupakan kendaraan paling futuristik dan ramah lingkungan, karena bahan bakarnya kalori manusia, bukan minyak bumi sehingga tidak menimbulakan polusi, tidak menimbulkan kemacetan karena ukurannya yang tidak besar dan bisa melewati hampir segala medan ditambah lagi ongkosnya murah bahkan gratis.

Pada perkembangannya, meskipun ada berbagai alat transportasi baik perorangan maupun massal, sepeda tetap sulit ditinggalkan. Seiring kemajuan zaman dan meningkatnya kesadaran akan kepedulian ingkungan, muncul dan lahirlahlah apa yang dinamakan bike sharing. Bike sharing atau kalau diartikan secara bebas berarti “berbagi sepeda” , adalah sistem transportasi umum yang awalnya dikenalkan di negeri Belanda. Kesuksesannya dalam menerapkan moda tranportasi alternatif ini akhirnya diadopsi dan ditiru oleh banyak negara maju di dunia.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya kehadiran bike sharing bukanlah suatu hal yang baru di kota Bandung. Sebelumnya pada tahun 2012 kota Bandung pernah memiliki dan mengujicoba sistem bike sharing bernama bike.bdg. Sistem yang pertama ini masih sangat sederhana, dikelola secara sukarela dan hasil dari donasi alumni ITB. Kehadiran bike sharing ini melalui bike.bdg cukup baik namun sayang terpaksa dihentikan karena sistem yang belum sempurna dan masih banyak kekurangan disana – sini.

Gambar 2. Bike Sharing yang lama di tahun 2012 bernama Bike.bdg

Seolah belajar dari segala kekurangan dan mencoba menyempurnakan sistem yang ada sebelumnya, bike sharing kini hadir kembali di pertengahan tahun 2017 dengan wajah yang baru. Dengan menerapkan sistem yang lebih kekinian yang dirancang oleh PT. Banopolis selaku pengembang, serta adanya dukungan penuh dari pemerintah Pemkot Bandung dan Dishub Kota Bandung, bike sharing di kota Bandung pun berhasil terlahir kembali dan menyempurnakannya dengan nama Bike on the Street Everybody Happy (BOSEH).

 

Gambar 3. Bike Sharing Baru bernama “BOSEH” yang berarti “Kayuh”

Boseh juga secara tidak langsung memiliki arti lain dalam salah satu terjemahan bahasa sunda berarti “Kayuh”. Boseh dirancang dengan sistem yang lebih smart di antaranya menggunakan kunci teknologi digital dan kartu khusus, saat ini Boseh sudah ada sedikitnya di sepuluh tempat di Kota Bandung dan bebas diujicoba oleh masyarakat Bandung secara gratis selama dua bulan dengan hanya membawa data identitas pribadi seperti KTP/KTM/Paspor.

Saya pun kali ini akan mencoba menuliskan review dan komentar dari diri saya pribadi tegadap kehadiran bike sharing baru di Kota Bandung ini.Tentu tak afdol jika saya tidak mwncobanya terlebih dahulu, sehingga saya memutuskan berpartisipasi secada sukarela menguji coba sistem ini.

Sebenarnya saya dan partner saya Intan, sudah ingin menjajal dan mencoba merasakan sendiri sensasi mengendarai sepeda dengan sistem bike sharing yang baru di kota Bandunng dari hari Sabtu, hari itu saya dan Intan sempat bersepeda dengan sepeda milik saya sendiri yaitu Bagio (sepeda kuning saya) dan Luci (sepeda lipat milik intan) ke lokasi. Namun begitu sampai di Booth lokasi tempat registrasi booth sudah tutup karena selama masa ujicoba dibatasi jam operasionalnya hanya sampai jam 16.00 WIB, sore hari.

Saya pun baru bisa ingin mencobanya kembali pada hari selasa tanggal 19 Juli 2017 kemarin. Kali ini saya dan Intan tak biasanya memutuskan untuk naik angkot (Angkutan Kota) menuju tempat registrasi. Kami berdua memutuskan naik angkot saat itu, karena kami pikir untuk apa kami bawa kendaraan toh nantinya kami akan menyewa sepeda dari lokasi di taman Lansia dan dapat bersepeda hingga halte bike sharing Simpang Dago yang ada disana, dan mengembalikan sepedanya di sana saja untuk kemudian kami tinggal jalan pulang ke tempat tinggal kami. Begitulah maksud hati kami waktu itu.

Kami pun naik angkot dan merasakan bahwa Angkot saat ini sudah sepi dan tak berdesak desakan seperti dahulu kala, mungkin ini adalah dampak nyata dari pengaruh transportasi online. Di satu sisi ada bagusnya juga karena angkot kini tidak lagi berdesakan seperti dahulu kala, namun disatu sisi ada rasa iba dan kasian terhadap supir angkot yang pendapatannya pasti menurun.

Gambar 4. Saya dan Intan yang naik angkot dan gambar si akang yang jagain Booth registrasi Boseh yang berbaik hati minjemin sepedanya.

Sore itu sekitar jam 15.00 WIB tibalah saya di taman Lansia, yang katanya merupakan salah satu tempat registrasi. Sesampainya disana di depan booth registrasi , tak lama ada orang yang melayani saya dan Intan. Berdasar informasi yang saya peroleh melalui media social, seharusnya saya dapat membuat kartu member bike sharing dengan membawa KTP/KTM/Paspor. Namun sayang kenyataan di lapangan berdasarkan informasi yang saya peroleh dari petugas di booth ternyata pembuatan kartu member bike sharing ini sementara hanya warga ber KTP kota Bandung yang diperbolehkan untuk membuat kartu elektronik dari boseh dan kuotanya hanya 20 orang per hari. Kebetulan saya warga ber KTP kota Medan dan ber KTM mahasiswa ITB, sehingga saya tidak dapat membuat kartu.

Namun untungnya saya tetap diperbolehkan untuk sekedar menjajalnya berkeliling diseputaran taman lansia dengan menitipkan KTM saya. Sedikit kecewa karena itu artinya saya tidak bisa menjajalnya sampai ke Simpang Dago, dan saya pun akhirnya mencobanya berkeliling seputaran taman Lansia bersama Intan.

Gambar 5. Saya dan Intan yang mencoba sepeda Boseh dengan penuh gaya pencitraan.

Penting untuk diingat sebagai informasi bagi teman – teman yang mau menjajalnya selama masa ujicoba ini, yakni peminjaman sepeda ini pemakaiannya dibatasi hanya dari pukul 09.00 WIB pagi sampai pukul 16.00 WIB sore hari, karena selama masa ujicoba sepeda masih akan diangkut oleh mobil pengangkut dan akan di simpan ditempat penyimpanannya.

Gambar 7. Stang sebelah Kiri, Sadel dan Frame, Stang sebelah kanan dan jalan raya bagi kamu yang belum tau bentuk jalan raya.

Saya pun telah test drive dan mencobanya berputar sepeda ini di sekitaran taman Lansia kota Bandung, dan berikut pendapat saya tentang sepeda Boseh yang dirancang oleh Banopolis berikut. Sepeda ini secara mendasar tak jauh berbeda dengan sepeda kebanyakan pada umumnya. Dari sisi Desain, desainnya sudah sederhana, nyaman dan cukup baik, sepeda yang dipakai untuk bike sharing di kota Bandung ini didesain dengan cat berwarna biru yang merupakan ciri khas kota Bandung.

Sepeda ini tidaklah berukuran besar dan sejenis commuter bike.  Sepeda ini dilengkapi dengan sebuah keranjang depan yang desainnya sederhana, saddle atau tempat duduk sepeda yang cukup yang empuk, sistem rem yang menggunakan cakram depan belakang, sistem pengaturan gear untuk mengatur transmisi kecepatan di stang bagian kanan, dan bel bernada “kring” yang tidak mudah dilepas oleh tangan jahil dibagian kiri.
Untuk kalian yang berbadan mungil namun ingin mencoba sepeda ini tenang saja, kalian tak perlu khawatir dan bisa bernafas lega karena sepeda ini telah di ujicoba oleh Intan yang kebetulan berbadan mungil. Sepeda ini bisa diatur ketinggian saddlenya dan dapat dikendarai oleh hampir siapa saja dengan berbagai ukuran badan. Untuk kalian yang berbadan mungil sepertinya kakinya tetap bisa menyentuh pedal dan jalan raya kok. Untuk kalian yang berbadan tinggi pun demikian karena jarak antara lutut dan setang seharusnya tidak akan terlalu mepet.

 

Gambar 7. Tenang  Jangan kuatir kakimu tidak sampai ke tanah, sepeda Boseh ukurannya tidak terlalu tinggi, sudah diuji coba sama si mungil Intan.

Menurut saya sebagai masyarakat kota Bandung yang baik tentunya ini adalah langkah dari pemerintah yang cukup positif dan harus didukung oleh segenap warganya. Sebagai langkah awal untuk memasyarakatkan budaya Bersepeda melalui sistem bike sharing, tentunya ini adalah langah yang bagus.

Tranportasi ini bisa dikatakan dapat menjadi salah satu alternatif mengatasi kemacetan jika di kelola secara serius, potensinya amat besar. Namun harus ada perbaikan disana – sini seperti pembangunan lajur khusus sepeda di jalan raya, ambil contoh di negeri Jerman bahkan ada jalan tol khusus sepeda bernaa Bike Autobahn.

Halte pemberhentian dan pengembalian sepeda juga jumlahnya harus diperbanyak, ketersediaan jumlah sepeda juga tampaknya akan menjadi kunci keberhasilan sistem bike sharing. Penempatan letak halte bike sharing juga seharusnya tersebar dan terintegrasi dengan angkutan umum lainnya, ataupun hingga menjangkau ke pemukiman.

Bayangkan saja seandainya Kota bandung  nantinya memiliki alat transportasi massal seperti MRT atau monorel, lalu transportasi itu dihubungkan oleh halte sepeda bike sharing. Maka pengguna alat transportasi massal sudah tidak perlu khawatir lagi jika tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Gambar 8. penampakan lain dari Boseh dan sistem docking pada moncong sepeda agar kalian tak penasaran.

Selain itu jika Halte sepeda jumlahnya banyak dan terintegrasi dengan tempat pemberhentian angkot, lalu angkotnya pun dilengkapi besi pengangkut sepeda di bagian belakang angkot. Bukan mustahil masyarakat kota Bandung akan melirik menggunakan alat transportasi massal dan terwujudnya kota Bandung yang tidak macet bukanlah suatu hal yang mustahil lagi. Dengan bersepeda semua bebas macet, sehat dan bahagia. Dengan bersepeda juga kalian berarti akan melaksanakan dan mengikuti instruksi bapak presiden yang bilang “ayo sana ambil sepedanya”.

Gambar 9. Instruksi Bapak presiden yang belum menjadi perpu tapi harus ditaati dan tak boleh dibantah.

Ayo apalagi alasan kalian untuk tidak bersepeda di Kota Bandung! Bahkan cuaca dan udara di Bandung pun relatif sejuk, sehingga menjadikan Bandung sebagai kota di Indonesia yang paling nyaman rasanya untuk bersepeda.

Akhirnya setelah menjajal sepeda ini saya pun pulang kembali dengan Angkot bersama Intan, demikianlah laporan investigasi saya langsung dari lapangan dan tulisan kali inipun dapat selesai.. Hehehe

22 Juli 2017

 

 

Liga Baru dan Semangat Perubahan Liga Indonesia yang (Tak Jauh) Berubah, Sebuah Realita.

Hingar Bingar Liga Baru Indonesia

Kick off gelaran Liga 1 Gojek Traveloka 2017 resmi digelar,Sabtu 15 April 2017, Liga yang digadang – gadang mengusung semangat baru perubahan untuk sepak bola nasional lengkap dengan embel -embelnya yang bertajuk #ligabarusemangatbaru sudah bergulir sepekan lamanya.

Gambar 1. Gojek Traveloka Liga 1

Saya mungkin adalah segelintir orang yang termasuk cukup bersemangat dan sedikit terprovokasi menyambut liga baru ini. Terang saja, bergulirnya liga baru ini seolah menjadi angin segar bagi jagat persepakbolaan Indonesia. Optimisme, harapan dan angan tentu membumbung tinggi mengingat setelah cukup lama ketidak jelasan liga Indonesia di tahun – tahun sebelumnya akibat kisruh berkepanjangan. Baik konflik internal PSSI, dualisme liga, konflik dengan pemerintah, sanksi FIFA, dihentikannya liga dan rentetan masalah segudang lainnya yang bikin para penikmat bola geleng  – geleng kepala dan kerap kali mengelus dada.

Bagai bulan yang tiba- tiba menghampiri pucuk yang telah lama merindukannya, kini liga Indonesia 2017 hadir dan tampil dengan wajahnya yang baru. Bagai mantan yang sudah lama tak bertemu penampilan liga ini tampak lebih mentereng dari sebelumnya. Dari segi sponsor utama saja, liga ini membuat terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Liga kali ini kembali dipastikan berhasil untuk tidak menggandeng sponsor perusahaan rokok sebagai mitra utamanya. Alih- alih perusahaan produsen kopi, kacang, atau minuman energi yang katanya paling joss, diluar dugaan dan tak dinyana – nyana liga ini malah berhasil menggandeng perusahaan Gojek dan Traveloka sebagai dua partner utamanya. Kontraknya pun bukan main sembarang main, dikarenakan nilainya mencapai angka 180 Miliar. 180 miliar saudaraku, andaikata dibelikan mecin, niscaya semua anak se-Indonesia akan sukses jadi bego semua. Sebuah sejarah juga karena pertama kalinya perusahan startup yang sangat kekinian mendukung penuh industri sepakbola dalam negeri yang sudah seharusnya potensial.

Itu dari segi sponsor, dari segi operator liga, liga ini juga menunjuk operator baru yaitu PT. Liga Indonesia Baru setelah sebelumnya dijalankan oleh PT. Liga Indonesia untuk Indonesia Super League, pergantian operator liga ini juga, mungkin untuk lebih mencerminkan bahwa liga ini akan tampak lebih fresh. Peraturan liga ini juga menerapkan aturan baru yaitu adanya marquee player , penerapan aturan usia pemain dan wajib memainkan personil timnas U23 yang masih terus diperbincangkan.

Begitulah sekelebat hingar bingarnya kehadiran sosok liga baru ini, sementara itu bagaimana dengan pertandingannya, bicara tentang sepakbola tentu tak lengkap dengan pertandingannya itu sendiri, untuk partai pembuka, liga ini mempertemukan antara juara bertahan sang juara bertahan ISL 2014 Persib Bandung melawan juara Piala Presiden 2017 Arema FC.

Kedua tim ini memang diprediksi sama kuat. Terlebih jika bicara tentang Persib Bandung, persib dengan nilai transfernya yang mengejutkan jagat persepakbolaan Indonesia tentu menyita perhatian lebih, nilai transfer terbesar sepanjang sejarah sepakbola Indonesia untuk menggaet mantan mega bintang dunia asal Ghana yang pernah merumput bersama Chelsea, Real Madrid, AC Milan dll yaitu Michael Essien, berhasil membuat dunia sepakbola ramai membicarakannya. Tak cuma Essien, Persib juga menggaet sosok Carlton Cole yang merupakan mantan pemain timnas Inggris. Keberhasilan Persib dalam menggaet Michael Essien dan Cole tak hanya menarik perhatian pemberitaan media dalam negeri bahkan menyita perhatian media asing. Sedangkan lawannya Arema FC sendiri merupakan tim yang solid dengan persiapan yang matang, Arema FC juga memiliki Cristian Gonzales alias si El Loco yang merupakan pemain yang kerap kali menjadi top scorer pada liga Indonesia sebelum – sebelumnya. Keberadaan partai ini seharusnha memang pantas dijadikan laga pembuka, yang akan diusung sebagai wajah baru dan cerminan liga baru Indonesia di tahun 2017.

 Gambar 2. Michael Essien

Saya sendiri bisa dikatakan sebenarnya bukan penggemar fanatik sepakbola sejati, boleh jujur, sudah lama juga saya tidak melihat langsung pertandingan sepakbola dalam negeri. Tapi kalau ditanya mengenai pengalaman untuk sekedar merasakan atmosfer menonton dan mendukung tim sepakbola kesayangan dalam negeri sudah cukuplah saya pernah merasakannya.

Sekedar informasi mengenai latar belakang saya, tim kesayangan saya mungkin bukanlah Persib Bandung, kebetulan saya seorang penggemar kesebelasan yang mempunyai julukan “Ayam Kinantan” dari Sumatera yaitu PSMS Medan, selain karena Medan merupakan kota nenek saya dan tempat saya pernah lama tinggal, tim ini juga benar – benar menjadi favorit saya, karena menurut versi saya, tim inilah salah satu tim yang punya ciri khas gaya bermain. “Rap – Rap”, permainan keras dan cepat adalah gaya bermain khas tim ini. Gaya bermain ini jika disejajarkan dengan gaya sepakbola di belahan dunia lain bisa jadi tidak kalah dengan beberapa gaya yang ada di dunia seperti “Total Football” nya negeri Belanda atau gaya “tiki – taka” nya klub Barcelona, bedanya ini gaya asli lokal dan sangat mewakili unsur kedaerahan. Saya tentu pernah dan sering menonton langsung baik kandang saat saya sekolah di masa SMA dulu, bahkan sewaktu kuliah dulu saya menyaksikan laga tandang dengan sekedar ikut – ikutan setidaknya dua kali bergabung dengan kawan – kawan dari PERSETAN (Perantau Setia Kinantan) di kota Bandung.  Jujur pertandingan tandang jauh lebih membutuhkan nyali dan kedewasaan, datang sebagai supporter pihak lawan bukan sebagai penonton biasa dengan memakai identitas yang membedakan tentu harus siap dengan resiko yang lebih besar. Kenangan menonton laga tandang PSMS Medan vs Persikabo Bogor saat babak 8 besar divisi utama di Cibinong, Bogor pada tanggal 30 april 2011 benar – benar memiliki kesan mendalam. Sempat waktu itu diwarnai oleh insiden kami hampir dilempar batu oleh oknum tidak bertanggung jawab dari pihak supporter lawan, karena tim kami berhasil memenangkan laga dan maju ke babak berikutnya.

Itu memang kisah lama, intinya kalau cuma merasakan atmosfer pertandingan sepakbola Indonesia saya setidaknya sudah cukup taulah. Sayangnya tim kesayangan saya ini sampai sekarang di tahun 2017, masih berkutat dimasalah utama yang sangat  klasik yang juga masih sama,  yang tak lain tak bukan adalah kebobrokan pengurus dan keterbatasan dana, tak pernah jauh dari itu. Padahal PSMS Medan adalah satu tim besar dari Kota Besar dari banyaknya tim lain yang terdapat di Liga Indonesia lainnya yang menurut saya gagal berinovasi dan melewati fase ambang batas perubahan di waktu yang dibutuhkan. Saat ini tim kebanggaan saya itu malah hanya berlaga di liga 2, satu kasta dibawah Liga 1. Tak ada lagi yang bisa dibanggakan saat ini dari tim ini, selain nostalgia kehebatannya dahulu. Urusan Stadion pun bahkan hanya mengandalkan stadion Teladan yang amat sangat jadul. Tim ini Terlalu larut dalam retorika lupa menyongsong masa depan yang terus berubah cepat. Tim ini juga merupakan gambaran dari banyak tim lainnya yang juga amat jauh tertinggal dari tim Persib Bandung yang melaju cepat bagai kereta peluru dan berhasil beradaptasi dengan perubahan.

Gambar 3. Saya yang pernah mendukung partai tandang PSMS Medan bersama teman – teman dari PERSETAN di Bogor

Saatnya kembali lagi pada topik utama yaitu digulirkannya liga 1 Indonesia. Momen ini akhirnya berhasil membuat saya menjadikannya sebuah momentum bagi saya untuk menonton Sepakbola Indonesia kembali secara langsung di stadion. Badan saya sukses tergerak dan terpanggil untuk menjadi saksi langsung dari sebuah sejarah perubahan Liga Indonesia 2017.
Tiket Online dan Penerapannya

Saya harus mengatakan ini sebuah terobosan yang patut diacungi jempol untuk pihak Persib Bandung, sepanjang sejarah baru kali ini saya membeli tiket pertandingan sebuah liga di Indonesia secara online. Proses nya cepat, hanya memakan beberapa menit dan tak perlu lagi antrian panjang, satu akun satu tiket, dapat potongan lagi karena mendaftar sebagai member sebelumnya. Kekurangannya adalah baru dua hari, tiket langsung ludes, untuk mendapatkan tiket tentu saja harus didukung dengan koneksi yang memadai dan bersiap dengan update an terbaru. Ada banyak pihak tentunya yang mengaku masih kesulitan mendapatkan tiket secara online, apalagi mereka yang tak terbiasa dengan cara online. Saya termasuk yang berhasil membeli tiket dengan mudah, saya membeli tiket tribun samping barat utara atas dengan harga 100 ribu rupiah satu tiketnya didiskon menjadi 80 ribu rupiah karena status member persib. Sebenarnya ada berbagai jenis tiket yang termurah di banderol 40 ribu rupiah untuk member. Tiket ini bentuknya masih E-voucher dan harus ditukarkan menjadi tiket berbentuk gelang di Graha Persib di Jl. Sulanjana pada hari H 15 april 2017 dari pukul 9.00 – 13.00 WIB untuk member, dan hari jumat dan sabtu untuk non member pada jam yang berbeda sebelum pertandingan dimulai.

Gambar 4. E – Voucher Tiket Persib Vs Arema FC

Ada banyak keluhan sebenarnya saat penukaran tiket, dari mulai panjangnya antrian dan beredarnya calo tiket. Untuk yang panjangnya antrian penukaran saya tidak merasakannya karena saya baru datang untuk menukarkan tiket pada pukul 13.00 siang, antrian mungkin sudah menghilang dan saya dengan mudah menukarkannya. Namun yang kemudian menjadi persoalan yang masih bisa saya temui adalah, keberadaan calo tiket yang bebas dan berkeliaran leluasa, bahkan di areal depan graha Persib itu sendiri. Tentu ini akan menjadi kekecewaan bagi calon penonton yang sebelumnya mengantri menukarkan tiket online.

Setelah saya mendapatkan tiket gelang yang ditukar dengan E-voucher milik saya, tak lama kemudian saya melangkahkan kaki keluar dari gedung Graha Persib. Sejurus kemudian tiba – tiba saya di hampiri oleh calo tiket yang menawarkan tiketnya. Hmm.., pikir saya,  kebetulan saya sedikit penasaran dan kebetulan lagi saya sendiri masih membutuhkan satu tiket lagi karena saya mengajak salah sorang teman wanita saya secara dadakan untuk ikut menonton pertandingan.

Dengan ajaib saya menunjukan tiket milik saya, saya bilang saya butuh satu lagi tiket yang sama tribunnya. Jreng jreng jreng jreng, simsalabim mereka para calo tiket ini punya segala macam jenis tiket yang entah mereka dapat darimana, kecurigaan adanya oknum panitia atau pengurus yang ikut bermain menjadi asumsi yang ikut menguat. Keberadaan calo ini ebenarnya sangat disayangkan, padahal diberlakukannya sistem pembelian tiket online tentu saja untuk mencegah hal seperti ini terjadi. Tapi biarlah itu menjadi bahan evaluasi bagi pihak Persib Bandung sendiri.

Tawar menawar saya dengan oknum calo pun terjadi, tanpa ba bi bu saya langsung to the point tanya harganya. Wow, saya tercengang, luar biasa ketika harganya dijual dua kali lipat dari harga aslinya. Oknum tersebut meminta 250 ribu rupiah untuk tiket yang sebenarnya berharga 100 ribu rupiah. Tawar menawar terjadi lagi, akhirnya saya mendapatkan satu tiket dengan tribun yang sama dengan harga 190 rupiah, hampir dua kali lipat dari harga sebenarnya, tapi yasudahlah mau gimana lagi namanya juga namanya mau gimana juga gimana daripada daripada mendingan mending. Itulah memang yang harus diterima karena itu harga calo, setuju ambil tidak ya sebaiknya tak usah, sebuah konsekuensi yang harus diterima dan pasti ada harga lebih yang harus dibayar. Alangkah merasa terkhianatinya orang yang membeli secara online jauh hari dan mengantri panjang bak berebut sembako pilkada.

Gambar 5. Calo tiket yang berjualan di depan Graha Persib Jl. Sulanjana

Realita Kondisi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
Saya tiba di stadion GLBA sekitar pukul 6 sore lebih habis maghrib, perjalanan cukup jauh ke wilayah Gedebage, karena kebetulan sore harinya sedang hujan deras dan saya juga masih punya urusan pribadi dengan beberapa teman saya sebelum pertandingan pada siang harinya.

Saya mulai mendekati kawasan stadion,dari kejauhan stadion ini tampak megah, sayang akses menuju lokasi stadion jalannya kecil dan cukup jauh jika tidak menggunakan jalan Tol (jalan bebas hambatan). Stadion ini bentuknya sangat modern dan amat jauh dari stadion tempat saya lama tinggal dulu yaitu stadion Teladan di Kota Medan yang sudah tua, bau kencing dan bobrok namun tetap bersejarah. The best lah pokoknya. Bukan dbesto produk ayam goreng.
Saya tiba di gerbang biru bersama partner saya itu, kemudian saya berjalan lanjut ke gerbang pintu U dan V karena menurut tiket kami yang tertulis, disitulah kami seharusnya masuk. Tapi sayangnya, ketika kami sampai gerbang masuk itu malah ditutup, hanya ada antrian penonton padat dan aparat polisi yang berjaga di sepanjang gerbang dan seputarannya. Kebingungan sempat melanda saya.

Kuat keyakinan saya, pintu tampaknya ditutup sementara dikarenakan mungkin pertandingan secara tepat baru saja dimulai, terdengar suara lagu Indonesia Raya dan lagu opening pembuka pertandingan sepakbola, saya sih berpikiran, yah wajar bukankah dalam menonton pertandingan untuk mencegah kegaduhan memang begitu lima belas menit setelah kick off barulah pintu akan dibuka kembali. Namun antrian masuk begitu panjang , terdapat beberapa oknum yang terlihat rata- rata masih berusia ABG (Anak Baru Gede) yang tampak berusaha menerobos masuk, ada yang berusaha memanjat pintu Stadion ada yang ikut mengantri dan lain sebagainya. Beberapa aparat mencoba menejar oknum yang berusaha masuk secara illegal dsb, suasana menunggu pintu benar – benar mencekam, saya memutuskan tidak ikut mengantri dan keluar dari barisan, saya menjauh dari kerumunan seputaran pintu untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Pertimbangan saya adalah karena saya juga membawa teman wanita saya yang kebetulan menjadi tanggung jawab saya, dan dia sudah tampak cemas dan takut.

Setelah beberapa waktu setelah pertandingan dimulai, persis seperti prediksi saya pintu pun dibuka kembali. Ketika hendak dibuka segerombolan aparat datang berkelompok membubarkan paksa barisan di depan pintu bahan dengan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa. Mereka berteriak “yang tidak mempunyai tiket dilarang mendekat” kemudian antrian mendadak memecah dan yang memiliki tiket dipersilahkan masuk. Saya berhasil masuk menunjukan tiket saya yang diacungkan keatas dan menunjukannya ke aparat, boro – boro di scan seperti kata aturan dan pengumuman yang seharusnya. Saya masuk begitu saja setelah menunjukan tangan saya yang memiliki tiket. Menurut kabar sebelum ini memang ada petugas scan tiket nya, namun tetap saja banyak oknum yag berhasil masuk tanpa tiket karena di tolong aparat atau berhasil lolos dari pemeriksaan.

Gambar 6. Aturan sesungguhnya dari tiket Persib

Setelah saya masuk, saya pun tiba pada tribun bagian atas, saya lihat tribun sudah sangat penuh, hanya tersisa satu bangku di posisi yang tidak strategis dan itupun saya berikan untuk teman wanita saya, saya terpaksa duduk di anak tangga disampingnya bersama beberapa orang lainnya daan pedagang asongan yang mungkin nyelonong tanpa tiket juga.

Keadaan ini cukup sangat saya sayangkan, pelan saya mengamati dan amati sampai akhirnya saya amat yakin, kalau hampir sepertiga penonton di GBLA mungkin berhasil masuk tanpa tiket. Kuat kecurigaan saya berkata begitu, karena saya banyak melihat penonton yang tidak memakai tiket di pergelangan tangannya dandidominasi banyak bocah ABG yang nanggung. Hal ini juga dibuktikan dari saya sendiri yang tidak kebagian tempat duduk. Bayangkan saya telah mengeluarkan sejumlah uang hampir 300 ribu rupiah untuk dua buah tiket, namun untuk kebagian tempat duduk yang seharusnya sudah menjadi hak saya saja, tidak. Saya lagi – lagi cukup kecewa sepanjang pertandingan dengan keadaan ini, pudar rasa optimesme dan harapan saya yang tinggi mengenai gambaran liga baru ini.  Inikah yang katanya liga baru dan perubahan wajah baru sepakbola Indonesia. Ternyata tak jauh beda dengan liga sebelumnya, harapan saya sebenarnya pastilah sama dengan hampir semua orang lainnya, pasti kita tidak keberatan membayar lebih mahal demi keamanan dan kenyamanan tempat duduk, saya ingin adanya rasa aman ketika saya masuk stadion dengan nyaman tanpa harus merasa ketakutan terlebih dahulu. Saya ingin kondisi stadion yang ramah bagi anak – anak, wanita dan keluarga.

Lupakan sejenak tempat duduk, bagaimana dengan pertandingannya itu sendiri, pertandingan ternyata cukup membosankan, skor akhir kacamata 0-0, kalau urusan menganalisis pertandingan biarlah orang yang lain yang lebih ahli dalam menganalisisnya dan memberikan pendapatnya. Sementara yang sangat tampak dilihat dari penonton awam seperti saya ini adalah kehadiran marquee player ternyata tak banyak membantu, Essien tampil baik tapi tidak mendapat dukungan dan secara kesuluruhan permainan, pertandingan sepakbola ini masih khas dengan cara main liga – liga Indonesia sebelumnya.

Gambar 7. Suasana di Stadion GBLA

Sedikit banyak pujian saya sematkan untuk untuk Bobotoh (pendukung) Persib Bandung. Bobotoh memang luar biasa, Sebenarnya bukan hanya bobotoh, daerah lain tentu punya barisan supporter yang sama luar biasanya. Namun berbicara konteks bobotoh, tentu saja ia adalah salah satu fenomena tersendiri dalam jagat supporter di Indonesia. Saya yakin siapapun akan gentar dan bergidik merinding melihat antusiasme mereka. Mereka terbukti tetap mendukung tim kesayangan walaupun hasil mengecewakan, bisa dikatakan mereka selalu berada disamping tim apapun yang terjadi. Loyalitas dan kebanggaan mereka amat mengerikan, saya cukup terkesan dengan gerakan viking clap di akhir pertandingan saat permainan telah usai. Mereka tetap menyanyi dan menepukkan tangan ke atas kearah pemain mereka dan pemain mereka melakukan hal serupa sebagai bentuk penghormatan. Jika tak percaya soal loyalitas bobotoh mungkin sederhananya datang saja ke kota Bandung, coba amati sekitar secara ekspilit kita tentunya tak jarang menemui kendaraan pribadi yang rela dicat biru persib, digambari logo persib raksasa, ditempeli stiker persib dan berbagai barang yang mencantumkan identitas visual dari tim ini.

Benar rasanya kalau Persib bukan hanya tim kesayangan kota Bandung, tapi benar – benar menjadi tim kesayangan Jawa Barat. Sebenarnya hal ini amat menggiurkan dari segi bisnis, bagi dunia bisnis ini tentu sebuah market besar dengan segmentasi yang khusus yang pastinya sayang dilewatkan. Mungkin hal ini pula yang membuat 14 sponsor dan pemilik usaha raksasa, tak segan dan ragu untuk bermitra dengan sebuah tim sepakbola seperti Persib Bandung. Hal yang sangat berbanding terbalik lagi jika mungkin melihat beberapa tim besar lainnya di Liga 2 yang dulunya memiliki segudang prestasi namun masih kesulitan mencari dana.

Gambar 7. Suasana bobotoh di Stadion GBLA 

Sepakbola Indonesia Sebagai Sebuah Indutri Potensial

Sudah saatnya sepakbola menjadi industri, selama ada peningkatan secara terus menerus dan juga tidak cepat berpuas diri, saya yakin kedepannya cita – cita mewujudkan industri sepakbola yang menjanjikan dan professional di Indonesia bukanlah sebuah mimpi lagi. Semua tim Indonesia mungkin bisa mulai berkaca dari Persib, meski masih banyak kekurangan disana – sini seperti yang saya ungkapkan seperti diatas. Keberadaan Persib mungkin memang belum mencapai hal yang standar setara klub sepakbola dunia di belahan eropa, namun Persib Bandung tampak tengah memulainya dan mengarah kesana (industri sepakbola). Perlahan segala hal dibenahi bahkan sampai ke pendataan fans secara resmi, official merchandise dan sebagainya.

Bagaimana dengan tim lain, sayangnya tidak semua tim bisa sekinclong Persib, ambil contoh paling gampang, yang saya ketahui sajalah seperti PSMS Medan lagi  misalnya. Boro – boro punya official merchandise, jersey originalnya aja kualitasnya jelek. Boro – boro bicara membangun stadion sendiri, stadion punya pemerintah saja jeleknya minta ampun.  Boro – boro launching megah paling juga launchingnya lebih mirip kayak pesta sunatan. Boro – boro tiket online paling juga karcisnya masih sama kayak karcis naik bus kota jaman dulu. Boro – boro juga punya bus khusus mik sendiri, dan mendatangkan pemain bintang, menggaji pemainnya saja masih sering nunggak. Oalah nasib – nasib entah siapa yang harus disalahkan, bagaimana mungkin tim yang dulu konon katanya orang rela manjat pohon kelapa demi menyaksikan pertandingan, kini menjadi tim kampung yang tidak bisa menunjukan tajinya. Kalau ada yang mesti disalahkan mungkin kita sendirilah orang pertama yang harus disalahkan.

Keadaan seperti ini bukan hanya dialami PSMS Medan seorang, ada banyak tim lain yang keadaannya mirisnya seperti ini. Kita lihat apakah mantan tim – tim besar ini akan mampu mengikuti arus perubahan atau malah tergulung dan binasa oleh arus perubahan. Jangan – jangan mereka masih sibuk larut dalam retorika. Sangat disayangkan padahal Liga Indonesia seharusnya jauh lebih dinamis, mengingat demografi peserta liga berasal dari luasnya wilayah Indonesia yang memiliki banyak kebudayaan, dan masing – mqsing tim seharusnya bisa mengusung semangat kedaerahan. Luar biasa bukan kalo dibayangkan.

Liga Indonesia Baru secara pemberitaan memang tampak berkilau dan terkesan telah berubah, namun pada kenyataannya dan secara realita, ternyata tak jauh berbeda dengan kondisi liga – liga Indonesia sebelumnya. Berharap banyak boleh, memandang dengan optimis juga masi bole, tapi mengatakan liga ini adalah cerminan liga yang sudah berubah saya kira masih jauh. Masih banyak penonton yang bertindak kampungan dengan menerobos stadion, masih banyak calo tiket, masih banyak ributnya, masih banyak lapangan yang tidak standar, masih banyak main hakim sendiri, masih kurangnya fasilitas latihan tim, dan masih – masih banyak kata masih lainnya yang tidak habis ditulis dalam selembar kertas.

Saya juga memaklumi sebuah perubahan liga tidak bisa langsung simsalambim ulalalabamba langsung berubah, namanya juga perubahan pasti ada proses yang harus dilewati, pasti ada gejolak, pasti ada yang harus dikorbankan. Namun mau berapa lama kita harus menunggu sampai benar –  benar bertransformasi.

Kesimpulan dari saya adalah,  memang benar, kehadiran baru liga ini secara perlahan berjalan kearah perubahan yang lebih baik, namun perubahannya saya rasa berjalan sangat lambat. Bagaimana bisa mereka mengklaim ini liga dengan semangat perubahan sementara yang saya rasakan secara pribadi, liga ini masih tak ada bedanya dengan liga – liga sebelumnya. Semua liga sebelumnya juga mengalamai perubahan kearah yang lebih baik kok. Nah seberapa cepat tepat dan efisiennya prosesnya, itu yang menjadi kunci persoalan. Saya lebih berharap perubahan yang lebih dari ini, saya ingin merasakan perubahan yang lebih massif (meminjam kata milik prabowo). Kita butuh perubahan yang lebih untuk mempercepat prosesnya.

Kalau perubahannnya hanya berjalan lambat seperti ini, dikhawatirkan perubahan liga tak jauh dari liga sebelumnya.  Sehingga saat ini saya merasa liga yang digadang – gadang liga baru dan liga perubahan ini masih jauh dari kata itu sendiri dan masih kurang tepat dengan kesesuaian slogannya.

Saya selalu yakin liga Indonesia yang dikelola secara professional dan modern akan menghasilkan tim professional yang luar biasa berguna bagi Nusa dan Bangsa.  Liga yang benar – benar unik karena terdiri atas beraneka ragam kekayaan sejarah dan budaya yang kuat dan mengakar beserta sifat kedaerahannya. Saya selalu yakin potensi sepakbola kita  sebenarnya bisa lebih hebat dari pada J-League (liga Jepang),bahkan J-League sendiri pada awalnya meniru format loga kita di era galatama. atau bahkan sebenarnya liga kira bisa professional setara Liga di Eropa. Besar harapan sepakbola di negeri ini akan menjadi sebuah Industri yang luar biasa yang bisa menyumbang lebih banyak bagi kemajuan negara bangsa yang (konon) besar ini, bangsa Indonesia.

Begitulah kura -kura.

Beberapa Hal Yang Terjadi Sepanjang Tahun 2016 (Sebuah Refleksi Pergantian Tahun)

Disini ini kamu berada, 2017 Masehi adalah angka yang tertunjuk saat ini di kalender ponselmu. Tanpa terasa tahun 2016 baru saja kamu lewati. Mungkin kamu awalnya merasa tahun 2016 adalah tahun yang biasa saja, namun jika kamu mau mengingat ke belakang ternyata ada banyak hal menarik juga yang terjadi sepanjang tahun 2016 dalam kehidupan kamu.

Untuk lebih mudah mengingatnya, kamu  pun memutuskan untuk menuliskannya dengan cara mengelompokkannya berdasarkan kejadian yang di ingat yang terjadi di setiap bulan. Berikut ini adalah pemaparan berdasarkan ingatanmu.

Januari 

Bulan Januari ini adalah awal kamu memulai tahun 2016. Di awal tahun ini kamu memulainya dengan kisah hal yang tak begitu menggembirakan, karena sebelumnya hubungan kamu dengan pacarmu di akhir tahun 2015 sedang berada dalam masalah serius. Oleh sebab suatu masalah yang sebaiknya tidak perlu pula kamu ceritakan pada tulisan ini. Intinya pacarmu saat itu ingin mengakhiri hubungan denganmu telah hampir 2 tahun lamanya kamu mencoba menjalani hubungan khusus dengannya antara Bandung dan Jakarta.

Selain hal tersebut, ada beberapa momen di bulan ini yang kamu masih ingat, diantaranya pada awal bulan ini kamu memulai dengan pulang ke rumah orangtuamu di Medan persis di tanggal di awal pergantian tahun. Kamu pulang untuk menemui keluargamu dan juga teman-teman masa SMA mu berhubung pas libur pergantian semester. Baru sampai dirumah kamu langsung pergi ke daerah Berastagi bersama teman SMA-mu, yah sudah sejak lama kamu dan teman mu merencananya Disana kamu menginap di sebuah Rumah Villa yang harusnya bisa untuk 20 orang tapi hanya kamu tempatin dengan jumlah 6 orang. Setidaknya menjalin silaturahmi dan membangkitkan berbagai kenangan masa muda saat masi berada di bangku sekolah dan awal yang baik untuk memulai awal di tahun baru.

s__28508181

Gambar 1. kamu dan teman sejak masa SMA-mu sedang berfoto di depan warung bertuliskan Tehbotol sosro.

Kamu ingat juga kalau kamu setelahnya sempat pergi bersama kedua orangtuamu dan adikmu ke Danau Toba untuk berlibur, menyebranglah kamu sekeluarga di Pulau Samosir. Menginap pulalah kamu satu malam disana untuk kemudian keesokan harinya kamu pulang lagi ke rumahmu di Medan. Berbeda dari biasanya, kali ini kamu pulangnya melalui jalur Pangururan, yaitu tempat terdapatnya jalur yang menghubungkan antara Pulau Samosir dan pulau Sumatera  dengan adanya sebuah jembatan letaknya disisi ujung Pulau Samosir . Hal ini belum pernah kamu lakukan, karena biasanya ketika kamu mengunjungi Danau Toba yang untuk entah keberapa kalinya, kamu selalu pulang pergi lewat jalur tercepat menuju Kota Medan yaitu melalui Kota Parapat. Biasanya Kalau mau ke Samosir kamu tinggal menyebrang dengan kapal feri dari kota parapat dan menuju pelabuhan tomok, tapi itu tidak berlaku kali ini. Kali ini kamu sekeluarga lewat Pangururan lalu kamu melewati puncak menara tele dan sempat berfoto disana. Untuk kemudian melanjutkan jalan pulang menlipir dan mengitari luasnya Danau Toba.

s__28508183

Gambar 2. Pemandangan Danau Toba dari arah Pangururan lengkap dengan flarenya.

Kali ini kamu tak begitu lama berada di Kota Medan, tepatnya tak sampai sebulan, karena tak berapa lama kamu harus balik untuk merantau ke Kota Bandung. Baru tiba di Bandung, kalau tidak salah kamu langsung menyempatkan diri ke Jakarta untuk menyelamatkan hubunganmu dan sempat berkunjung ke salah satu pameran seni di gudang sarinah.

 

img_5279

gambar 3. Kamu yang mendoakan kalian semua masuk surga di Pameran Jakarta Bienale di awal bulan januari 2016

Februari

Bulan ini bulan februari, beberapa waktu belakangan kamu memang sempat menyelamatkan hubunganmu dengan pacarmu itu di bulan ini. Sementara hal yang lain yang paling kamu ingat dari bulan ini mungkin adalah soal kompetisi film pendek untuk GoJek. Diluar dugaan kompetisi yang dibuat oleh perusahaan Applikasi Ojek Online itu berhasil menyerap banya sekali peserta. Dan melibatkan banyak sinematorgrafer dari yang sangat amatir sampai yang lumayan professional. Kamu melihat ada kompetisi video untuk gojek, kamu pun mengajak temanmu si Diles untuk ikut berpartisipasi. Gayung bersambut temanmu si Diles malah bermaksud untuk menjadi penyokong utama kegiatan pembuatan film pendek ini. Tak lama dia mulai mengumpulkan beberapa teman lainnya dan Kalianpun merencanakan kegiatan proses suting untuk membuat film pendek yang bercerita tentang driver gojek yang berperan laksana seorang kamen rider. Seiring waktu berjalan kalian berhasil mengumpulkan beberapa rekan dan tim dadakan yang luar biasa dan berbagai proses berjalan lancar jaya.

screen-shot-2017-01-05-at-6-52-32-pmscreen-shot-2017-01-05-at-6-53-39-pm

Gambar 4. Kamu bergaya seperti jagoan masa kecilmu kamen rider RX (sateria baja hitam) dan seluruh kru pembuatan filem.

Meskipun hasil yang didapat tidak seperti ekspektasi dan masih banyak kekurangan disana sini, setidaknya waktu itu kamu dan lainnya sudah mencoba mengerahkan tenagamu dengan bersungguh-sungguh dan hal inilah yang sepatutnya kamu syukuri. Berbeda dengan biasanya mungkin kamu hanya membuat film lawak dan digarap secara spontan, tapi kali ini berbeda, kamu merasa ini, pengalaman pertama kamu dalam membuat film pendek yang lumayan agak serius.

Tentu banyak sekali yang bisa disyukuri dari pembuatan filem pendek itu sendiri, dari mulai membuat dirimu agar masih terus berkarya, momentum dimana kamu untuk pertama kalinya mencoba menggarap video pendek yang cukup serius, dan sempat berada bersama bersama teman yang punya satu tujuan adalah hal yang selalu harus kamu sukuri. Berikut ini adalah hasil dari film yang kamu terlibat didalamnya .

img_5498

Gambar 5. Kamu si driver gojek yang menyambi profesi sebagai penculik anak

Maret

Pagi hari 9 Maret 2016 kamu berada disana, kamu berada di tempat dulu si Saddam (diperankan oleh Derby Romero) pernah mencium kening si Sherina (Sherina Munaf) pada film Petualangan Sherina yang muncul di kala kamu masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Tempat itu tak lain adalah Boscha, kamu berada disana bukan tanpa sebab, kamu disana oleh sebab hari itu ada Gerhana Matahari Total yang tepat melintasi Indonesia, dan kebetulan di wilayah Bandung akan terlihat Gerhana Matahari Sebagian. Tempat itu memang biasanya ramai bila ada momen kejadian fenomena benda langit. Tapi disana kamu hanya mengambil momen animonya saja. Karena kamu juga sebenarnya tidal mungkin melihat gerhana lewat teropong raksasa tua yang ada disana. Kamu disana hanya melihat dari kacamata gerhana yang dijual disana beserta koleksi perangko edisi khusus yag kamu beli disana. Mau gimana lagi negeri kita ini kan memang minim fasilitas seperti ini, Dimana lagi coba ada teropong bintang kalau bukan di Boscha yang ada di Lembang, Jawa Barat. Itu juga yag bangun kalau tidak salah pihak kompeni. Hidup Teropong Bintang, Hidup Lembang, Hidup Kompeni.

boscha

gambar 6. Suasana lembang di hari itu yang dipenuhi sejumlah orang yang tidak menegenalmu satu sama lain

Hal lain yang kamu ingat di bulan ini mungkin adalah acara kumpul keluarga di Bandung, kebetulan nenekmu dan tantemu semua memang lagi berencana berkumpul semua di Bandung. Kalian pun bertemu layaknya keluarga karena kalau dipikir lagi kalian memang keluarga. Setelah berkumpul di bandung kamu sekeluarga juga sempat ke Jakarta dan mampir ke daerah Bogor.

img_5702

gambar 7. Kamu beserta atuk dan nenekmu juga tantemu dan keluargamu yang melihat kamera karena disuruh

April

Kamu mungin tak akan ingat ini terjadi tanggal berapa tapi mungkin kamu akan selalu ingat momen ini, tetrnyata di bulan inilah kamu sempat mengantar pacarmu ke travel yang akan mengantarkannya dari Bandung menuju Jakarta. Aktivitas yang memang rutin biasanya kamu lakukan setidaknya satu kali setiap bulan, namun berbeda untuk kali ini. Entah kamu sadari atau tidak, bahwa inilah untuk terakhir kalinya kamu mengantarkan pacarmu di tahun ini. Kamu resmi berpisah dengannya dan memutuskan tak bertemu lagi denganmu. Tempat yang sebenarnya sangat historis, mengingat lokasi travel itu adalah lokasi saksi bisu dimana kamu selama ini memperjuangkannya, dimana kamu harus mencoba bertahan untuk hubungan jarak jauh antara Bandung dan Jakarta.

screen-shot-2017-01-05-at-2-44-39-pm

gambar 8. Gambar yang kamu jadikan foto profil di laman social media Path mu ini diambil di bulan April.

Ada momen yang cukup berharga di akhir bulan ini, yaitu teman seperjuanganmu dulu saat kamu menjadi mahasiswa pencinta alam melalui PERIMATRIK akan segera menikah. Sahabatmu itu tak lain adalah Mas Windi, ada dua momen mengejutkan dirimu, pertama saat dia memutuskan untuk memeluk agama Islam dan kedua adalah kabar ia akan menikah dengan The Nisa. Padahal Teh Nisa ini duu adalah orang yang notabene pernah mengospek kami. Suatu momen yang membahagiakan bagi keluarga besar PERIMATRIK tentunya.

 

268

gambar 9. Kamu beserta seluruh jajaran keluarga PERIMATRIK yang sempat mencicipi makanan di nikahan mas Windi dan the Nisa.

Mei

Seperti kebanyakan kehidupan dalam film drama, mungkin ini adalah masa awal dimana saat kamu baru putus, dan menjalani kebiasaan yang berbeda, lalu kamu pun mulai membiasakan dirimu dan menenangkan dirimu. Entah kenapa kamu jadi sering lari ke trek lari yang kebetulan ada juga di Sabuga / Saraga, kamu berolahraga, jajan dan memakan cemilan alfamart di kamarmu dan mulai sering kembali membaca buku, Buku-buku di kamarmu yang mungkin selama ini tak sempat kau baca kini kamu lahap satu persatu. “I Just run in void. Or maybe I should it the other way; I Run in order to acquire a void.” Itu adalah kata-kata yang dituliskan Haruki Murakami melalui bukunya yang berjudul “What i talk about when i talk about running” yang entah kenapa mulai kamu resapi dan kamu seolah sedanng merasakan apa yang dikatakan murakami dengan pemaknaan yang berbeda.

s__28508187

gambar 10. Gambar Sepatumu yang biasa berada di Trek lari Saraga dan sebuah quote dari Murakami

Kamu memang seolah sengaja berlari menuju kehampaan. Namun sederhananya orang lain lebih sering menyebutnya dengan istilah “lari dari kenyataan”. Tentu kamu tidak setuju dengan ungkapan itu, dalam hati dan pikiranmu kamu lebih setuju ke pendapat Murakami, tapi namanya juga orang lain.. ya bebaslah. Semua kan boleh berpendapat dan kamu juga tidak perlu menyamakan semuanya toh hehehe.

Kamu akan mulai memasuki libur UAS disaat ini kamu sempat merencanakan liburan yang akhirnya terpaksa harus gagal, kamu mungkin sedikit kecewa, kecewa dengan banyak hal tapi kehidupan tetap berjalan, itulah kehidupan. “Life is a comedy, written by a sadistic comedy writer” kata Woody Allen dalam filmnya Café Society, persis seperti itu keadaan perasaanmu di bulan ini.

Namun tak melulu soal kesedihan, terkadang kamu tetap merasakan kebahagiaan. Toh kebahagiaan memang baru bisa dieasakan setelah kamu harus bersedih dahulu. Di bulan ini kamu bersama teman-temanmu yang baik, sempat sekedar pergi ke Ranca Upas secara dadakan mengendarai si Bedjo skutermu dan berfoto disana.

screen-shot-2017-01-05-at-8-11-27-pm

gambar 10. Kamu dan beberapa temanmu yang sedang mesra menunjuk bintang sirius

Hmm bahkan kalau tidak salah untuk mencairkan suasana sebelum memasuki liburan puasa dan pulang ke rumah masing-masing, kamu dan teman-temanmu pun sempat melakukan aktifitas bakar-bakaran. Bukan bakar ban bekas yang merugikan orang banyak namun membakar bahan makanan dengan canda tawa untuk menambah nikmat setiap makanan yang dikemas dalam suasana kebersamaan,

bebakaran_2296

gambar 11. Kamu dan beberapa temanmu yang berkumpul dalam satu perjamuan meja makan

Juni

Ini adalah bulan suci, dibulan suci ini kamu libur kuliah dan sedang berada dirumah kedua orang tuamu yag ada di Medan, bertemu saudara, teman lama dan menjalankan ibadah puasa di kota ini menjadi hal yang bisa di sukuri. Oh iya berbeda dengan tahun 2015 dimana saaat bulan puasa kamu sempat menghasilkan beberapa karya di bulan puasa. Seperti membuat komik strip yaitu komik kuker alias kue kering kerjaan di laman ini dan banyak lainnya. Di tahun ini kamu tidak terlalu banyak berkarya satu-satunya karya yang kamu buat pada bulan puasa kali ini mungkin adalah sebuah Poster berikut ini, poster ini gagal menjadi salah satu pemenang karena cuma masuk 20 besar namun apa yang kamu lakukan secara iseng cukup mendapat apresiasi.

screen-shot-2017-01-05-at-8-13-26-pm

gambar 12. Poster buatanmu yang menyuruh orang untuk meninggalkan urusan didunia ketika ada panggilan sholat, namun sayangnya kamu malah merasa seperti adegan orang yang kehabisan bensin di motornya

Juli

Awal bulan juli di tahun 2016 ini kalau tidak salah diawali dengan kegiatan menyambut Hari Raya Lebaran, Lebaran kali ini cukup ramai karena sepupumu dan juga pulang ke Medan. Suasana ramai dan sangat kekeluargaan yang kamu rasakan di kala lebaran.

img_6121

Gambar 13. Kamu, Ibumu, Ayahmu dan adikmu sedang berfoto bersama pot bunga di lapangan merdeka pada hari lebaran.

kamu juga sempat juga pergi ke Danau Toba lagi kedua kalinya di tahun ini namun agak sedikit berbeda karena kamu kali ini pergi bersama seluruh keluarga besar dengan jumlah anggota yang lebih banyak dan melewati jalur Kabanjahe.

 

img_6163

Gambar 14. Kamu yang tengah berfoto berlatar belakang danau toba tapi berasa sedang di pulau padar

Kamu juga sempat foto sahabat setiamu di masa sma yaitu grup “Bale” alias “Stel Kandas” dan sekarang berganti nama lagi menjadi “NewYork”, kamu berfoto dengan mereka karena memanfaatkan momen jumlah grup ini lengkap dan merayakan sepuluh tahun pertemanan kalian. Jika ada yang ingin tahu kisah tentang persahabatan palsu di kala SMAmu dan latar belakang mereka tinggal klik link berikut ini.

Bale Koped

Gambar 14. Kamu dan profesi masing masing temanmu saat ini

Lebaran usai, libur UAS sebenarnya masih panjang tapi kamu telah membuat janji dan berencana untuk berlibur bersama sahabat lainmu di Bandung yaitu si Diles, si Ijal dan si Codot. Kamu sudah lama beli tiket untuk liburan kali ini, Kamu dan temanmu berencana menghabiskan liburan ke Bali. Liburan ke bali ini mungkin bisa dilihat di yutubnya diles berikut ini.

img_6332Gambar 15. Diles, Afis, Kamu, Codot dan Ijal berfoto bersama kotak hydrant di Bali

Sewaktu liburan disana juga sebenarnya kamu melangsungkan pergantian umur menjadi, umur 25 tahun. Umur yang cukup tua karena baru sehari sebelumnya kamu merasa umurmu masih 24. Sebenarnya di tanggal itu sebenarnya kamu sangat ingin melakukan Bungee Jumping, impianmu sedari SD, namun setelah cari info sana sini dan kontak nomer telfon, ternyata Bungee Jumping yang ada di Bali semua pengelolanya sudah tutup. Tak tahu entah karena pengelolanya udah pada rugi menjalankan bisnis ini atau sepinya pengunjung tak jelas, tapi yang jelas kamu sempat sangat kecewa. Mungkin juga karena ada tren olahraga baru di pulau Bali saat ini, yaitu Flyboarding. Untuk mengobati kekecawaanmu kamu pun sempat menjajalnya, kamu sempat membayangkan terbang dan berharap dengan ekspektasi seperti bintang iklan rokok Djarum Super Mild, ternyata kenyataannya kamu lebih sering jatuh seperti menangkap kodok dan hanya laksana bintang iklan kretek kudus.

img_6283

Gambar 16. Kamu yang ingin menjadi Tony Stark

Agustus

Diawal kembalinya kamu ke Bandung di awal bulan agustus, kamu sempat melihat pameran di selasar sunaryo yang bertujuan mengenang Priyanto Sunarto. Bersama si bang Jaki, si Fikri dan si Bang Kiki.

img_6276

Gambar 17. Kamu yang ingin menjadi seperti pak Priyanto Sunarto

Melalui pameran itu kamu jadi bisa membayangkan sosok beliau dan membuatmu berkeinginan untuk terus berkarya di sepanjang hidupnya. mungkin salah suatu momen yang cukup positif dalam kehidupanmu.

Kamu juga sempat pergi ke acara Popcon Asia. Disana kamu pergi dengan si Haris, si Yoma dan si Bondan lalu berkumpul ramai dengan si Andre, si Willy, si Dewi dan banyak lainnya suasana di Jakarta waktu itu cukup asik apalagi selain di mekdi suasana ceria semua istimewa. Setelah popcon kamu juga sempat membuat video aneh seperti ini.

screen-shot-2017-01-05-at-7-16-00-pm

Gambar 17. Kamu dan temanmu berfoto di depan tembok yang digambar oleh anak nakal yang suka mencoret tembok

 

Pada bulan ini juga di tanggal momen yang mungkin seharusnya cukup special di tahun ini salah satu orang yang kamu anggap sebagai sahabat karibmu melangsungkan pernikahannya di bogor. Untuk mengingat momen ini, secara special kamu bahkan sempat menuangkannya dalam tulisan berikut ini.

kawinanscreen-shot-2017-01-05-at-7-39-44-pm

Gambar 18. Kamu dan temanmu yang melepaskan kepergian sahabatmu menjadi tidak perjaka lagi

 

September

Ada lumayan banyak momen di bulan September yang kamu ingat dari mulai Idul adha. Untuk Idul Adha kali ini untuk pertama kalinya kamu berfoto di depan kampus ITB hal yang terasa memalukan jika kamu berfoto disitu di hari biasa. Namun ini hari raya, hari semua bergembira jadi siapa yang akan mengejekmu bila kamu berfoto disana setelah solat kamu juga sempat dadakan naik delman dengan si Dita, Rahmi dan si nawir.

s__28508176

Gambar 19. Kamu sedang mengarak temanmu si Nawir dalam pesta sunatannya

Di bulan ini juga kamu sempat ikut acara DGR (Distinguished Gentlemans Ride), disitu kamu berpakaian rapi ala pelayan Sari Bundo sembari menggeber si Bedjo ditemani si Yoma, Si Wido dan si Bang Jaki dengan mengendarai motor. Pulangnya kamu hujan-hujanan sampai basah lalu kering lalu basah lalu kering lagi…  dengan prestasi ini kamu layak untuk diresmikan menjadi seorang biker sejati, yang dinobatkan oleh kamu sendiri. Yeay..


s__28491783s__28491784

Gambar 20. Kamu yang berpakaian seperti pelayan Rumah Makan Saribundo tapi mengendarai motor.

Selain itu ada lagi momen dimana kamu dan teman-temanmu main ke Jakarta untuk pembukaan restoran baru milik temanmu yaitu si Haffi dan dua orang adik kembarnya nya si Fano dan si Fadi, kembar tapi sama. Nama restorannya Tjikinii Lima, sama seperti namanya, Restoran ini letaknya berada di Jalan Tjikini 1 No. 5. Makanannya enak, suasana tempatnya sangat klasik. Cocok buat kamu yang Romantis apalagi kebetulan kamu waktu itu makannya gratis. Pokoknya kamu merekomendasikan tempat ini sebagai tempat pilihan makan dan bersantai bila kamu kebetulan sedang berada diseputaran daerah Taman Ismail Marzuki, karena toh misalnya kamu berada disekitar lokasi tersebut, percayalah kamu tinggal nyebrang jalan kaki. Menambah suasana romantis lagi pastinya.

s__28491785a7a6cd18-297d-4aca-a840-069961042032

Gambar 21. Kamu dan beberapa temanmu yang berfoto bersama mural bergambar daun kebanggan mereka

Oh iya di bulan september ini ada salah satu momen kehidupanmu yang mungkin merupakan resolusi tahun-tahun sebelumnya yang mungkin baru tercapai di tahun ini. Yaitu kembali untuk mencoba openmic untuk kegiatan Standup Comedy. Standupnya bersama komunitas Standup Indo Bandung di Bober Cafe Bandung, yaitu di jalan Riau, Jalan Riau itu alias jalan R. E . Martadinata yang kalau kamu dari arah jalan Dago alias jalan  Ir H. Djuanda, kamu tinggal terus saja sampai habis lalu belok ke kanan.  Meski masih belum menemukan celahnya setidaknya kamu terhitung sudah tiga kali kembali naik panggung untuk openmic lagi. Sebenarnya mungkin juga bukan kamu yang tak lucu selera lucu mereka saja yang berbeda, atau memang selera kamu saja yang memang tidak lucu, sebaiknya kamu jangan berkecil hati. Alangkah baiknya memang kamu belajar lagi hahaha.

screen-shot-2017-01-05-at-5-46-37-pm

s__28491780s__28491779

Gambar 22. Kamu yang bermaksud melucu tapi kurang lucu bagi orang yang berada disitu.

Oktober

Di awal bulan ini organisasi massa eh bukan organisasi Pecinta Alam kesayanganmu dulu berulang tahun, untuk kali ini kamu menyempatkan hadir ke sekre di Dayeuh Kolot, disana kamu bertemu dengan teman seangkatanmu yaitu si Taufik, Eka, dan Abrar. Tak terasa kamu dan temanmu ternyata sudah jarang sekali bertemu semenjak satu persatu tamat dan menempuh jalan karir mereka masing-masing, namun hari ini kami seolah diingatkan lai bahwa kami pernah berjuang bersama dan pernah punya tujuan yang sama. Hidup Mahasiswa pecinta Alam, Hidup Perimatrik Hidup Dayeuh Kolot.

s__28491782

gambar 23. Syukuran ultah Perimatrik bersama saudara seperjuangan kamu dulu

Ada lagi momen lainnya deperti kamu juga sempat bertemu dengan beberapa rekan kerjamu dulu di sebuah studio desain di Bandung. Mengenai pertemuan ini kamu juga sempat menulisnya disini.

Selain itu di bulan ini bulan yang kamu rasa cukup kamu sukuri, Di bulan inilah kamu mendapat rejeki tak terduga di akhir bulan yaitu mendapatkan Beasiswa dari kemendikbud untuk sisa semestermu yang belum kau selesaikan. Suatu hal yang cukup sukuri dan perlu dirayakan.

267

gambar 24. Kamu dan teman-temanmu pesta makan besar dengan perut yang kecil

November

Ini adalah bulan dimana kedua orang tuamu datang ke Bandung, oleh sebab satu-satunya adikmu akan wisuda bulan ini, kamu sekeluarga berkumpul dan untuk memanfaatkan momentum ini kamu sekeluarga sempat mengabadikannya ke dalam bentuk foto untuk mensyukuri tentang pencapaiannya.

002655a-4

gambar 25. Foto kamu dan keluargamu yang berfoto di bangku milik orang lain setelah acara wisuda adikmu

 

Oh iya sebelum adikmu wisuda ada satu peristiwa yang cukup penting setelah hampir dua tahun lamanya juga kamu akhirnya memutuskan untuk pindah ke tempat tinggal yang baru, yaitu pindah ke sebuah hunian kosan baru yag berada di daerah cisitu kota Bandung, di sebelah kamarnya si Dion yang mengaku sebagai anak metal. Dikosan baru itu kamu juga dapat melihat lemari yang dibikim si Bram teman kelasmu bersama Keranji Studio nya.

 71625fc3-83c6-4d85-a7ce-c026484caefc252

gambar 26. Foto kosan kamu yang lama dan foto kosan barumu

Desember

Ini adalah akhir tahun, tanpa kamu sadri di akhir tahun ini, perlahan kamu sudah mulai menemukan arah topik penelitian untuk thesismu nanti di semester depan. Disinilah kamu akhirnya terlihat mulai bulat dan perlahan ke arah jalan benar yang sebelumnya kamu risaukan.  Kamu mulai terang dan tercerahkan. Perlahan kamu menemukan formatnya, besar kemungkinan kamu akan mengembangkan sebuah sistem online yang terdiri dari applikasi mobile dan website. Kamu sempat  juga membuat trailer berjudul Lost to found yang berisi tentang gambaran topic penelitianmu dan sempat kamu upload di laman youtube berikut ini.

Kamu membuat video tersebut dengan beberapa temanmu yang entah dengan paksaan atau tidak ada paksaan, tapi akhirnya mereka terlibat dalam kepentinganmu dan memenuhi hawa nafsumu. Video yang memperkerjakan sang ketua kelas si Nawir dan kekasihnya si Rahmi sebagai ackor utamnya. Besar harapanmu agar video ini setidaknya mendokumentasikan kisah percintaan mereka di kampus, syukur syukur bila mereka jadi menikah mereka akan melihat kenangan ini dan tersenyum jika melihat video ini nanti di masa mendatang. Dan bila mereka tidak jadi menikah video ini tetap sebagai kenangan bagi merkea kalau mereka pernah bersama dan hahahahaha intinya kamu sama sekali tidak rugi apapun.

screen-shot-2017-01-05-at-6-46-45-pm

gambar 29. Kamu dan seluruh kru yang terlibat untuk pembuatan videomu yang tampak seperti murid perguruan silat tersohor.

Oh iya tak lupa perkenalkan Bagio, dia adalah sepeda MTB lipat dahon lamamu yang akhirnya keluar dari bengkel setelah satu bulan dibengkel, hadir dengan warna baru yaitu kuning yag kamu rasa sangat menggambarkan dirimu membuatmu amat bahagia di bulan ini untuk itulah kamu memutuskannya untuk memberinya nama yaitu Bagio yang berarti Bahagia dalam bahasa jawa. Ya nama adalah sebuah doa dengan nama itu kamu berharap pengendara yang bepergian bersamanya akan merasa bahagio, hal ini melengkapi nama skuter vespamu yang bernama Bedjo yang berarti beruntung dalam bahasa jawa. Hmm Setelah Bedjo dan Bagio menarik untuk kamu lihat kedepan jika kamu nanti punya mobil VW combi sendiri yang berwarna kuning akan kamu beri nama apa mobil itu.. sepertinya kamu arus lebih banyak bersyukur agar semua nikmatmu terus bertambah.

251

gambar 28. Foto Dedaunan yang kebetulan ada si Bagio

Di akhir bulan ini juga kamu sempat pergi ke Bromo bersama orang-orang yang tidak terduga seperti si Yandhi dan si Cimir teman Seangkatan sewaktu SMA dulu. Dan kamu cukup bersenang –senang diliburan tidak terduga tersebut dengan cerita-cerita yang tak kalah menariknya. Semoga itu dapat saya ceritakan di kesempatan lainnya. Terakhir di akhir desember kamu juga pulang dan merayakan pergantian tahun di Medan. Begitulah akhir tahun ini.

Sebenarnya masih banyak momen di sepanjang tahun 2016 yang masih kamu ingat, namun tak sempat terceritakan seluruhnya, jelas saja ada 366 hari dan merangkumnya kedalam satu artikel adalah hal yang cukup merepotkan.

Intinya ternyata setelah dicermati di tahun 2016 ini kamu tetap mencoba terus bahagia, kamu tetap mencoba senang di segala kondisi apapun dan seperti yang pernah kamu tulis sebelumnya fungsi dan tujuan dari bersenang-senang, adalah untuk menghasilkan kenangan di masa mendatang.
Sekedar mengambil kesimpulan, ternyata di tahun 2016 yang lalu kamu benar benar absen mendaki gunung, tercatat paling kamu cuma melakukan trekking ke jayagiri atau tahura saja tak ada gunung yang kau daki tahun ini.

Tema filem yang paling kamu ingat tahun Ini adalah filem Warkop DKI yang lama berjudul Manusia Enam Juta Dolar atau Six Million Dollar Man, kamu beserta para pengikut setia filem itu yaitu si Bang Jaki, si Pigri dan si Yoma dan si Tezar berhasil hapal dan memainkan ulang dialog- dialog yang ada dalam filem tersebut karena terus diulang-ulang dan seperti cuci otak.

Filem lain di tahun 2016 yang berkesan bagi kamu pribadi mungkin Cafe Society, Captain Fantastic, Zootopia, Headshot , Star Wars Rogue One dan lain sebagainya. Sementara perjalanan yang cukup aneh ada kisah Mang Haji Ujang yang mungkin lain kali juga kamu bisa ceritakan.

Di tahun itu juga dapat kamu dapati ada banyak teman seangkatanmu dulu yang telah menikah dan kamu sempat datang kesana seperti nikahan si aming, nikahan si Irfan Fauzan, nikahan si Mas Windy dan nikahan si Desky Bolu.

Tak terasa pergantian tahun ini persis seperti yang sering ibu kamu sering bilang ke kamu, bahwa “Cepat sekali waktu berputar”, kebetulan ibumu ngomong seperti itu saat dia mau buru-buru pergi tapi disaat yang sama kebetulan dia harus mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyetrika dan menyapu terlebih dahulu.
Persis seperti itulah yang mungkin kau rasakan, tak terasa 2016 sudah berakhir. Terimakasih 2016 untuk keseluruhan hari yang telah kamu jalani dan Selamat datang 2017!! Semoga ditahun ini kamu bisa lebih banyak berkarya dan berguna lebih banyak bagi orang banyak.

 

Aria, ditulis di akhir tahun 2016 dan di awal tahun 2017

Napak Tilas bersama Bagio

“Aku kembali ke Bandung … dan kepada cintaku yang sesungguhnya.” – Ir Soekarno

ucapan singkat dari bapak proklamator itu mungkin lebih tepatnya ditunjukan untuk istri keduanya Ibu Inggit Ganarsih.

NAPAK TILAS

Pagi ini, Minggu 18 desember, tahunnya 2016. Sekira pukul enam pagi saya pun pergi bersama Bagio (sepeda), sekedar berolahraga sembari melakukan perjalanan napak tilas ke arah rumah ibu inggit ganarsih di Bandung dulu, tepatnya di jalan Ciateul/Jalan Ibu Inggit Ganarsih no 8. Di rumah tua yang sekarang kalau hari minggu dipenuhi pasar kaget barang rongsokan itulah dulu beliau sempat tinggal.

Seperti yang dulu pernah saya baca dalam buku “Kuantar ke Gerbang” karya Ramadhan KH. sejauh pengingatan saya Ibu Inggit inilah yang berjuang dan menemani hari-hari si bung besar kala memperjuangkan kemerdekaan sebelum akhirnya bung karno menikah dengan fatmawati dan menjadi presiden negeri ini makanya judul bukunya kuantar ke gerbang.
Disitulah saya bersama bagio telah berdiri. Di sebuah rumah tua yang terawat oleh pemerintah. Berarti dari rumah itulah ia rutin mengunjungi bung Karno ke sel penjaranya (Penjara Banceuy). membawakan makanan atau mengabarkan kabar perjuangan dan pergerakan di luar penjara yang disembunyikan melalui buku kitab dsb.

 

rumah ibu inggit ganarsih

Gambar 1. Rumah Ibu Inggit Ganarsih di Jl. Ciateul/Inggit Ganarsih No 8, Bandung.

Dari rumah itu saya pun sekalian saja melanjutkan perjalanan ke arah monumen dan situs penjara Banceuy yang kini tinggal satu buah sel yang dibiarkan dan telah direnovasi oleh kang Ridwan Kamil selaku wali kota bandung. sesuai namanya dulu penjara ini ya teletak di jalan banceuy sebelum persimpangan jalan ABC belok ke kanan ada monumen penjara disana.

img_20161218_071203

Gambar 2. Bagio berfoto bersama monumen penjara banceuy

Saya pun sampai di depan situs bersejarah tersebut dan mengambil beberapa gambar dari hape saya, sayangnya saya tak sempat melakukan pose andalan disana karena kebetulan tak ada benda yang bisa dijadikan tripod alami.

img_20161218_072316 img_20161218_072338

Gambar 3. Foto okasi Penjara Banceuy dan sel bung Karno ketika dahulu ia sempat ditahan disana.

Dari situ saya mampir ke arah balaikota, ramai orang bersepeda sembari melihat kota ini yang penataannya semakin rapi (di bagian pusat kotanya saja), langsung terpaksa bilang nuhun kang emil, disitu juga saya makan sate yang dibakar langsung dari ibu tua lengkap dengan pincuk beralaskan daun pisang ramah lingkungan tanpa styrofoam yang rasanya sungguh nikmat apalagi kalau kamu nikmati saat lapar.

img_20161218_075342

Gambar4. sate nikmat yang bisa ditemukan diseputaran balaikota

Perjalanan pun harus saya sudahi, saya pun kembali pulang ke arah cisitu, saya gowes lagi si bagio sembari sepanjang perjalanan saya hanya membayangkan.. ya mungkin rute itulah yang mungkin tempat kenangan bagi ibu Inggit dan Bung Karno dulu.. kini karena perjuangan kalian itu, sayalah yang menikmati hasilnya

PS : Ketika saya mau sampai cisitu, saya malah ketemu mas Inko yang mengajak main basket dan sayapun akhirnya malah lanjut main basket di sabuga. Saya sampai sekarang masih meyakini bahwa kadang saya tidak tahu akan bertemu siapa dan dimana.

#minggubagio

Pada Sebuah Tempat..

image

Kenangan…

Benar adanya, kalau kenangan mungkin bisa didapat dari mana saja, bahkan dari sebuah tempat kecil sederhana.

ya, ditempat kecil itulah kamu yang masih muda ini pernah mencari nafkah dan mencoba mengumpulkan pengalaman. Disanalah kamu tengah berada bersama yang lainnya yang mungkin bernasib hampir sama.

Tempat yang kamu maksud itu tak lain adalah tempat yang dulunya hanyalah salah satu lantai paling atas di sebuah ruko (rumah toko) yang berada di tengah kota Bandung.

image

Waktu itu kamu masih mengakui dirimu sebagai seorang desainer grafis karena kamu baru lulus dari jurusan dekave.

Disana mungkin kamu pernah memiliki momen bahagia dan punya kenangan indah, tapi disana jugalah kamu sesungguhnya pernah menyaksikan dan merasakan saat temanmu pernah bersitegang dengan yang lainnya, saat temanmu pernah menitikkan air matanya di depanmu, saat temanmu pernah bersikap begitu bawel setiap harinya terhadapmu di tempat itu, saat temanmu pernah kecewa dengan makanan disitu, saat temanmu pernah kepanasan karena AC yang mati di tempat itu, saat kamu dan temanmu terpaksa datang dihari sabtu, saat kamu dipaksa lembur meski tak ingin, saat kamu dan temanmu terjebak sampai malam dan tidak bisa pulang, dan yang pasti intinya adalah ada saat dimana kamu dan temanmu setidaknya pasti pernah punya kekesalan dengan tempat itu.

tapi itu masa lalu..
hari ini kamu sudah tidak lagi di tempat itu, begitupun dengan temanmu yang lainnya, mereka juga sudah tidak berada di tempat itu.

Tapi anehnya malam ini kamu bersama teman lainnya malah tengah berkumpul di tempat yang berbeda dalam satu meja.

Dengan membawa segala ingatan yang masih membekas, hari ini kamu dan lainnya berkumpul kembali.

Bila ada orang yang bilang kebahagiaan didapat dari kenangan yang indah di masa lalu, malam ini pasti kamu akan berkata tidak setuju.

Oleh sebab malam ini kamulah yang merasakannya sendiri.

Pada meja itu ternyata apa yang kamu dan lainnya ceritakan bukanlah kumpulan kisah indah di masa lalu.

Kamulah itu orangnya yang berkumpul malam ini, kamu dan juga teman lainnya itu adalah sekumpulan orang yang mungkin bisa berkumpul dan bersatu karena adanya rasa kekesalan yang hampir serupa.

Kisah penderitaan, kisah kemarahan, kesedihan, kemirisan, kejengkelan, kecurangan, keterlambatan dan kemalasan dan hal-hal semacam itulah yang tadi kamu sebutkan itulah ternyata yang malah kamu ceritakan di meja itu.

Namun malam ini terlihat amat berbeda..
Kamu sama sekali tidak kesal,
Pada meja itu kamu dan mereka semua malah terlihat sedang tertawa bahagia..
Siapa bisa sangka, yang dulunya mungkin adalah luapan kemarahan serta kepulan kekesalan, ternyata malam ini malah berbalik menjadi kumpulan tawa kebahagiaan, yang indah bila ia dikenang dan diceritakan di waktu sekarang.

Hidup memang selalu berputar.
Kiranya hal tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi kamu dan juga kalian bahwa sebenarnya rasa kesal itu sifatnya sementara. 🙂

image

 

20 oktober 2016

Menerawang Masa Mendatang

image

Terjebak aku di rumah makan padang.
Saat aku sedang makan siang.
Memesan nasi berlauk rendang.
Oleh sebab hujan yang mendadak menerjang.

Terang pun tampaknya tak akan lekas datang.
Membuat pikiranku mulai menerawang.
Tentang segala kemungkinan yang mengawang.
Dari mulai jaman perang.
Hingga masa sekarang.

Kebanyakan orang besar mampu memandang masa mendatang.

Ke arah ujung tangan kumulai memandang.
Kemudian aku jadi tahu pasti apa yang akan kulakukan di masa mendatang.
Ya.. sudah kuputuskan langkahku dengan hati lantang.
Aku harus memotong kukuku yang sudah panjang.

02 Oktober 2016
aria

Trekking Sabtu Pagi

Bandung, itu nama tempat ini.

24 september 2016 itu tanggal hari ini.

pagi-pagi aku bangun pagi.
sudah lama aku tidak mendaki.
tapi waktu sepertinya menghalangi.
untuk sekedar mengobati keinginan diri.
aku putuskan saja untuk lari pagi.

koreksi, karena lebih tepatnya jalan kaki.
aku inginnya sih ada sedikit nuansa alami.
makanya trekking jadi pilihan di hati.
tempatnya ke tahura bukan karena mesti.
lebih karena kosanku saat ini dekat ke lokasi.

udah aja aku berangkat sendiri.
ke sananya naik pespaku sendiri.
bayar tiketnya juga uang sendiri.
dan kalau parkirnya sih bayar lagi.
dasar tak mau rugi.

setelah masuk pintu gerbang akupun akhirnya memulai.
jalan kaki sembari memakai topi.
membawa satu botol air murni.
sepanjang jalan banyak ojek menawariku silih berganti.
kutolak satu persatu dan hanya senyuman yang bisa kuberi.

goa belanda sudah kulewati.
aku jalan terus sampai kandang rusa yang berkawat besi.

s__25649174 s__25649173

jalan lagi .. lagi dan lagi..
kamu tau jalanan disana amat sepi.
sampai aku tiba melihat air terjun yang cukup tinggi.

image

di curug itu aku berhenti.
perjalanan sudah harus aku sudahi.
berhenti sejenak kemudian jalan pulang kembali.

dijalan pulang aku beli kopi dan beli pocari.
dari si ibu yang menawarkan jualannya sendiri.
aku minumnya sendiri soalnya ibunya kan ga minta bagi.
lalu beli jagung bakar yang rasanya tidak asing lagi.
dari si bapak yang tersenyum kepadaku sampai kelihatan gigi.
aku makan sembari buka kaos kaki untuk sekedar mengistirahatkan kaki.
bapaknya bilang terima kasih karena uang kembaliannya jg kuberi.

s__25649172

tak terasa total sepuluh kilo kalo dihitung pulang-pergi.
aku ingat aku start sekitar jam tuju pagi.
jam setengah sebelas baru sampai ke titik kembali.

aku pikir bakalan copot kaki.
soalnya aku belum minum tongli.
kan katanya biar strong seperti bruce li.
ternyata tanpa tongli.
aku masih bisa melakukan ini.

image

apa yang kudapat hari ini.
selain lelah hayati.
tak ada, selain hidup yang masih harus disyukuri.
serta tulisan untuk kisah ini.
yang jadinya bisa kubagi.
🙂

Surat Terbuka Untuk Herdita

Mungkin tulisan kali ini akan lebih tepat jikalau saya menyebutnya sebuah surat. Sebuah surat terbuka, yang saya tulis untuk seseorang dari spesies manusia, berjenis wanita, bernama Herdita.

Dear Didit,

Saya menggunakan kalimat “dear” pada awalan tentu tak ada maksud lain selain agar tampak seperti menulis surat betulan, kemudian saya juga panggil kamu “Didit”, karena begitulah yang saya dengar dari orang-orang kebanyakan yang mencoba memanggil namamu. Karena kita sebelumnya pernah berkenalan, Secara teori dan praktik, tentu itu menjadikan kamu jadi sudah kenal saya setidaknya mengetahui wajah masing-masingnya. Tapi yang saya maksud kenal disini, mungkin lebih dari itu, mungkin kamu lebih banyak mengenali diri saya, hanya dengan mendengar sedikit cerita, atau selintingn gosip tentang diri saya (semoga).Mengenai siapa saya dimatamu mungkin bukanlah hal penting. Kamu juga tidak perlu mesti tahu, dan masalah ini, tak perlulah kita perpanjang. Karena ini bukan sebuah STNK, yang wajib diperpanjang.

Meski kamu tak perlu tau tentang saya, mengenai yang satu ini, kamu jadi mesti tahu, karena tiba-tiba akan menjadi penting bagi kamu. Timbul pertanyaan, kenapa bisa berubah demikian, hal ini tak lain, ketika apa yang saya sampaikan ini, menyangkut mantan kekasihmu.

Tuh benar kan, jadi penting.

Melalui surat ini saya akan akan mulai menceritakan siapa mantan kekasihmu yang berengsek itu, dari mata saya…

Hey.., dengan kalimat pengantar tersebut tidakkah surat ini jadi terlihat seperti surat yang akan membuka aib seseorang? oh, sungguh disayangkan, karena tampaknya sih bukan.

Hey.., dengan kalimat pengantar tersebut, karena kebetulan saya seorang manusia dari jenis laki-laki dan tiba-tiba menulis surat kepada seorang wanita yang isinya ingin menceritakan tentang mantan kekasih wanita tersebut, tidakkah surat ini jadi tampak dikirim oleh seorang penyuka sesama jenis yang habis dikecewakan? sungguh disayangkan sekali lagi, karena ternyata lagi-lagi bukan.

Kebetulan saya masih suka manusia berjenis wanita, apalagi mereka yang cantik-cantik.

Yah .. sayang sekali yah, jadi kurang sensasional konspiratif . Mau gimana lagi.. karena surat ini tak lebih hanyalah sebuah surat yang ditulis oleh seorang…. apa yah yang enak untuk menyebutnya.. ah..mantan sahabat kekasihmu.

Entahlah apa dia juga menganggap saya sebagai sahabatnya atau bukan, biar itu menjadi urusannya. Menjadi urusan saya karena saya pernah menganggapnya demikian. hehehe

Saya akan menceritakan tentang berbagai hal tentang mantan kekasihmu. Ya mantan kekasihmu yang mana lagi coba, dia tak lain adalah si brengsek Agung Nugroho. Ups.. saya harap kamu jangan marah dulu, saya panggil dia begitu  karena dia memang…  brengsek. hehehe. Kalau dulu sih saya panggil dia dengan nama panggilan Aming, karena dia ingin dipanggil begitu dan orang-orang lainnya pun memanggilnya dengan sebutan itu.

Ini adalah sebuah cerita, tentang dimana ada hari-hari saya bersamanya saat kau tidak bersama mantan kekasihmu itu. Saya telah menghabiskan waktu setidaknya selama 4 tahun kuliah. Tinggal di kosan yang sama selama 3 tahun dan tinggal di rumah kontrakan yang sama selama satu tahun di kota yang sayangnya tak terlalu dingin lagi, bernama Bandung.

Saya merasa harus menceritakannya dari awal, kenapa mesti dari awal, agar memiliki akhir.

Bagaimana awal mula kami bisa berteman? Asal kamu tahu ya dit, mantan kekasihmu inilah yang awalnya dulu pingin banget temenan sama saya, bukan saya. Untuk hal ini entah kenapa saya begitu yakin.

Awalnya memang saya undang dia main ke kosan bersama teman-teman lainnya, kosan saya dulu semacam basecamp bagi anak kelas DKV A angkatan 2009. Kosannya itu di gegerkalong hilir lalu belok ke dalam sebuah gang bernama picung. kalo kamu mau tau tentang yang punya kosan, namanya ibu dedeh,  bukan mama dedeh. Dia tidak tinggal dikosan itu, yang tinggal di kosan itu anak si ibu kos dan juga seorang asisten rumah tangga yang sunda pisan, seperti asisten rumah tangga lainnya dia rajin bersih-bersih kosan setiap hari, tanpa mengeluh, mungkin karena menemukan passionnya, dan .. karena dibayar.

Boleh kamu tahu, dulu si Aming itu anaknya sombong, entah sombong karena badannya besar, sombong karena dia manusia, sombong karena alisnya tebal, gatau pokoknya harus sombong. Diawal kuliah dia maunya gabung dan berteman dengan orang yang telah dikenal sebelumnya, yaitu ‘geng bogor’ lainnya. Adalah si Sasa, Tami, Bolu dan Donny. Tapi hari itu lain, hari itu tumben dia ikut kami, segerombolan anak yang berjalan kaki beramai-ramai karena hendak menuju kosan saya.

Karena dia ikut, jadi aja dia tahu kosan saya dimana, dia juga jadi tahu saya suka komik One Piece, komik nomer satu di galaksi Bima Sakti karena di kosan saya banyak terdapat poster dan komik tersebut, kebetulan dia suka juga. Selain tau kesukaan saya, dia juga jadi tau kamar mandi kosan saya, karena sebelumnya dia menumpang pipis di toilet kosan saya.

Dulu dikosan saya suka menerima tamu anak DKV A, namanya mahasiswa perantau semua, seolah menemukan teman senasib dan seperjuangan, dan masing-masing juga mencari teman, kami sangat senang bila berkumpul bersama. Tak jarang malah kami menginap beramai-ramai sembari mengerjakan tugas bersama atau sekedar bacot dan berdebat tentang teori konspirasi. Atau yang terjadi bisa jadi karena bacot di kosan saya, akhirnya berdebat kemudian terjadilah konspirasi.

Besok-besoknya, selain teman-teman yang lain, rajin dia datang ke kosan saya di gegerkalong. Tak jarang dia menginap. Bahkan bila tak ada anak-anak lainnya yang menginap di tempat saya, dia masih sering menginap di tempat saya. Sepertinya dia kesepian, karena kekasihnya yaitu kamunya adanya di Bogor, bukan malah di Bandung. Makanya dia cari kawan, yaitu saya. Untunglah saya mau temenan juga sama dia, untung juga kami masih sama-sama laki-laki normal, jadinya kamu tak perlu cemburu.

Sabtu minggu dia kayaknya memang kebanyakan dihabiskan di Bogor, untuk menemuimu katanya, dua minggu sekali atau sebulan sekali. tapi selebihnya … dia bahkan amat sangat terlalu sering bersama saya. Dari mulai tugas rupa dasar yang dikerjakan bersama hingga larut malam bahkan sampai pagi, membuat robot bersama si Ardi anak sukabumi di tugas konstruksi  3D dari CD bekas, yang sama sekali gagal dan cacat karena tidak ada proses pengulangannya, kata dosen kami pak Alvanov . Untunglah di masa bergadang demi tugas, ada nasi goreng ghaib yang tetap menemani kami sehingga kami tak perlu kuatir ketika lapar.Nasi goreng ghaib karena jualannya jam 12 malam, jualan dan datang masuk ke kosan saya tanpa tau jadwal tetapnya dan seolah tau jadwal lapar kami. Pokonya hampir tiap saat selama di bandung makan bareng ya sama dia, dari mulai sarapan, makan siang, makan malam, sampe sarapan lagi.

Tak lebih dari setahun masa-masa kami di gegerkalong ,  tahun-tahun berikutnya kampus kami harus pindah ke Texasnya kota Bandung, Dayeuh Kolot. Disana arealnya sangat panas beriklim gurun pasir bahkan tak jarang ada angin puting beliung yang seperti tornado. Bila kamu rasa cerita ini berlebihan , saya rasa kamu bisa membuktikannya. Bila saya ternyata tidak mampu membuktikan, itu mungkin cuma karena perbedaan cara pandang. Kamu memandang dayeuh kolot, saya memandang layar melihat film Mad Max.

Pindah ke lingkungan baru mengharuskan kami untuk pindah mencari hunian baru, mungkin hunian itu bukanlah apartemen yang dijual feni rose. Melainkan kami memutuskan mencari kosan yang sama beramai – ramai bersama kawan lainnya. Meski kosan yang sama, kami sepakat tetap ingin memiliki kamar masing-masing, demi privasi katanya, yg nyatanya pada prakteknya sih sama saja meskipun kami punya kamar masing-masing hal tersebut tidak terjadi karena aktifitas berkumpul disatu kamar beramai-ramai selalu terjadi. soksokan siah.

Dikala banyak mahasiswa yang ngekost di sukabirus dan sukapura yang merupakan nama jalan di sekitar kampus Telkom, kami memilih kostan dekat Batununggal yang sebenarnya merupakan nama sebuah komplek perumahan di Bandung Selatan. Disana ibu kosannya namanya bu Fanny rambutnya pirang, seorang perokok, dengan suaminya yang kalem dan pendiam, tampak bersahaja, yah kita tak tahu masa lalu mereka. Sekitar tiga tahun kami dikosan itu, saya rasa sudah cukup menggambarkan bagaimana hubungan pertemanan kami, pasti banyak cerita yang telah dihasilkan. Apalagi dikosan yang berjumlah kamar 20 an itu, 65 persen penghuni kosan itu adalah teman sekelas kami. Sehingga cukup bisa dibayangkan dan tak perlu lagi lah dijelaskan satu persatu kejadian yang ada di kostan itu bisa-bisa malah jadi sebuah novel bukan surat.

Dia teman sarapan saya, tapi  karena dia juga, waktu sarapan saya selalu terlambat karena tak jarang dia sedang sibuk menelepon. tak jarang saya menunggunya selesai meneleponmu. perut lapar tapi tetap aku saya tunggu dia, landasannya setia kawan, padahal mah .. iya. wek.

427142_2342041370359_510992748_nGambar 1. menyapit kepiting sebelum kepitingnya nyapit duluan, di pantai Batu Nunggul.

Hampir setiap tugas kelompok juga, pasti saya sama dia, yang kelompok wayanglah, yang kaos bolak balik alias laklik lah,  banyaklah. Olahraga juga sama, yang renang lah, yang main badmintonlah, yang main futsal lah, atau yang main futsal pake aturan badminton di kolam renang. Gitu aja terus sampe firaun memutuskan tattoan pake tato kontemporer biar ilang seminggu dan ga dimarahin maknya karena disangka berani ngelawan tuhan sebelum dia akhirnya mengaku sebagai tuhan beneran.

Saya akui dia memang pernah sahabat yang baik bagi saya, karena dibalik saya menemani hari-harinya saat tidak bersamamu.. tentu saja sebaliknya, dia pun demikian.

Dalam sebuah pertemanan, berantem adalah hal yang pastinya biasa terjadi, dan saya harus akui saya pernah berantem dengan dia. Ketika pertikaian terjadi karena perbedaan persoalannya tentu saja hanya satu pertanyaannya, yaitu bagaimanakah kelanjutan hubungan pertemanan kami setelahnya, apakah kami akan bersahabat kembali atau tidak. Hanya dua itu toh jawabannya.

Saya lupa saya pernah bertikai dengan dia karena apa, yah tak pentinglah, mendingan melupakan hal buruk dan mengingat kebaikannya saja, bukan.  Tapi saya akui, diantara kami aksi saling diam dan tak bertegur sapa sempat terjadi, memang hal itu tak berlangsung lama seingat saya. Kebetulan pada jaman dulu dia sih lebih berhati besar daripada saya,  terkutuklah saya, bila sudah seperti itu saya malah masih berkeras kepala. Tanpa banyak penjelasan, kami pun bersahabat kembali hehehe

Seperti yang saya bilang, rutinitas selain kuliah di Bandung, ya dia sering balik ke Bogor. Untuk menemuimu katanya, tak jarang dia berangkat dari Bandungnya hari jum’at , kadang saya antar dia ke terminal Leuwi Panjang. Dia pergi tentu saya otomatis seolah tidak punya teman di saat weekend. Untunglah saya waktu itu ikut organisasi penempuh rimba (semacam pencinta alam) namanya PERIMATRIK , untuk hal yang satu itu saya tentu kan cerita di lain kesempatan. Intinya saya jadi menyalurkan hobi saya, saya jadi sering pergi naik gunung, gunung beneran bukan gunung kiasan. Pokoknya saya jadi punya kesibukan lainnya hampir tiap bulan saya naik gunung dan malah keterusan, dan kebetulan saya cukup aktif di organisasi itu, sehingga ada dan tidaknya dia dikala weekend, hampir tidak berpengaruh.

Saya juga akui, ada era dimana saya agak mulai jarang bareng sama dia, maksudnya bukan jarang ketemu, ketemu mah masih setiap hari, toh satu kosan, miara kucing bernama gregory juga bareng, bahkan aming  memang seolah penitipan hewan disaat penghuni kosan lainnya ingin bepergian cukup lama. Jadi jarang disini bukan ke tidak bertemu tapi lebih ke sudah tidak makan pagi sampe malem bareng setiap hari. Ngerti kan, kalau ga sih gapapa, ga harus kan. Penyebabnya ialah, oleh sebab saat itu saya memutuskan untuk mulai pacaran.

yah kamu harus maklumlah namanya diawal pacaran, dunia seolah milik berdua. Untungnya dia teman yang baik Hmm lagian sebelum saya mulai pacaran, saya juga tanya pendapat dia kok. Kalau ada masalah yang cukup serius, saya juga masih cerita ke dia kok, karena dia saya anggap orang yang cukup paham sisi temperamen saya dan saya rasa juga saya adalah salah satu orang yang sangat mengenal boroknya dia. hahaha

IMG_0461

Gambar 2. Bukan band, tapi sebuah kelompok tukang dagang kaos

Ohh sungguh salah satu masa-masa paling indah, banyak sekali cerita perjuangan semasa kuliah. Enak yah.. sampe kami semua harus segera tamat kuliah, kebetulan saya dan teman-teman akan tamat kuliah duluan. waktu itu dia membantu juga salah seorang yang ikut serta membantu saya dalam mennyelesaikan tugas akhir, sampai sidang akhir saya… tentu itu salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya.

Dia bisa agak lama tamat kuliah mah karena bermasalah saat magang kalo ga salah. Dia pertama kali magang itu di Bandung di perusahaan animasi, sementara saya sempat magang di jakarta di sebuah perusahaan penerbitan. Magang saya juga sebenarnya hampir senasib sih, tapi masih ketolong dengan berbagai pengecualian ini itu, sehingga saya bisa mengambil mata kuliah Tugas Akhir. Sementara dia, harus mengulang mata kuliah magang untuk yang kedua kalinya. Sungguh disayangkan, aku yakin dia cukup terpukul saat itu, sudah lama tidak kulihat dia tidak merokok. Waktu berlalu, magangnya yang kedua pun telah tiba. Ia magang di sebuah perusahaan yang biasa mengurus boardgame di Bandung, Tapi disatu sisi tanpa disangka magangnya yang kedua itu malah amat sangat membantu tugas akhirnya, seolah itu memang jalannya, yah kita memang benar-benar tidak tahu rahasia Tuhan. hidup Magang, hidup Tuhan.~

Saya wisuda di bulan akhir tahun 2013 bulan oktober, untungnya dia hadir di wisuda saya. Setelah saya wisuda, ada masa transisi bagi kami, bahkan kami sempat memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah di daerah cigadung selama setahun, tepatnya di jalan antropologi no.6 , itu tempatnya kamu lurus saja dari jalan Tubagus Ismail sampai ketemu ampera yang ada alfamartnya, kamu belok kiri mentok terus masuk ke perumahan dosen unpad, disitu kamu ambil kiri ada mesjid belok kanan, itu dia rumah kontrakan kami yang cukup besar di kota Bandung karena berkamar sebanyak 7 buah dan kamu sudah pernah kesana, satu kali kan.

Bulan Mei tahun 2014, itu adalah beberapa hari dimana saat ini malah dia yang akan wisuda, saya masih ingat sehari sebelum dia wisuda saya mengirim pesan ke dirimu agar kamu ikut menghadiri acara wisudanya. Seperti yang telah terjadi waktu itu kamu mau, hari itu kamu saya jemput untuk menginap di kontrakan kami, tentu aming tidak tau karena dia sedang di hotel bersama kedua orangtuanya. Sebuah kejutan kecil dari diri saya yang harapannya sih menjadi surprised bagi dirinya. Saya rasa meski saya sudah sejak lama mendengar tentangmu, dari aming sendiri tapi itu adalah pertama kalinya kita secara resmi bertemu, benar bukan.

Setelah dia wisuda saya cukup tidak menyangka, bahwa  ternyata itu adalah hari-hari terakhir juga saya bisa sering melihat mantan kekasihmu itu. oke munafik kalau saya bilang saya tidak menyangka, secara gambaran ke depan saya sudah tau kalau suatu hari kami akan berpisah dan punya jalan masing-masing, tapi  yang saya mungkin tidak menyangka bahwa perpisahan berlangsung seperti ini,  perubahan ini berlangsung dengan cara yang terlalu mendadak menurut saya. saya akui saya tidak cukup siap, tanya saja kekasih saya yang ada saat dia pindahan waktu itu.

Dia tidak genap menjadi penghuni kontrakan selama setahun, tak berapa lama dia wisuda dia memang sempat kembali ke Bandung. Menjadi penghuni kontrakan lagi sebentar, tapi tak lama karena dia  kembali ke Bogor, dan semenjak dia diterima di perusahaan  toko online berlogo burung tapi mirip tas belanja,  dia menetap di jakarta. sisanya kamarnya dibiarkan kosong dan dipakai oleh dani. Saya bahkan hampir tidak pernah bertemu lagi dengannya..

Kontrakan hampir habis, hari itu dia kembali ke Bandung. ke kontrakan kami, saya pikir di hari itu akan panjang, tapi ternyata dia datang hanya untuk pergi membawa barang-barang nya dan hilang bersama membawa grey, seekor kucing kontrakan yang besar dan berwarna abu-abu. Sebelum pergi sempat juga dia berjanji untuk datang menemui saya dibandung, tapi ternyata itu hanyalah janji .. yang tak tau apakah akan ditepati,

Hari-hari berakhirnya kosan semakin dekat satu persatu hilang dari rumah kontrakan itu. saya pindah dari kontrakan paling akhir, saya pindah ke kosan di jalan terusan cigadung, yang saya huni sampai saat ini. kamu tahu beberapa bulan diawal itu adalah momen yang berat dalam kehidupan saya. Saya terlalu terbiasa dengan suara hiruk-pikuk kosan ataupun kontrakan, benar -benar  tidak terbiasa dengan kesendirian…

Sudah lebih dari satu tahun saya ngekos di daerah tubagus ismail, seperti kacang yang lupa pada kulitnya karena kacang masuk ke dalam mulut untuk dimakan dan menjadi kotoran sementara kulitnya tidak di makan karena harus masuk ke tempat sampah. Seperti itulah, analogi kami berpisah. Tak perlu ada backsound “Its been a long time, without you my friends…” yang dinyanyikan oleh Wiz Kalifa. Tak perlu pula juga diikuti oleh gambar dua mobil yang dikendarain Vin Diesel dan mendiang Paul Walker yg berpisah jalan di serial Fast and Furious.

Setelah kami berpisah dan aku pindah ke kosan itu tapi tak sekalipun dia menampakkan batang hidungnya yang besar itu. Janji untuk mampir ke kosan saya untuk mengambil karya boardgame Tugas akhirnya pun tak jua tertepati, karena hingga hari ini boardgame miliknya masih ada di laci lemariku, bukannya apa apa, tapi menuh-menuhin saja.

Berkali-kali juga saya mau bertemu dengannya di jakarta tapi tak pernah terjadi, Hanya satu kali saya berjumpa di jakarta, mungkin acara buka puasa bareng, saya bahkan sampai lupa. Hari-hari berikut saya jalani, tidak lagi sama seperti dulu, kadang dulu terasa menyenangkan, ahhh tidak sesempurna itu juga sih pastinya. Intinya semua berlangsung sangat cepat tanpa terasa  saya bahkan telah berhenti bekerja dan tengah mengambil kuliah lagi. Sekali lagi kita bertemu di Bogor saat acara si Bolu, saya bertemu denganmu dan dirinya sehari penuh, dan kemudian hari-hari terus berlanjut lagi…. lagi… tanpa ada kisah tentang kami yang berarti lagi….

.

.

.

Sampai muncullah sebuah berita …..

berita yang jauh-jauh mengharuskan untuk mengantarkan saya menemui dirinya.

Hari itu saya melihat sahabat saya yang berengsek itu tengah duduk di hadapan saya, kulihat disampingnya telah duduk pula dirimu menemaninya. Ada banyak senyum yang terpancar dari raut wajah kalian oleh sebab rona kebahagiaan

agung nugroho dan herdita

Gambar 3. ada penampakan dua hantu sunsilk di pojok kanan 

Dengan ucapan sebuah ucapan yang sakral yang mencatut nama Tuhan. Hari itu.. seorang  mantan sahabat saya ini pun resmi menjadi mantan keasihmu sekaligus naik pangkat karena telah menjadi seorang suamimu.

yah itulah  hari dimana pada hari itu kalian resmi melangsungkan pernikahan.

Melalui surat ini yang sebenarnya ingin saya sampaikan adalah bahwa melihat orang yang  dulu saya juga amat  mengenal tingkahnya, lalu kemudian seolah meninggalkan saya.. hari itu saya ikut berbahagia.

Tak lama, bersama teman-teman lainnya, saya menghampiri kalian di pelaminan.

Seolah ingin melepas segala kerinduan yang telah tercipta di kehidupan sebelumnya, Seolah ingin mengulang masa lalu yang saya tahu itu  tak mungkin terulang kembali. Sebenarnya ada banyak  yang hal yang ingin dikatakan, namun hari itu hanya sebuah ucapan salam dan selamat yang bisa saya berikan padamu, saya berikan salam saya padamu terlebih dahulu karena saya malas menyalami si berengsek itu. Tapi tenang saya doakan juga kalian berdua selalu bahagia.

Selamat menempuh babak kehidupan yang baru, untuk kalian semoga kalian dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan. Sungguh saya pun dalam hati sebenernya sedikit melankolis saat menyaksikannya, Sembari mengenakan baju kemeja batik abu-abu yang saya jahit dari bahan yang kalian berikan, dipadukan dengan celana bahan hitam dan sepatu kulit, hari itu saya ikut gembira menyaksikan hari bahagia bagi dirimu dan dirinya akhirnya dipersatukan atas nama Tuhan…

kawinan

Gambar 4. ikh fotonya goyang 

Setelah menyalami kalian saya mengambil makanan yang ada di pesta untuk kemudian saya makan, berhubung saya sangat lapar. Tak ada alasan lain untuk itu.

Mungkin inilah yang saya maksud diawal tadi, akhir dari surat ini maksudnya. hehe,

dan memang saya tidak tahu kapan saya bisa bertemu lagi,…

Mengulangnya adalah suatu kemustahilan, sementara yang saat ini bisa saya lakukan adalah hanya dengan mencoba mensyukuri hal yang indah, yang pernah saya rasakan bersama, bukankah  fungsi dan tujuan melakukan kegembiraan di masa lalu adalah agar bisa dikenang di masa sekarang, seperti saat ini.

demikian kiranya Surat terbuka dari orang yang pernah menjadi sahabat suamimu dulu..

Saya akan tutup dengan sebuah salam, agar tulisan ini kembali seperti sebuah surat. Semoga bahagia hingga anak cucu dan maut memisahkah. Saya juga tidak akan mengatakan selamat tinggal yang berarti itu perpisahan,…
sampai jumpa.

Bandung 7 Agustus 2016*

Aria

 

momenn*Tadinya surat ini memang ingin saya posting sehari setelah hari pernikahan kalian, tapi apa boleh buat waktu jualah yang belum tepat dan menjadi kambing hitam. dan tak terasa surat ini terus perlahan-lahan saya tulis terus edit terus menerus sehingga tanpa sadar malah menjadikannya sebuah surat yang sangat-sangat panjang. 😛

post

Karena SMA, Persahabatan Itu Ada (Part 2)

bale hitam putih

gambar 1. (kiri-kanan) : aulia, fina, haris, hani, dewi, saya, dan rifqi

Mari kita langsung mulai saja part 2 nya. Bila kalian punya keinginan membaca part 1 nya lagi boleh silakan klik disini.

Setelah saya menceritakan tiga makhluk sebelumnya, kini tiba saatnya saya berbagi kisah tentang tiga mahkluk berikutnya agar saya tak perlu dicap tidak adil, oleh mereka yang ingin menyebut saya begitu dan tentu saja oleh yang belum kebagian.

4. Haris Abadyah (Haris/Keling)
Haris Abadsyah bukan Haris satu Abad seperti kata Bu Lin, wali kelas kami. Lahir tanggal 30 oktober 1991, kukira ia lahir saat langit sedang gelap gulita, karena warna kulitnya berwarna gelap dan eksotis. Meskipun begitu untunglah hatinya amat terang benderang cerah berbinae, semoga saja begitu hehe.

Keling adalah nama lain dari Haris, sebagaimana ia sering dipanggil kalau kami sedang kesal. Keling pindah ke kelas kami di kelas 2 SMA XI IPA 8 asalnya dari kelas X-10. tidak seperti para pesulap, sebenernya kami sudah pernah kenal sebelumnya. Oleh sebab saya se-organisasi dengan dia. So.. He is the funniest guy, dia adalah manusia penguasa seni melipat tubuh, bareng dia saya main bola ujan ujanan disekolah, bareng dia saya main game Gunbound di X-EZ busuk net di warnet punya Twopig, bareng dia kami main futsal di STM, dan untuk bareng yang satu ini adalah bareng yang cukup saya ingat karena bareng dia, saya pernah merasa senasib hanya karena sebuah lagu kebangsaan negeri kita.

haris dan saya

Gambar 2. itu saya yang digendong sikeling sebelum saya dimangsa bocah berbaju pramuka

Saya cuma masih tidak habis pikir, karena pikir tidak mungkin habis. Permasalaahan kali ini adalah bagaimana mungkin lagu kebangsaan negeri kita, malah mendatangkan malapetaka bagi saya dan Keling. Singkat cerita kebetulan kami baru selesai upacara, kami kembali ke kelas kami duduk sejajar di bagian belakang kelas yang memiliki kaca yang bolong. Oleh sebab masih terpengaruh suasana upacara, kami yang baru masuk kelas dan duduk di bangku belakang masih bercanda-canda, ntah siapa yang memulai saya sudah lupa, yang jelas antara saya, Keling atau Azri mulai mencoba mengejek dan menirukan gerakan seorang dirigen upacara tadi pagi sambil menggerakan kedua tangan dan menirukan gayanya lalu bilang 1..2..3 kemudian saya dan keling pun menyanyikan lagu indonesia raya. Sebenarnya saya barulah menyanyi bagian awalnya saja, cuma kebetulan kecepatan suara saya yang sampai ke telinga si Bu guru lebih lebih cepat dibanding biasanya. Terdengarlah itu suara kami ke telinganya.

Belum lagi kami sampai pada bagian akhir lagu yang menyatakan bahwa negeri ini, adalah negeri yang merdeka, tiba-tiba sudah terdengar saja suara berikut.

“Haris, Aria kedepan!”, JEGER… sontak kami terkejut, tampaknya kebetulan sosok tersebut hapal nama kami, dan begitulah suara yang terdengar, yang ternyata berasal dari sosok si Bu guru yang duduk didepan.

Celaka tiga belas bagi saya dan Keling, kami pun mencoba saling mengelak sejenak, saling tunjuk-tunjukan dan yang berujung kemudian pasrah. Mau tidak mau disitulah kami,ke depan kelas menemui si Bu guru. Kami masih berusaha menolak dan berkelit, dan hasilnya… disanalah kami  disuruh berdiri dengan satu kaki di depan kelas disamping meja guru disebelah papan tulis. Bukan berarti sebagai manusia kami adalah makhluk yg tak bisa berdiri menggunakan dua kaki, saya yakin si Bu guru pun sudah mengerti akan hal itu. Tapi apa boleh buat, itulah hukuman yang kami peroleh sepanjang pelajaran biologi sampai pelajaran usai.

Ah percayalah Bu guru kalau cuma hukuman seperti itu yang bisa ibu berikan kepada kami, itu pasti terlalu ringan buat kami dan menurut aaya itu amat kekanak – kanakan, meskipun apa yang saya lakukan bersama dengan si Keling sebelumnya merupakan hal yang kekanak-kanakan pula.

Saya rasa bukan hukuman itu yang membuat kami sadar, dengan hukuman semacam itu yang didapat mungkin hanya rasa kesal. Hal yang membuat kami sadar malah ucapan ibu itu setelahnya. Entahlah dengan si Keling, tapi jujur, saya sempat sejenak tertegun. “Kalian ini kalo upacara, disuruh nyanyi tidak nyanyi, sekarang lagi pelajaran ga ada yang nyuruh kalian malah nyanyi, apalagi kalian inikan kebetulan anak BKM, seharusnya jadi contoh dikelas”, ucapan itu sungguh jauh menusuk kalbu dibandingkan acara Mama Dedeh bersama Abdel  di pagi hari, percaya deh. Perkara organisasi BKM malu atau tidak, kurasa organisasi itu malah harus bangga pernah menghasilkan kader yang membuat organisasi itu jauh lebih hidup. Yang pasti, ucapan itu membuatku malu sebentar, dan sampai sekarang buktinya masih saya ingat untuk kemudian terkadang lupa dan melakukan tindakan lainnya bersama si Keling ini.

Saya juga banyak kenangan bersama – si Keling yang dulunya botak, seperti seorang Dalsim dari serial mortal kombat ini, termasuk disaat anak-anak lainnya yang seusia kami ramai-ramai mendirikan komunitas di sekolah, baik komunitas motor, komunitas kelas, komunitas yang penting komunitas lah, tapi kami berdua memutuskan menjadi berbeda, kami malah bikin Partai. Partai Gerandra namanya.

Sekilas Gerandra (Intermezzo) 

Terinfluence oleh iklan partai yang terkenal dengan slogan Macan Asia berlambang kepala garudanya milik Prabowo, yang saat itu sangat tren karena diputar secara terus menerus sebagai sarana cuci otak. Saya pun akhirnya memutuskan mendirikan Partai Gerandra. Gerandra merupakan akronim dari kata Gerakan Smandu Raya, partai ini murni saya dirikan dengan serius atas dasar keisengan semata. Partai ini juga telah diakui, setidaknya oleh kami sendiri.

Saya mencalonkan diri sebagai ketuanya dan Keling .. tentu saja saya rekrut sebagai wakilnya. Visi dan misinya jelas, agar seluruh rakyat Sekolah SMAN 2 bisa bahagia dan bebas menikmati masa SMA nya di sekolah ini dengan cara mereka masing-masing, bagi siswa yang kebahagiannya adalah cabut sekolah untuk kekantin kami mengupayakan agar bisa tetap demikian dan semoga mereka tidak tertangkap guru, bagi yang kebahagian SMAnya adalah untuk pacaran kami mempersilahkan agar silahkan berpacaran asal jangan menimbulkan cemburu, bagi siswa yang suka mengerjakan PR disekolah agar tetap pula bisa demikian dan semoga tetap tidak ketauan. Dan kebahagian masing-masing lainnya yang tentu saja berbeda. Siapa yang tahu orang bisa bahagia karena apa, bukankah begitu bukan.

 

Kalian bisa bayangkan, mungkin inilah partai ideal, dan hanya partai kamilah yang tampaknya mampu menampung segala aspirasi, menjamin kebebasan dan keinginan masyarakatnya. Ini foto saya dan haris diedit dengan sederhana waktu itu masih adobe photoshop 7.0.

laris

Gambar 3. Gerandra, adalah partai yang saya dirikan bersama Haris.

Sesuai tujuan tampaknya partai kami ini berhasil menjalankan fungsinya, atau jangan-jangan tanpa adanya partai inipun, tampaknya masyarakat smandu raya, juga tetap bisa demikian. hehe

Jika bicara secara organisasi resmi disekolah, si Keling ini termasuk pejabat, dia berhasil menjabat sebagai anggota MPK (Majelis Perwakilan Kelas, semacam lembaga MPR di negara ini. dan saya sendiri di OSIS terpilih sebagai Ketua ROHIS.

Boleh kalian tepuk tangan sekarang, asal kalian tidak malu bila ada teman yang kebetulan disamping kalian dan melihatnya. Hal ini perlu dan menurut saya juga tidak berlebihan. Soalnya bayangkan, diantara 12 kelas seangkatan, masing-masing kelas terdiri dari 30 orang dengan jumlah murid 70 % nya muslim, dan diantara itu tentu banyak orang yang jauh lebih alim dari saya, tapi ajaibnya malah saya yang terpilih sebagai ketuanya, kesannya SMA Negeri 2 Medan saat itu benar-benar kekurangan orang alim. ckckc Hidup ROHIS.

Namun itu sekaligus membuktikan, bahwa pergerakan mesin partai kami ini berhasil, dan meski tidak ada orang lain yang mengetahuinya kami setidaknya berhasil menciptakan sebuah tindakan konspirasional. Hehehe.

5. Aulia Rahman (Aulia)
“Aulia” begitu nama depannya dan begitu pula ia biasa dipanggil. Atau cukup panggil “Aul” , begitu kalo kalian males berpanjang lebar untuk sekedar memanggil dan menyebutkan nama depannya. Atau cukup dengan mengeluarkan suara “Ol” yang merujuk kata “Aul” bila kau benar-benar seorang pemalas tulen yang terlalu malas untuk menyebutkan namanya, dan itu yang sering saya lakukan.

1916235_1242161449294_4103370_n

Gambar 4. Aulia sedang menyamar menjadi anak SMA dan berpura-pura sibuk memegang hape.

Tapi karena ini bersifat tulisan, bukan bersifat baik dan penyabar serta penuh kasih sayang, jadi saya tidak akan menyebutkannya dengan nama “Ol”, hal ini sungguh saya lakukan agar kalian mudah mengerti, karena kebetulan saya mau menjadi orang yang perhatian kali ini. Jadi Aulia ini lahir tanggal 27 oktober 1991, anak ke-3 dari 4 bersaudara yang semuanya laki-laki. Rumahnya juga masih diplanet bumi, di sebuah jalan yang bernama Lukah, didaerah Amplas, di sebuah kota di Indonesia yang bernama Medan.

Menurut hemat saya, kasus dia bisa berteman dengan saya cukup aneh, karena selama 3 tahun di SMA, dia sebenernya tidak pernah satu kelas dengan saya. Aulia adalah anak Kelasa IPA-3, bisa gabung dengan kami awalnya karena dia temennya si Haris.

Kebetulan kami akrab karena main game bareng, kayaknya. Bareng dia juga dulu kami sering main futsal, kami ajak dia tentunya untuk menambah anggota yang ikut patungan, akhirnya keterusan, main badminton bareng, pergi nonton bareng kita dan lain-lain, kebetulan dia selalu bersedia kalau diajak ikut, sampai ketika ada acara jalan-jalan kelas kami. Kebetulan kelas IPA-8 yang notabene adalah kelas saya, bukan kelas si Aulia mengadakan kegiatan jalan-jalan bareng sehabis UAS.Dan dia, si aulia inilah yang  juga ikut acara kelas kami.

Begitulah Aulia, mungkin dia adalah pengkhianat bagi kelasnya, seperti kata yang terdengar dari beberapa orang di kelasnya yang diucapkan sambil tertawa, tentu kita semua berharap semoga saja ucapan itu masih bermaksud sebatas candaan. hehe. Intinya mungkin Aulia adalah seorang pengkhianat tapi dia adalah sahabat yang baik bagi saya dan sahabat yang baik bagi kami. hehehe.

Kebetulan juga ternyata dia tertarik dengan salah satu teman cewe di kelas kami, yaitu si Dewi. Kisah dia dan Dewi mungkin lebih baik saya bahas di part Dewi saja. Kalo disini juga, takutnya nanti jadi panjang tulisannya, kalo panjang ceritanya takutnya kalian jadi males bacanya, kalo males baca takutnya nanti kalian jadi gatau ceritanya, kalo kalian gatau ceritanya ya buat apa saya cerita ke kalian, tau gitu daripada saya cerita ke kalian mending saya tulis kayak gini. Kalo udah saya tulis tapi kalian ga mau baca juga. Ya jadi bukan salah saya lagi kan, salahkan saja macet di simpang johor, karena memang dia selalu bisa disalahkan atas semuakesalahan dan keterlambatan.. yaudah ya.. ya gitu.. yakan. Saya harap sampai bagian ini kita bisa saling setuju.

Kisah yang paling saya ingat dengan Aulia yang paling membekas dalam ingatan tentu saja kisah aksi saling diam antara saya dan Aulia. Saya pernah berantem sama dia, saya saling tidak ngomong sama dia dalam waktu cukup lama, saya lupa berapa lama pastinya tapi sebulan sih kayaknya ada.

Mungkin saya dulu orangnya entah kenapa gitu sih, kalo ga suka sama orang, daripada saling pukul dan baku hantam, saya lebih pilih ngediemin. Mungkin sayanya dulu terlalu keras kepala dan terlalu kukuh terhadap sikap yang saya ambil. Mungkin karena saya belum cukup dewasa dalam mengontrol amarah. Mungkin karena saya dulu masih anak SMA, yang emosinya meledak-ledak, atau mungkin memang si Aulialah yang dulu memang ngeselin, sehingga emang pantesnya didiemin.

Walaupun terlalu banyak kata “mungkin” yang bisa digunakan, dan mungkin saja jawaban paling tepat adalah kemungkinan yang terakhir, tetap saja saya sekarang harus akui ke kalian kalau perilaku saya dulu itu tidak baik. Saya dulu lupa pesan nabi bahwa memutus silaturahmi itu tidak boleh, apalagi sampe lebih 3 hari. Tuhan tidak suka, dan tentu saya juga tidak suka bila Tuhan jadi tidak suka dengan saya. yee Hidup tuhan!

Anehnya meski kami berdua pernah melakukan aksi saling diam, entah kenapa kami selalu terjebak disituasi yang mengharuskan kami tetap saling bertemu dan tetap main bareng malah. Hahaha entah karena memang masing-masing tidak punya kunpulan teman lainnya, atau memang masing-masing kami sebenernya tahu bahwa kami sebenernya ditakdirkan untuk berteman bukan bermusuhan. Lagi-lagi entahlah saya a lagi males cari tau, kalian saja yang cari tau kalau kalian mau, yang jelas suasana saat itu sungguh aneh bagi saya.

Meski saya sedang punya masalah dengan si Aulia saat itu, tapi saya tidak menghasut teman untuk ikut memusuhinya. Dari dulu sih saya gitu, urusan pribadi ya urusan pribadi tak perlulah mengajak orang lain untuk ikut membenci. Makanya teman-teman lainnya memperlakukan kami dengan sama, kalau misal satunya (aulia atau saya) diajak ya pastinya satunya lagi ya ikut juga.

Karena situasi itu, kadang Teman-teman lain mungkin merasa kalo kita tidak sedang bermasalah dan tidak kekurangan, masing-masing pun tidak memihak sehingga kegiatan main bareng seolah tidak terganggu, maka situasi aneh itu cukup dibiarkan dalam waktu yang cukup lama. hehehe.

Salah satu contoh nyata yang cukup akward adalah ketika main game bola yaitu PES (Pro Evolution Soccer) di Komputer ataupun di PlayStation rame-rame. Biasalah , seperti anak-anak generasi saya dulu kami sering mengadakan kompetisi head to head kecil – kecilan.

Untuk menjadi juara dalam kompetisi PES tersebut, seperti biasanya masing-masing harus saling mengalahkan untuk maju ke babak berikutnya, lalu disitulah akan selalu kejadian peristiwa seperti ini.

JENG.. JENG.. JENG..

DRUM..DRUMM.. TAK..

bunyi gemuruh di hati saya yang laksana pemain kosidah,

Adalah sudah tiba posisi dimana antara aku dan aulia yang mengharuskan tim sepak bola kami harus saling berhadapan satu sama lain.

Saya berusaha sok cool dan mengambil stik PS..

setelahnya  Aulia ternyata  tak mau kalah, ambil stik juga dia.

Kemudian kami memilih tim favorit masing-masing, tim saya apa ya paling kalo ga Liverpool ya BArcelona, lalu kami mengatur strategi sampe kickoff semua dilakukan tanpa ada pembicaraan dan suara yang keluar dari mulut kami. Kawan-kawan yang lain tentu saja sudah mulai tertawa kecil-kecilan.

KICKOFF pun dimulai! wasit dalam komputer sudah membunyikan peluitnya..

saya memilih diam.

pertandingan pun dimulai..

Saya memilih diam.

Hening.. hening dan hening… begitulah permainan kami, padahal bila berhadapan dengan orang lain saya ributnya bukan main dari mulai kata ejekan, kata kasar, nyanyian ketika gol, ekspresi terkejut ketika membentur tiang, wasit yang ga adil padahal dia komputer. Ya pokoknya semua yang biasanya saya lakukan sangat ekspresif kini bertolak belakang menjadi diam dan bersahaja, sementara yang lain terus menggoda dan mengejek kami. Begitu sampe permainan berakhir dan bila berakhir saya merasa lega. Itulah gambaran yang terjadi saat itu, dan itu adalah hal konyol bila saya mengingat perbuatan kami waktu itu.

Demikian juga saat main badminton, karena kami seringnya main ganda, saya biasanya tidak mau berpasangan dengan aulia, tapi kami tentu harus saling berhadapan dan gitulah, tidak jauh berbeda situasinya dengan saat main game bola. Malah menurut saya, saat main badminton ekspresi kesal masing-masing mungkin tersampaikan, jadinya malah sering tercipta permainan apik. Hahaha.

Tsubasa Ozora butuh Hyuga sebagai lawan, dan Taufik Hidayat butuh Lin Dan sebgai saingannya. Begitulah mungkin penjelasan dan cocokologi yang bisa masuk akal bila menghubungkan antara saya dan aulia waktu itu.

Kalian tentu sudah bisa membayangkan betapa anehnya situasi perang dingin saat itu. Hubungan yang cukup aneh memang. Tapi itu dulu. Semenjak saya berdamai dengannya karena kami pun sama-sama menyerah dan saling bersalaman minta maaf satu sama lain, hubungan pertemanan antara saya dan Aulia malah menjadi sangat – sangat baik, hingga seolah rtidak pernah ada kejadian ini. Malah kalau ditanya jaman sekarang sudah terbukti dia selalu ada buat saya. Hidup perdamaian. Hidup Aulia. Hidup Saya. Hidup Amerika. Hidup Nigeria. Hidup Maladewa. Hidup Semuanya.

6. Dewi Agustina
Dewi Agustina Napitupulu begitu nama yang tertera dalam buku absen di sekolah, nama yang sama yang juga tertera pula dalam buku sakral lainnya yaitu buku uang kas kelas.

Dewi ini lahir 19 Agustus 1990, Dewi ini memang sekelas kami, tapi bisa jadi sering main bareng sih saya jujur saja. Karena dulunya boleh kalian tau, dia adalah pacarnya Aulia saat SMA. “Kiww.. Kiw.. Cie..” begitulah suara burung dari jenis yang belum diketahui pasti. Hmm tapi itu dulu ya .. kalau sekarang, Oke deh saya tulis mantan berarti.

Dewi ini rumahnya di dekat Stadion Teladan, di Kota Medan. Entah teladan bagi siapa itu stadion, tapi yang paling mungkin adalah teladan bagi kota Medan. Stadion Teladan itu stadion yang cukup tua dan bersejarah bagi kota ini. Pernah menjadi stadion kebanggan dan menjadi salah satu yang terhebat dijamannya saat dulu dia baru dibangun, namun kini sudah tidak bisa lagi, sudah saatnya kota ini harusnya membangun yang baru agar punya stadion kebanggaan yang lainnya tanpa melupakan Stadion ini juga. Ya rumah pokoknya rumah si Dewi ini dekat dengan stadion ini, dari stadion ini kamu terus saja ambil jalan pelajar terus sampai simpang melewati banyak orang jual durian, lalu berbelok pada gang sehat yang ada gerejanya. itulah rumah si Dewi bila kamu ingin tahu. kalau kamu inginnya tempe, itu sih paket komplit.

Dewi ini kebetulan punya mata dua, telinga dua dan satu buah hidung tapi punya duadua lubang di hidungnya. Sama seperti kebanyakan anak SMA lainnya. Yang membedakan dengan anak SMA lainnya itu ialah, Dewi ini disekolah adalah anak paskibra. Paskibra itu Pasukan Pengibar Bendera yang selalu latihan lari di lapangan basket sekolah meski hujan badai dan panas terik matahari. Begitu isi lagu yang sering dia nyanyikan kalau dia sedang latihan rutin bersama teman-teman paskibranya yang selalu siap menyapa dengan senyuman ramah indomareet bila ada seniornya yang lewat.

Oke karena ini part nya Dewi, seperti janji saya di part Aulia, saya akan menceritakan tentang awal kisah cinta mereka di SMA.

Kisah kasih mereka di sekolah mungkin tidaklah sampai malu pada semut merah yang berbaris di dinding dan menatap curiga. Karena bila ada semut yang menatap curiga, kalau ada semut seperti itu di dunia nyata sih saya rasa hal itu cukup menyeramkan.

jadi begini ceritanya. Bismillah… semoga nggak banyak salah, kalau masih banyak salah yasudah saya mohon saya dimaafkan, tapi setidaknya untung saya sudah bismillah hehe.

Ujug-ujug ternyata Aulia dan Dewi sering berkomunikasi sebelumnya via handphone. Ujug-ujug juga ternyata kita berhasil tahu kalau Aulia ada punya rasa sama Dewi. Ujug-ujug mereka belum jadian dan entah kenapa sebagai teman yang mengetahuinya kami ingin bikin mereka jadian.

Layaknya anak SMA lainnya yang hobi menceng-cengin orang, ya menceng-cengin orang bisa dimasukan kategori hobilohdi CV/Riwayat hidup kamu saat kamu ingin melamar kerja. Saya peringatkan, bisa itu bukan berarti baik ya. Saya gatau layak atau tidak, tapi yang saya mau cerita bahwa kini tibalah hari sakral itu. Hari itu adalah hari dimana kami telah membuat rencana sepulang sekolah.

Hari itu seusai kami pulang sekolah, kami sudah merencanakan pergi makan siang bareng. Kami bawa mereka makan ke warung makan Lubuk Arai, bila kalian ingin tau tempat ini dulunya terletak di sebelah kiri Waroeng Steak yang ada di Jl Dr. Mansyur bila kau datang dan bergerak dari arah pintu I USU. Jualannya menu utamanya ikan bakar kalau ga salah. Sekarang itu tempat kenangan, sepertinya sudah tutup

Kami pun pergi hari itu, di Lubuk Arai kami tak mampu berbuat banyak karena keduanya memilih bungkam dan kami seolah menyerah karena hari sudah petang. Kami pergi dan pulang naik mobil Hani, duduk didepan Hani dan Fina. Duduk di belakang saya, Haris dan Rifqi, Rela saya duduk sempit-sempitan, karena tentu saja seperti yang kalian bisa duga, bangku tengah sudah kami siapkan untuk kedua calon mempelai. Dewi dan Aulia.

Didalam mobil saat  perjalanan pulang kami pun belum menyerah, kami pun masih berusaha menceng-cengin Aulia dan Dewi sampai kami tertawa puas, hari yang cukup membahagiakan terutama bagi saya, Haris dan Rifqi yang tak berhenti tertawa dan mengejek mereka berdua. Namun tentu hari yang buruk bagi Dewi dan Aulia yang melihat tingkah kekanak-kanakan kami. Masa bodolah yang penting kami saat itu gembira dan bisa bahagia.Terimakasih mobil Hani, terimakasih hari ini hahaha

Kami bernyanyi dan bermain di mobil sambil sedikit-sedikit tetap mengkaitkan dengan Dewi dan Aulia. Terutama si Keling dampai entah gimana ketika kami bermain lagu sepotong roti isinya mentega, si Haris keling merubah lagunya. ini saya kasih tau dulu lirik aslinya :

“sepotong roti, isinya mentega.Belanda sudah mati, ditembak Amerika. dst”

Lagu yang seharusnya begitu, kini sudah diaransemen kembali oleh keling menjadi…

“sepotong roti, isinya mentega. Belanda sudah mati, ditembak .. eh rusak kasetnya .. tembak ..tembak tembak.. tembak tembak tembak ” (terus begitu dan semakin dipercepat temponya malah)

Hari itu Dewi dan Aulia benar-benar tidak bisa berkutik, mati kutu dia, kuyakin dalam hati mereka sudah berteriak cepatlah berakhir, namun Aulia juga memilih tidak segera menyatakan perasaannya pada Dewi di depan kami.. sampai semuanya mesti pulang ke rumah masing-masing. Eh tau-taunya sepulang kejadian itu tak berapa lama mereka katanya resmi jadian. Sial, saya dikelabui ternyata.

Begitulah cerita tentang bagaimana kami bisa punya satu pasangan di grup ini, dan sayangnya kisah pasangan ini mungkin tak berlangsung lama. Sampai suatu kejadian yang memaksa mereka harus putus. Dan itu mah beda lagi ceritanya, saya rasatanya mereka saja soalnya itubukan urusan saya lagi hehe.

Tapi harus diakui mereka hebat, karena setelah mereka putus mereka tidak perlu saling musuhan dan saling membenci, malah mereka jadi bisa berteman dengan baik. Setelah itu, Dewi juga malah lebih bisa diterima sebagai bagian dari kami. Setelah lulus SMA dan kuliah di pulau Jawa saya pun jdi masih sering main bareng sama Dewi, ke Jogja kita bareng, ke Wonosobo, ke Bandung , ke Pangandaran, Ke kamar mandi tentu tidak, ya gitulah intinya. Dia mungkin paling akhir bergabung dengan kami, tapi Dewi tetep salah satu bagian dari kami itu rasanya sudah berlangsung bahkan sampai hari ini. So sweet hehe

IMG_9721

Gambar 5. Candi borobudur yang lagi mau foto bareng saya dan dewi

Entah bagaimana dulu grup kami tersebut akhirnya punya nama, namanya BALE (Bagay Lebay). Bagay itu Banyak Gaya, Lebay itu Berlebihan. Yaitulah bila ada diantara kalian yang mau tahu arti bahasa jaman dulu.

Nama Grup ini dideklarasikan secara resmi oleh kami tepatnya di Mall Grand Palladium yang terletak didepan lapangan benteng, di Medan.

Bale Koped

Gambar 6. Foto resmi setelah grup Bale terbentuk di parkiran palladium foto diambil oleh Hanny secara bergantian

Nama BALE itu pun bahkan kadang-kadang masih diikuti oleh embel embel KOPED kalo sedang kesal dibelakangnya. Sehingga menjadi BALE KOPED Family. Untuk kepanjangan KOPED aku rasa tak elok bila harus kusebutkan kepada kalian disini, dan tak perlu dibahas lebuh lanjut karena itu terkadang bersifat sementara. hehe. Itulah kisah tentang mereka berenam kalau termasuk saya menjadi bertujuh. Persis kayak dongeng berjudul Tujuh ekor Babi tanpa serigala.

Indah ya … saya rasa kalian juga punya masa SMA yang indah yang boleh saja kalian bagikan pada saya, dan tak terasa sungguh tak terasa, rasanya baru kemaren rasanya kita semua masih menggunakan seragam putih abu-abu. Ingin rasanya mengulang setiap kisah seru saat SMA, sampai tak terasa ternyata saat ini sudah sepuluh tahun berlalu sejak pertemuan kami yang dimulai sejak SMA itu. Fina dan Hanny sebentar lagi akan menjadi Dokter yang kita tau progressnya memang panjang dan banyak tahapan tidak seperti Tahapan BCA, Rifqi sudah lulus dari menempuh ilmu Teknik Mesin dan sudah bekerja bahkan sebentar lagi katanaya ada kabar baik dari dia, demikian juga Aulia yang telah lulus dari Teknik Sipil dan mulai bekerja di Medan ,lalu Haris yang juga sudah tamat dari Arsitek dan harus tinggal di Bintaro dan juga Dewi yang setelah lulus dari Akuntansi sempat kembali ke medan tampaknya sekarang akan merantau kembali dan bekerja di Jakarta . Saya sendiri, masih berada di jalur yang panjang, karena masih berkutat di Bandung melanjutkan kuliah saya lagi demi menyandang gelar seorang Magister Desain.

IMG_9088

Gambar 7. foto diambil di sebuah salon yang lagi tutup agar tidak disuruh nyalon oleh yang punya salon

Tentu semuanya sudah punya kesibukan masing-masing, tentu semuanya juga sudah ada yang berubah, dan tentu agak tidak menyangka juga kalau ternyata persahabatan kami ini bisa awet selama ini, dan mungkin akan tetap berusaha kami pelihara sepanjang hidup kami. Untuk saat ini setidaknya selama sepuluh tahun dimanapun kami berada, bila bisa bertemu kami pasti mengusahakan bisa selalu bertemu. Itu sudah terbukti, sampai saat ini tapi entahlah bagaimana kalau diantara kami nanti sudah pada punya anak .. semoga sih kami akan bisa tetap bersama hingga punya anak cucu. Aamiin.

Seperti sebuah nama pasar swalayan di Medan, kami pun akan Maju Bersama….Hidup Sujuya , Hidup Haipermat ,Hidup Kerfur dan hidup Sun Swalayan.

sampai kita berbagi lagi.

(tamat dulu).