Napak Tilas bersama Bagio

“Aku kembali ke Bandung … dan kepada cintaku yang sesungguhnya.” – Ir Soekarno

ucapan singkat dari bapak proklamator itu mungkin lebih tepatnya ditunjukan untuk istri keduanya Ibu Inggit Ganarsih.

NAPAK TILAS

Pagi ini, Minggu 18 desember, tahunnya 2016. Sekira pukul enam pagi saya pun pergi bersama Bagio (sepeda), sekedar berolahraga sembari melakukan perjalanan napak tilas ke arah rumah ibu inggit ganarsih di Bandung dulu, tepatnya di jalan Ciateul/Jalan Ibu Inggit Ganarsih no 8. Di rumah tua yang sekarang kalau hari minggu dipenuhi pasar kaget barang rongsokan itulah dulu beliau sempat tinggal.

Seperti yang dulu pernah saya baca dalam buku “Kuantar ke Gerbang” karya Ramadhan KH. sejauh pengingatan saya Ibu Inggit inilah yang berjuang dan menemani hari-hari si bung besar kala memperjuangkan kemerdekaan sebelum akhirnya bung karno menikah dengan fatmawati dan menjadi presiden negeri ini makanya judul bukunya kuantar ke gerbang.
Disitulah saya bersama bagio telah berdiri. Di sebuah rumah tua yang terawat oleh pemerintah. Berarti dari rumah itulah ia rutin mengunjungi bung Karno ke sel penjaranya (Penjara Banceuy). membawakan makanan atau mengabarkan kabar perjuangan dan pergerakan di luar penjara yang disembunyikan melalui buku kitab dsb.

 

rumah ibu inggit ganarsih

Gambar 1. Rumah Ibu Inggit Ganarsih di Jl. Ciateul/Inggit Ganarsih No 8, Bandung.

Dari rumah itu saya pun sekalian saja melanjutkan perjalanan ke arah monumen dan situs penjara Banceuy yang kini tinggal satu buah sel yang dibiarkan dan telah direnovasi oleh kang Ridwan Kamil selaku wali kota bandung. sesuai namanya dulu penjara ini ya teletak di jalan banceuy sebelum persimpangan jalan ABC belok ke kanan ada monumen penjara disana.

img_20161218_071203

Gambar 2. Bagio berfoto bersama monumen penjara banceuy

Saya pun sampai di depan situs bersejarah tersebut dan mengambil beberapa gambar dari hape saya, sayangnya saya tak sempat melakukan pose andalan disana karena kebetulan tak ada benda yang bisa dijadikan tripod alami.

img_20161218_072316 img_20161218_072338

Gambar 3. Foto okasi Penjara Banceuy dan sel bung Karno ketika dahulu ia sempat ditahan disana.

Dari situ saya mampir ke arah balaikota, ramai orang bersepeda sembari melihat kota ini yang penataannya semakin rapi (di bagian pusat kotanya saja), langsung terpaksa bilang nuhun kang emil, disitu juga saya makan sate yang dibakar langsung dari ibu tua lengkap dengan pincuk beralaskan daun pisang ramah lingkungan tanpa styrofoam yang rasanya sungguh nikmat apalagi kalau kamu nikmati saat lapar.

img_20161218_075342

Gambar4. sate nikmat yang bisa ditemukan diseputaran balaikota

Perjalanan pun harus saya sudahi, saya pun kembali pulang ke arah cisitu, saya gowes lagi si bagio sembari sepanjang perjalanan saya hanya membayangkan.. ya mungkin rute itulah yang mungkin tempat kenangan bagi ibu Inggit dan Bung Karno dulu.. kini karena perjuangan kalian itu, sayalah yang menikmati hasilnya

PS : Ketika saya mau sampai cisitu, saya malah ketemu mas Inko yang mengajak main basket dan sayapun akhirnya malah lanjut main basket di sabuga. Saya sampai sekarang masih meyakini bahwa kadang saya tidak tahu akan bertemu siapa dan dimana.

#minggubagio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *