Surat Terbuka Untuk Herdita

Mungkin tulisan kali ini akan lebih tepat jikalau saya menyebutnya sebuah surat. Sebuah surat terbuka, yang saya tulis untuk seseorang dari spesies manusia, berjenis wanita, bernama Herdita.

Dear Didit,

Saya menggunakan kalimat “dear” pada awalan tentu tak ada maksud lain selain agar tampak seperti menulis surat betulan, kemudian saya juga panggil kamu “Didit”, karena begitulah yang saya dengar dari orang-orang kebanyakan yang mencoba memanggil namamu. Karena kita sebelumnya pernah berkenalan, Secara teori dan praktik, tentu itu menjadikan kamu jadi sudah kenal saya setidaknya mengetahui wajah masing-masingnya. Tapi yang saya maksud kenal disini, mungkin lebih dari itu, mungkin kamu lebih banyak mengenali diri saya, hanya dengan mendengar sedikit cerita, atau selintingn gosip tentang diri saya (semoga).Mengenai siapa saya dimatamu mungkin bukanlah hal penting. Kamu juga tidak perlu mesti tahu, dan masalah ini, tak perlulah kita perpanjang. Karena ini bukan sebuah STNK, yang wajib diperpanjang.

Meski kamu tak perlu tau tentang saya, mengenai yang satu ini, kamu jadi mesti tahu, karena tiba-tiba akan menjadi penting bagi kamu. Timbul pertanyaan, kenapa bisa berubah demikian, hal ini tak lain, ketika apa yang saya sampaikan ini, menyangkut mantan kekasihmu.

Tuh benar kan, jadi penting.

Melalui surat ini saya akan akan mulai menceritakan siapa mantan kekasihmu yang berengsek itu, dari mata saya…

Hey.., dengan kalimat pengantar tersebut tidakkah surat ini jadi terlihat seperti surat yang akan membuka aib seseorang? oh, sungguh disayangkan, karena tampaknya sih bukan.

Hey.., dengan kalimat pengantar tersebut, karena kebetulan saya seorang manusia dari jenis laki-laki dan tiba-tiba menulis surat kepada seorang wanita yang isinya ingin menceritakan tentang mantan kekasih wanita tersebut, tidakkah surat ini jadi tampak dikirim oleh seorang penyuka sesama jenis yang habis dikecewakan? sungguh disayangkan sekali lagi, karena ternyata lagi-lagi bukan.

Kebetulan saya masih suka manusia berjenis wanita, apalagi mereka yang cantik-cantik.

Yah .. sayang sekali yah, jadi kurang sensasional konspiratif . Mau gimana lagi.. karena surat ini tak lebih hanyalah sebuah surat yang ditulis oleh seorang…. apa yah yang enak untuk menyebutnya.. ah..mantan sahabat kekasihmu.

Entahlah apa dia juga menganggap saya sebagai sahabatnya atau bukan, biar itu menjadi urusannya. Menjadi urusan saya karena saya pernah menganggapnya demikian. hehehe

Saya akan menceritakan tentang berbagai hal tentang mantan kekasihmu. Ya mantan kekasihmu yang mana lagi coba, dia tak lain adalah si brengsek Agung Nugroho. Ups.. saya harap kamu jangan marah dulu, saya panggil dia begitu  karena dia memang…  brengsek. hehehe. Kalau dulu sih saya panggil dia dengan nama panggilan Aming, karena dia ingin dipanggil begitu dan orang-orang lainnya pun memanggilnya dengan sebutan itu.

Ini adalah sebuah cerita, tentang dimana ada hari-hari saya bersamanya saat kau tidak bersama mantan kekasihmu itu. Saya telah menghabiskan waktu setidaknya selama 4 tahun kuliah. Tinggal di kosan yang sama selama 3 tahun dan tinggal di rumah kontrakan yang sama selama satu tahun di kota yang sayangnya tak terlalu dingin lagi, bernama Bandung.

Saya merasa harus menceritakannya dari awal, kenapa mesti dari awal, agar memiliki akhir.

Bagaimana awal mula kami bisa berteman? Asal kamu tahu ya dit, mantan kekasihmu inilah yang awalnya dulu pingin banget temenan sama saya, bukan saya. Untuk hal ini entah kenapa saya begitu yakin.

Awalnya memang saya undang dia main ke kosan bersama teman-teman lainnya, kosan saya dulu semacam basecamp bagi anak kelas DKV A angkatan 2009. Kosannya itu di gegerkalong hilir lalu belok ke dalam sebuah gang bernama picung. kalo kamu mau tau tentang yang punya kosan, namanya ibu dedeh,  bukan mama dedeh. Dia tidak tinggal dikosan itu, yang tinggal di kosan itu anak si ibu kos dan juga seorang asisten rumah tangga yang sunda pisan, seperti asisten rumah tangga lainnya dia rajin bersih-bersih kosan setiap hari, tanpa mengeluh, mungkin karena menemukan passionnya, dan .. karena dibayar.

Boleh kamu tahu, dulu si Aming itu anaknya sombong, entah sombong karena badannya besar, sombong karena dia manusia, sombong karena alisnya tebal, gatau pokoknya harus sombong. Diawal kuliah dia maunya gabung dan berteman dengan orang yang telah dikenal sebelumnya, yaitu ‘geng bogor’ lainnya. Adalah si Sasa, Tami, Bolu dan Donny. Tapi hari itu lain, hari itu tumben dia ikut kami, segerombolan anak yang berjalan kaki beramai-ramai karena hendak menuju kosan saya.

Karena dia ikut, jadi aja dia tahu kosan saya dimana, dia juga jadi tahu saya suka komik One Piece, komik nomer satu di galaksi Bima Sakti karena di kosan saya banyak terdapat poster dan komik tersebut, kebetulan dia suka juga. Selain tau kesukaan saya, dia juga jadi tau kamar mandi kosan saya, karena sebelumnya dia menumpang pipis di toilet kosan saya.

Dulu dikosan saya suka menerima tamu anak DKV A, namanya mahasiswa perantau semua, seolah menemukan teman senasib dan seperjuangan, dan masing-masing juga mencari teman, kami sangat senang bila berkumpul bersama. Tak jarang malah kami menginap beramai-ramai sembari mengerjakan tugas bersama atau sekedar bacot dan berdebat tentang teori konspirasi. Atau yang terjadi bisa jadi karena bacot di kosan saya, akhirnya berdebat kemudian terjadilah konspirasi.

Besok-besoknya, selain teman-teman yang lain, rajin dia datang ke kosan saya di gegerkalong. Tak jarang dia menginap. Bahkan bila tak ada anak-anak lainnya yang menginap di tempat saya, dia masih sering menginap di tempat saya. Sepertinya dia kesepian, karena kekasihnya yaitu kamunya adanya di Bogor, bukan malah di Bandung. Makanya dia cari kawan, yaitu saya. Untunglah saya mau temenan juga sama dia, untung juga kami masih sama-sama laki-laki normal, jadinya kamu tak perlu cemburu.

Sabtu minggu dia kayaknya memang kebanyakan dihabiskan di Bogor, untuk menemuimu katanya, dua minggu sekali atau sebulan sekali. tapi selebihnya … dia bahkan amat sangat terlalu sering bersama saya. Dari mulai tugas rupa dasar yang dikerjakan bersama hingga larut malam bahkan sampai pagi, membuat robot bersama si Ardi anak sukabumi di tugas konstruksi  3D dari CD bekas, yang sama sekali gagal dan cacat karena tidak ada proses pengulangannya, kata dosen kami pak Alvanov . Untunglah di masa bergadang demi tugas, ada nasi goreng ghaib yang tetap menemani kami sehingga kami tak perlu kuatir ketika lapar.Nasi goreng ghaib karena jualannya jam 12 malam, jualan dan datang masuk ke kosan saya tanpa tau jadwal tetapnya dan seolah tau jadwal lapar kami. Pokonya hampir tiap saat selama di bandung makan bareng ya sama dia, dari mulai sarapan, makan siang, makan malam, sampe sarapan lagi.

Tak lebih dari setahun masa-masa kami di gegerkalong ,  tahun-tahun berikutnya kampus kami harus pindah ke Texasnya kota Bandung, Dayeuh Kolot. Disana arealnya sangat panas beriklim gurun pasir bahkan tak jarang ada angin puting beliung yang seperti tornado. Bila kamu rasa cerita ini berlebihan , saya rasa kamu bisa membuktikannya. Bila saya ternyata tidak mampu membuktikan, itu mungkin cuma karena perbedaan cara pandang. Kamu memandang dayeuh kolot, saya memandang layar melihat film Mad Max.

Pindah ke lingkungan baru mengharuskan kami untuk pindah mencari hunian baru, mungkin hunian itu bukanlah apartemen yang dijual feni rose. Melainkan kami memutuskan mencari kosan yang sama beramai – ramai bersama kawan lainnya. Meski kosan yang sama, kami sepakat tetap ingin memiliki kamar masing-masing, demi privasi katanya, yg nyatanya pada prakteknya sih sama saja meskipun kami punya kamar masing-masing hal tersebut tidak terjadi karena aktifitas berkumpul disatu kamar beramai-ramai selalu terjadi. soksokan siah.

Dikala banyak mahasiswa yang ngekost di sukabirus dan sukapura yang merupakan nama jalan di sekitar kampus Telkom, kami memilih kostan dekat Batununggal yang sebenarnya merupakan nama sebuah komplek perumahan di Bandung Selatan. Disana ibu kosannya namanya bu Fanny rambutnya pirang, seorang perokok, dengan suaminya yang kalem dan pendiam, tampak bersahaja, yah kita tak tahu masa lalu mereka. Sekitar tiga tahun kami dikosan itu, saya rasa sudah cukup menggambarkan bagaimana hubungan pertemanan kami, pasti banyak cerita yang telah dihasilkan. Apalagi dikosan yang berjumlah kamar 20 an itu, 65 persen penghuni kosan itu adalah teman sekelas kami. Sehingga cukup bisa dibayangkan dan tak perlu lagi lah dijelaskan satu persatu kejadian yang ada di kostan itu bisa-bisa malah jadi sebuah novel bukan surat.

Dia teman sarapan saya, tapi  karena dia juga, waktu sarapan saya selalu terlambat karena tak jarang dia sedang sibuk menelepon. tak jarang saya menunggunya selesai meneleponmu. perut lapar tapi tetap aku saya tunggu dia, landasannya setia kawan, padahal mah .. iya. wek.

427142_2342041370359_510992748_nGambar 1. menyapit kepiting sebelum kepitingnya nyapit duluan, di pantai Batu Nunggul.

Hampir setiap tugas kelompok juga, pasti saya sama dia, yang kelompok wayanglah, yang kaos bolak balik alias laklik lah,  banyaklah. Olahraga juga sama, yang renang lah, yang main badmintonlah, yang main futsal lah, atau yang main futsal pake aturan badminton di kolam renang. Gitu aja terus sampe firaun memutuskan tattoan pake tato kontemporer biar ilang seminggu dan ga dimarahin maknya karena disangka berani ngelawan tuhan sebelum dia akhirnya mengaku sebagai tuhan beneran.

Saya akui dia memang pernah sahabat yang baik bagi saya, karena dibalik saya menemani hari-harinya saat tidak bersamamu.. tentu saja sebaliknya, dia pun demikian.

Dalam sebuah pertemanan, berantem adalah hal yang pastinya biasa terjadi, dan saya harus akui saya pernah berantem dengan dia. Ketika pertikaian terjadi karena perbedaan persoalannya tentu saja hanya satu pertanyaannya, yaitu bagaimanakah kelanjutan hubungan pertemanan kami setelahnya, apakah kami akan bersahabat kembali atau tidak. Hanya dua itu toh jawabannya.

Saya lupa saya pernah bertikai dengan dia karena apa, yah tak pentinglah, mendingan melupakan hal buruk dan mengingat kebaikannya saja, bukan.  Tapi saya akui, diantara kami aksi saling diam dan tak bertegur sapa sempat terjadi, memang hal itu tak berlangsung lama seingat saya. Kebetulan pada jaman dulu dia sih lebih berhati besar daripada saya,  terkutuklah saya, bila sudah seperti itu saya malah masih berkeras kepala. Tanpa banyak penjelasan, kami pun bersahabat kembali hehehe

Seperti yang saya bilang, rutinitas selain kuliah di Bandung, ya dia sering balik ke Bogor. Untuk menemuimu katanya, tak jarang dia berangkat dari Bandungnya hari jum’at , kadang saya antar dia ke terminal Leuwi Panjang. Dia pergi tentu saya otomatis seolah tidak punya teman di saat weekend. Untunglah saya waktu itu ikut organisasi penempuh rimba (semacam pencinta alam) namanya PERIMATRIK , untuk hal yang satu itu saya tentu kan cerita di lain kesempatan. Intinya saya jadi menyalurkan hobi saya, saya jadi sering pergi naik gunung, gunung beneran bukan gunung kiasan. Pokoknya saya jadi punya kesibukan lainnya hampir tiap bulan saya naik gunung dan malah keterusan, dan kebetulan saya cukup aktif di organisasi itu, sehingga ada dan tidaknya dia dikala weekend, hampir tidak berpengaruh.

Saya juga akui, ada era dimana saya agak mulai jarang bareng sama dia, maksudnya bukan jarang ketemu, ketemu mah masih setiap hari, toh satu kosan, miara kucing bernama gregory juga bareng, bahkan aming  memang seolah penitipan hewan disaat penghuni kosan lainnya ingin bepergian cukup lama. Jadi jarang disini bukan ke tidak bertemu tapi lebih ke sudah tidak makan pagi sampe malem bareng setiap hari. Ngerti kan, kalau ga sih gapapa, ga harus kan. Penyebabnya ialah, oleh sebab saat itu saya memutuskan untuk mulai pacaran.

yah kamu harus maklumlah namanya diawal pacaran, dunia seolah milik berdua. Untungnya dia teman yang baik Hmm lagian sebelum saya mulai pacaran, saya juga tanya pendapat dia kok. Kalau ada masalah yang cukup serius, saya juga masih cerita ke dia kok, karena dia saya anggap orang yang cukup paham sisi temperamen saya dan saya rasa juga saya adalah salah satu orang yang sangat mengenal boroknya dia. hahaha

IMG_0461

Gambar 2. Bukan band, tapi sebuah kelompok tukang dagang kaos

Ohh sungguh salah satu masa-masa paling indah, banyak sekali cerita perjuangan semasa kuliah. Enak yah.. sampe kami semua harus segera tamat kuliah, kebetulan saya dan teman-teman akan tamat kuliah duluan. waktu itu dia membantu juga salah seorang yang ikut serta membantu saya dalam mennyelesaikan tugas akhir, sampai sidang akhir saya… tentu itu salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya.

Dia bisa agak lama tamat kuliah mah karena bermasalah saat magang kalo ga salah. Dia pertama kali magang itu di Bandung di perusahaan animasi, sementara saya sempat magang di jakarta di sebuah perusahaan penerbitan. Magang saya juga sebenarnya hampir senasib sih, tapi masih ketolong dengan berbagai pengecualian ini itu, sehingga saya bisa mengambil mata kuliah Tugas Akhir. Sementara dia, harus mengulang mata kuliah magang untuk yang kedua kalinya. Sungguh disayangkan, aku yakin dia cukup terpukul saat itu, sudah lama tidak kulihat dia tidak merokok. Waktu berlalu, magangnya yang kedua pun telah tiba. Ia magang di sebuah perusahaan yang biasa mengurus boardgame di Bandung, Tapi disatu sisi tanpa disangka magangnya yang kedua itu malah amat sangat membantu tugas akhirnya, seolah itu memang jalannya, yah kita memang benar-benar tidak tahu rahasia Tuhan. hidup Magang, hidup Tuhan.~

Saya wisuda di bulan akhir tahun 2013 bulan oktober, untungnya dia hadir di wisuda saya. Setelah saya wisuda, ada masa transisi bagi kami, bahkan kami sempat memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah di daerah cigadung selama setahun, tepatnya di jalan antropologi no.6 , itu tempatnya kamu lurus saja dari jalan Tubagus Ismail sampai ketemu ampera yang ada alfamartnya, kamu belok kiri mentok terus masuk ke perumahan dosen unpad, disitu kamu ambil kiri ada mesjid belok kanan, itu dia rumah kontrakan kami yang cukup besar di kota Bandung karena berkamar sebanyak 7 buah dan kamu sudah pernah kesana, satu kali kan.

Bulan Mei tahun 2014, itu adalah beberapa hari dimana saat ini malah dia yang akan wisuda, saya masih ingat sehari sebelum dia wisuda saya mengirim pesan ke dirimu agar kamu ikut menghadiri acara wisudanya. Seperti yang telah terjadi waktu itu kamu mau, hari itu kamu saya jemput untuk menginap di kontrakan kami, tentu aming tidak tau karena dia sedang di hotel bersama kedua orangtuanya. Sebuah kejutan kecil dari diri saya yang harapannya sih menjadi surprised bagi dirinya. Saya rasa meski saya sudah sejak lama mendengar tentangmu, dari aming sendiri tapi itu adalah pertama kalinya kita secara resmi bertemu, benar bukan.

Setelah dia wisuda saya cukup tidak menyangka, bahwa  ternyata itu adalah hari-hari terakhir juga saya bisa sering melihat mantan kekasihmu itu. oke munafik kalau saya bilang saya tidak menyangka, secara gambaran ke depan saya sudah tau kalau suatu hari kami akan berpisah dan punya jalan masing-masing, tapi  yang saya mungkin tidak menyangka bahwa perpisahan berlangsung seperti ini,  perubahan ini berlangsung dengan cara yang terlalu mendadak menurut saya. saya akui saya tidak cukup siap, tanya saja kekasih saya yang ada saat dia pindahan waktu itu.

Dia tidak genap menjadi penghuni kontrakan selama setahun, tak berapa lama dia wisuda dia memang sempat kembali ke Bandung. Menjadi penghuni kontrakan lagi sebentar, tapi tak lama karena dia  kembali ke Bogor, dan semenjak dia diterima di perusahaan  toko online berlogo burung tapi mirip tas belanja,  dia menetap di jakarta. sisanya kamarnya dibiarkan kosong dan dipakai oleh dani. Saya bahkan hampir tidak pernah bertemu lagi dengannya..

Kontrakan hampir habis, hari itu dia kembali ke Bandung. ke kontrakan kami, saya pikir di hari itu akan panjang, tapi ternyata dia datang hanya untuk pergi membawa barang-barang nya dan hilang bersama membawa grey, seekor kucing kontrakan yang besar dan berwarna abu-abu. Sebelum pergi sempat juga dia berjanji untuk datang menemui saya dibandung, tapi ternyata itu hanyalah janji .. yang tak tau apakah akan ditepati,

Hari-hari berakhirnya kosan semakin dekat satu persatu hilang dari rumah kontrakan itu. saya pindah dari kontrakan paling akhir, saya pindah ke kosan di jalan terusan cigadung, yang saya huni sampai saat ini. kamu tahu beberapa bulan diawal itu adalah momen yang berat dalam kehidupan saya. Saya terlalu terbiasa dengan suara hiruk-pikuk kosan ataupun kontrakan, benar -benar  tidak terbiasa dengan kesendirian…

Sudah lebih dari satu tahun saya ngekos di daerah tubagus ismail, seperti kacang yang lupa pada kulitnya karena kacang masuk ke dalam mulut untuk dimakan dan menjadi kotoran sementara kulitnya tidak di makan karena harus masuk ke tempat sampah. Seperti itulah, analogi kami berpisah. Tak perlu ada backsound “Its been a long time, without you my friends…” yang dinyanyikan oleh Wiz Kalifa. Tak perlu pula juga diikuti oleh gambar dua mobil yang dikendarain Vin Diesel dan mendiang Paul Walker yg berpisah jalan di serial Fast and Furious.

Setelah kami berpisah dan aku pindah ke kosan itu tapi tak sekalipun dia menampakkan batang hidungnya yang besar itu. Janji untuk mampir ke kosan saya untuk mengambil karya boardgame Tugas akhirnya pun tak jua tertepati, karena hingga hari ini boardgame miliknya masih ada di laci lemariku, bukannya apa apa, tapi menuh-menuhin saja.

Berkali-kali juga saya mau bertemu dengannya di jakarta tapi tak pernah terjadi, Hanya satu kali saya berjumpa di jakarta, mungkin acara buka puasa bareng, saya bahkan sampai lupa. Hari-hari berikut saya jalani, tidak lagi sama seperti dulu, kadang dulu terasa menyenangkan, ahhh tidak sesempurna itu juga sih pastinya. Intinya semua berlangsung sangat cepat tanpa terasa  saya bahkan telah berhenti bekerja dan tengah mengambil kuliah lagi. Sekali lagi kita bertemu di Bogor saat acara si Bolu, saya bertemu denganmu dan dirinya sehari penuh, dan kemudian hari-hari terus berlanjut lagi…. lagi… tanpa ada kisah tentang kami yang berarti lagi….

.

.

.

Sampai muncullah sebuah berita …..

berita yang jauh-jauh mengharuskan untuk mengantarkan saya menemui dirinya.

Hari itu saya melihat sahabat saya yang berengsek itu tengah duduk di hadapan saya, kulihat disampingnya telah duduk pula dirimu menemaninya. Ada banyak senyum yang terpancar dari raut wajah kalian oleh sebab rona kebahagiaan

agung nugroho dan herdita

Gambar 3. ada penampakan dua hantu sunsilk di pojok kanan 

Dengan ucapan sebuah ucapan yang sakral yang mencatut nama Tuhan. Hari itu.. seorang  mantan sahabat saya ini pun resmi menjadi mantan keasihmu sekaligus naik pangkat karena telah menjadi seorang suamimu.

yah itulah  hari dimana pada hari itu kalian resmi melangsungkan pernikahan.

Melalui surat ini yang sebenarnya ingin saya sampaikan adalah bahwa melihat orang yang  dulu saya juga amat  mengenal tingkahnya, lalu kemudian seolah meninggalkan saya.. hari itu saya ikut berbahagia.

Tak lama, bersama teman-teman lainnya, saya menghampiri kalian di pelaminan.

Seolah ingin melepas segala kerinduan yang telah tercipta di kehidupan sebelumnya, Seolah ingin mengulang masa lalu yang saya tahu itu  tak mungkin terulang kembali. Sebenarnya ada banyak  yang hal yang ingin dikatakan, namun hari itu hanya sebuah ucapan salam dan selamat yang bisa saya berikan padamu, saya berikan salam saya padamu terlebih dahulu karena saya malas menyalami si berengsek itu. Tapi tenang saya doakan juga kalian berdua selalu bahagia.

Selamat menempuh babak kehidupan yang baru, untuk kalian semoga kalian dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan. Sungguh saya pun dalam hati sebenernya sedikit melankolis saat menyaksikannya, Sembari mengenakan baju kemeja batik abu-abu yang saya jahit dari bahan yang kalian berikan, dipadukan dengan celana bahan hitam dan sepatu kulit, hari itu saya ikut gembira menyaksikan hari bahagia bagi dirimu dan dirinya akhirnya dipersatukan atas nama Tuhan…

kawinan

Gambar 4. ikh fotonya goyang 

Setelah menyalami kalian saya mengambil makanan yang ada di pesta untuk kemudian saya makan, berhubung saya sangat lapar. Tak ada alasan lain untuk itu.

Mungkin inilah yang saya maksud diawal tadi, akhir dari surat ini maksudnya. hehe,

dan memang saya tidak tahu kapan saya bisa bertemu lagi,…

Mengulangnya adalah suatu kemustahilan, sementara yang saat ini bisa saya lakukan adalah hanya dengan mencoba mensyukuri hal yang indah, yang pernah saya rasakan bersama, bukankah  fungsi dan tujuan melakukan kegembiraan di masa lalu adalah agar bisa dikenang di masa sekarang, seperti saat ini.

demikian kiranya Surat terbuka dari orang yang pernah menjadi sahabat suamimu dulu..

Saya akan tutup dengan sebuah salam, agar tulisan ini kembali seperti sebuah surat. Semoga bahagia hingga anak cucu dan maut memisahkah. Saya juga tidak akan mengatakan selamat tinggal yang berarti itu perpisahan,…
sampai jumpa.

Bandung 7 Agustus 2016*

Aria

 

momenn*Tadinya surat ini memang ingin saya posting sehari setelah hari pernikahan kalian, tapi apa boleh buat waktu jualah yang belum tepat dan menjadi kambing hitam. dan tak terasa surat ini terus perlahan-lahan saya tulis terus edit terus menerus sehingga tanpa sadar malah menjadikannya sebuah surat yang sangat-sangat panjang. 😛

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *